Rela Kerja Berat Demi Kemanusiaan, Eks Pekerja ACT Merasa Terkhianati Dengar Ada Dugaan Penggelapan Dana Umat

Ria Rizki Nirmala Sari, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:00 WIB
Rela Kerja Berat Demi Kemanusiaan, Eks Pekerja ACT Merasa Terkhianati Dengar Ada Dugaan Penggelapan Dana Umat
Potret para aktivis ACT (source: act.id)

"Ketika masalah mulai memuncak, ada dua tipe karyawan. Satu ke luar dari lembaga karena merasa sulit memperbaiki, satu lagi bertahan dan mencoba merubah keadaan dari dalam. Dan tipe karyawan kedua itu sukses, dengan cara menggulingkan oknum dari posisinya dan membenahi masalah-masalah itu," ceritanya.

"Saya resign karena ya saya tipe karyawan satu, yang ketika merasa masalahnya terlalu berat, saya enggak kuat ngejalaninnya dan saya ke luar," sambungnya.

Terkhianati

Perasaan sedih tidak dapat ditahan Abdul ketika melihat pemberitaan yang beredar di media. Meski saat ini dirinya sudah bukan lagi bagian dari ACT, namun ia merasa terkhianati karena telah benar-benar bekerja demi kemanusiaan.

"Sedih campur marah pastinya. Karena ulah segelintir oknum, jadi merusak nilai-nilai ketulusan ribuan orang lain yang beneran kerja dengan gaji yang minim dan beban kerja yang berat," kata Abdul.

Meski begitu, besar harapan Abdul kalau permasalahan yang menimpa ACT tidak mempengaruhi padangan masyarakat ke para pekerja lembaga, yang diyakininya benar tulus mengabdikan hidupnya bagi kemanusiaan

"Karena nila setitik rusak susu sebelanga, karena oknum setitik yang kena se-lembaga. ACT ini lembaga baik, diisi oleh mayoritas orang baik. Semoga kesalahan setitik oknum ini menjadi pelajaran agar lembaga ini semakin rapi dan lebih amanah ke depannya," harapnya.

Secercah harapan menurut Abdul, telah datang dengan digulingkannya Ahyudin dari ACT. Dia yakin ACT akan tumbuh lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

"Sangat sangat sangat optimis. Bahkan sekarang kan sudah dimulai, kebijakan dirombak total, gaji petinggi jauh lebih rendah, kendaraan operasional maksimal Innova. Semoga dengan permulaan ini ke depannya keseluruhannya pun jadi lebih baik," kata Abdul.

baca juga

Ahyudin Otoriter dan Bersikap One Man Show

Sementara itu, saat mengelar konferensi pers di Kantor ACT, Jakarta Pusat, Presiden ACT, Ibnu Khajar mengungkap alasan digulingkan Ahyudin. Dia mengatakan sosok pendiri ACT dinilai otoriter dan cenderung bersikap one man show selama menahkodai lembaga.

"Gaya kepemimpinan beliau yang one men show yang cenderung otoriter sehingga organisasi tidak nyaman, dinasehati dan dia mengundurkan diri," kata Ibnu pada Senin (4/7/2022) kemarin.

Namun, Ibnu membantah sejumlah temuan majalah Tempo di antaranya gaji Ahyudin Rp 250 juta, fasilitas mobil mewah, dan penyalahgunaan dana untuk kepentingan pribadi Ahyudin.

Kekinian semenjak Ahyudin digulingkan pada 11 Januari 2021, ACT melakukan sejumlah perbaikan struktural di antaranya menetapkan masa jabatan presiden selama 3 tahun dan boleh menjabat dua kali. Kemudian dewan pembina, masa jabatannya hanya 4 tahun, dan boleh menjabat dua kali melalui pemilihan.

Temuan Majalah Tempo

Diketahui, berdasarkan laporan majalah Tempo, lembaga kemanusiaan ACT diduga menyalagunakan anggarannya untuk kepentingan pribadi pimpinannya.

Diduga saat Ahyudin menjadi petinggi ACT dia memperoleh gaji sebesar Rp250 juta setiap bulan, sementara posisi di bawahnya seperti senior vice president digaji Rp200 juta per bulan, vice president Rp 80 juta, dan direktur eksekutif Rp 50 juta.

Di samping itu, masih berdasarkan laporan majalah Tempo, Ahyudin saat menjabat sebagai petinggi difasilitasi tiga kendaraan mewah, seperti Toyota Alphard, Misubishi Pajero Sport, dan Honda CVR. Majalah Tempo juga menemukan dugaan dana ACT yang digunakan untuk kepentingan pribadi Ahyudin untuk keperluan rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terbongkar Kasus Lama ACT, Pernah Dilaporkan ke Bareskrim Polri Terkait Kasus Penipuan

Terbongkar Kasus Lama ACT, Pernah Dilaporkan ke Bareskrim Polri Terkait Kasus Penipuan

News | Selasa, 05 Juli 2022 | 16:31 WIB

Kemenag: Kasus ACT Kewenangan Kemensos yang Mengeluarkan Izin

Kemenag: Kasus ACT Kewenangan Kemensos yang Mengeluarkan Izin

News | Selasa, 05 Juli 2022 | 16:30 WIB

Kemensos Akan Segera Panggil Pemimpin ACT

Kemensos Akan Segera Panggil Pemimpin ACT

Tantrum | Selasa, 05 Juli 2022 | 16:21 WIB

Heboh Kasus ACT Diduga Colong Dana Umat, DPR Buka Peluang Bentuk UU Charity

Heboh Kasus ACT Diduga Colong Dana Umat, DPR Buka Peluang Bentuk UU Charity

News | Selasa, 05 Juli 2022 | 16:09 WIB

Pakar Komunikasi Minta ACT Lakukan Sinergi Atasi Polemik: Minta Maaf Saja Belum Cukup untuk Redam Amarah Publik

Pakar Komunikasi Minta ACT Lakukan Sinergi Atasi Polemik: Minta Maaf Saja Belum Cukup untuk Redam Amarah Publik

News | Selasa, 05 Juli 2022 | 16:03 WIB

Orang Dermawan Kerap Jadi 'Korban' Penyelewengan Donasi, PPATK Imbau Masyarakat Waspada

Orang Dermawan Kerap Jadi 'Korban' Penyelewengan Donasi, PPATK Imbau Masyarakat Waspada

Bisnis | Selasa, 05 Juli 2022 | 15:50 WIB

Terkini

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 18:05 WIB

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:59 WIB

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 17:57 WIB

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 17:53 WIB

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 17:52 WIB

×