Ulama dan Santri yang Tergabung dalam GGN Beri Dukungan untuk Ganjar

Iwan Supriyatna | Suara.com

Sabtu, 02 Juli 2022 | 09:45 WIB
Ulama dan Santri yang Tergabung dalam GGN Beri Dukungan untuk Ganjar
Ribuan ulama dan santri yang tergabung dalam Gus-Gus Nusantara (GGN) mendeklarasikan dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo untuk menjadi presiden Rai di 2024.

Suara.com - Ribuan ulama dan santri yang tergabung dalam Gus-Gus Nusantara (GGN) mendeklarasikan dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo untuk menjadi presiden di 2024. GGN juga melaksanakan doa bersama dan gebyar sholawat untuk Ganjar.

Koordinator GGN, Gus Alwy Hasan Arsyad mengatakan deklarasi dihadiri oleh gus-gus atau anak muda keturanan kiyai Nahdlatul Ulama (NU) dari seluruh Indonesia. Khususnya yang aktif berdakwah dan menyebarkan ajaran Islam di Jawa Timur (Jatim).

"Alhamdulillah kami malam hari ini dihadiri 4.000 santri dan simpatisan pendukung Ganjar. Terdiri dari Gus-gus Nusantara, terutama Gus-gus yang ada di Tulungagung dan dari Madura, Bojonegoro, Gresik, Blitar, Kediri, dan Trenggalek," kata Gus Alwy di Halaman Masjid Al Lathifah, Desa Bendo, Gondang, Tulungagung.

Lebih lanjut, Gus Alwy menyebut Ganjar adalah sosok pemimpin yang sangat dekat dengan ulama dan pesantren di Nusantara. Gus Alwy mengatakan, Ganjar juga merupakan keturunan kiyai berpengaruh di Purbalingga.

"Ganjar ini merupakan sosok tokoh nasional yang dekat dengan ulama, dekat dengan pesantren, dan dia juga menantunya Bapak KH Hisyam Abdul Karim tokoh yang disegani di Jawa Tengah, yakni Purbalingga," katanya.

Menurut Gus Alwy, sosok pemimpin seperti Ganjar sudah layak menjadi orang nomor satu di Negara Kepulauan Republik Indonesia (NKRI). Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Trenceng Tulungagung itu berkomitmen GGN mendukung kemenangan Ganjar.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Santri Dukung Ganjar Jatim Huriyahi menjelaskan, deklarasi dan sholawat GGN di Tulungagung merupakan rangkaian kegiatan SDG Jatim. Huriyahi menyebut pihaknya terus mensosialisasikan sosok Ganjar ke daerah-daerah.

"Kita melakukan kegiatan di daerah dalam rangka mensosialisasikan Bapak Ganjar Pranowo menjadi presiden sehingga ini dilaksanakan di Tulungagung. Sebelumnya dilaksanakan juga di beberapa daerah seperti Malang dan Bojonegoro," katanya.

Huriyahi menargetkan ke depan kaum santri, gus-gus, dan ulama semakin membumikan sosok Ganjar sebagai pemimpin ideal untuk Indonesia. Dia pun berharap Ganjar dilancarkan menjadi presiden di 2024.

"Tak lain adalah doa dan harapan agar proses Bapak Ganjar Pranowo ini dimudahkan oleh Allah SWT untuk menjadi presiden di 2024. Harapannya adalah nama Pak Ganjar menjadi di 2024," imbuhnya.

Selain menggelar deklarasi, doa, dan sholawat akbar untuk Ganjar presiden 2024, GGN juga menyerahkan santunan ke anak yatim berupa uang, souvenir, dan parcel untuk kebutuhan harian. Adapun sholawat akbar dipandu Sayyid Zulfikar Basyaiban Al Idrisi dan Veve Zulfikar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Kenangan Terakhir Ganjar dengan Almarhum Tjahjo Kumolo

Ini Kenangan Terakhir Ganjar dengan Almarhum Tjahjo Kumolo

News | Jum'at, 01 Juli 2022 | 19:57 WIB

Ganjar Cerita Kenangan Terakhir Bersama Mendiang Tjahjo Kumolo

Ganjar Cerita Kenangan Terakhir Bersama Mendiang Tjahjo Kumolo

News | Jum'at, 01 Juli 2022 | 19:25 WIB

5 Publik Figur Ucapkan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Tjahjo Kumolo

5 Publik Figur Ucapkan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Tjahjo Kumolo

Jogja | Jum'at, 01 Juli 2022 | 18:41 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB