Jepang Dilanda Cuaca Panas: Saya Bisa Meninggal Jika Tidak Hidupkan AC

Siswanto, BBC

Minggu, 03 Juli 2022 | 09:29 WIB
Jepang Dilanda Cuaca Panas: Saya Bisa Meninggal Jika Tidak Hidupkan AC
BBC

Suara.com - Masaya Maruyama; istrinya, Junko; dan saudara laki-lakinya, Koichi; sedang duduk berteduh di belakang truk bak milik mereka seraya berulang kali meneguk soda jeruk dari botol-botol besar.

Keluarga tukang pipa ini telah bekerja memperbaiki saluran pipa di bawah sengatan sinar matahari sejak pukul 08.00 waktu setempat.

Pada pukul 11.00, suhu di lokasi tempat mereka bekerja, yaitu di Isezaki, berkisar 42 derajat celsius.

"Suhunya bahkan sempat mencapai 47 derajat celsius sore kemarin," ujar Maruyama.

Ketika ditanya bagaimana dia bisa bekerja pada suhu yang begitu terik, dia berkata: "Ini menakutkan, saya belum pernah mengalami seperti ini sebelumnya."

Mereka bertiga mengenakan jaket yang dilengkapi kipas listrik guna meniupkan udara sejuk ke sekitar tubuh mereka. Tapi tampaknya alat itu tak begitu menolong.

Baca juga:

'Aneh dan agak menakutkan'

Bagi banyak orang di Jepang, panas selama beberapa hari terakhir terasa aneh dan agak menakutkan.

Saat ini seharusnya sudah memasuki pertengahan musim hujan di negara itu.

baca juga

Namun di seluruh Jepang, langit cerah dan suhu tertahan pada 30-an derajat celsius dan sudah dua kali menembus 40 derajat celsius pada pekan ini.

Itu hanyalah suhu yang resmi terpantau - jika beraktivitas di luar ruangan acapkali jauh lebih terasa panas.

Walaupun musim panas baru saja dimulai, 263 tempat di seluruh Jepang telah mencatat rekor suhu dalam enam hari terakhir, menurut pakar meteorologi, Sayaka Mori.

Suhu di Kota Tokyo pada Kamis (30/06) menyentuh 36,4 derajat celsius - suhu tertinggi yang pernah tercatat di ibu kota Jepang pada Juni sejak 1875.

Jepang tidak sendirian terpanggang suhu panas pada saat ini.

Tetapi yang mungkin mengejutkan adalah Jepang sedang kewalahan menjaga agar lampu dan AC tetap menyala.

Pada Selasa (28/6), ketika permintaan listrik mencapai puncaknya pada sore hari, pasokan listrik berada pada 97% dari kapasitas.

Itu artinya sudah mendekati pemadaman listrik.

Pemerintah Jepang telah meminta masyarakat agar "memadamkan" sebanyak mungkin lampu dan peralatan listrik. Tetapi pada saat yang sama, ada juga peringatan supaya warga tidak mematikan AC miliknya.

Ketakutan mereka adalah terulangnya kejadian pada 2018, yaitu ketika terakhir kali Jepang dilanda gelombang panas .

Kala itu, puluhan orang yang sebagian besar berusia lanjut meninggal dunia karena serangan panas dan lebih dari 22.000 orang dilarikan ke rumah sakit.

Untuk mencegah hal itu terulang, beberapa pemerintah daerah membuka pusat-pusat "pendinginan", di mana para lansia dapat berlindung.

'Saya bisa meninggal, jika tak hidupkan AC'

Di Distrik Sumide, bagian utara Tokyo, Kiyoji Saito yang berusia 86 tahun, sedang bermain Shogi (catur Jepang) dengan beberapa orang yang seusia dengannya.

Seperti banyak orang lanjut usia di Jepang, dia sangat tidak suka menggunakan AC.

"Saya menghabiskan tiga atau empat ribu yen [Rp332.00 - Rp442.000] per bulan untuk listrik pada tahun ini," katanya.

"Sangat menyenangkan mereka menyediakan tempat ini [lokasi pendinginan], kita bisa datang di siang hari, bertemu dan tetap rileks."

Di seberang meja, Yukimasa Nakano, 81 tahun, mengatakan bahwa dia membatasi penggunaan AC menjadi satu jam di pagi hari, dan tiga jam di malam hari.

"Selama delapan dekade saya, saya tidak pernah merasakan panas bulan Juni seperti ini," katanya.

"Saya tinggal sendiri jadi rasanya sia-sia menggunakan AC," ujar Kiyoji Saito, salah satu anggota kelompok catur.

"Tapi jika tidak menggunakan AC, saya bisa meninggal terpapar suhu panas seperti ini."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?

Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 13:40 WIB

Suhu Panas Jadi Penyebab Jamal Musiala Ambruk Setelah Cetak Gol, Begini Kondisinya Sekarang

Suhu Panas Jadi Penyebab Jamal Musiala Ambruk Setelah Cetak Gol, Begini Kondisinya Sekarang

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Panas Mendidih! Penampakan Kentang Baru Dipanen Meleleh seperti Habis Direbus

Panas Mendidih! Penampakan Kentang Baru Dipanen Meleleh seperti Habis Direbus

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:53 WIB

4 Body Lotion Ringan dan Menyejukkan, Penyelamat Saat Cuaca Terik!

4 Body Lotion Ringan dan Menyejukkan, Penyelamat Saat Cuaca Terik!

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:10 WIB

4 Chemical Sunscreen Lokal SPF 50, Cegah Kulit Belang Akibat Cuaca Panas

4 Chemical Sunscreen Lokal SPF 50, Cegah Kulit Belang Akibat Cuaca Panas

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 11:45 WIB

5 Sunscreen yang Tidak Lengket di Iklim Panas, Nyaman Dipakai Seharian

5 Sunscreen yang Tidak Lengket di Iklim Panas, Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:55 WIB

5 Cushion Tahan Lama Buat Panas-panasan, Makeup Tetap Flawless Meski Cuaca Terik

5 Cushion Tahan Lama Buat Panas-panasan, Makeup Tetap Flawless Meski Cuaca Terik

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:35 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam

Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 05:30 WIB

Terkini

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

×