facebook

Ajak Gabung ke KIB, PPP: Demokrat Jangan Seperti Orang Patah Harapan

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah
Ajak Gabung ke KIB, PPP: Demokrat Jangan Seperti Orang Patah Harapan
Demokrat diminta bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar, PAN dan PPP. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Golkar, PAN dan PPP sudah solid di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Suara.com - Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi, menyarankan kepada Partai Demokrat agar tak seperti orang yang patah harapan. Menurutnya, partai berlambang mercy tersebut tak perlu membuat wacana baru yang memecah belah dengan usulan ingin dekat dengan Golkar.

Pria yang akrab disapa Awiek mengatakan, lebih baik Demokrat bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar, PAN dan PPP.

"Demokrat jangan seperti orang patah harapan, meski itu sah sah saja. Karena Golkar, PAN dan PPP sudah solid di koalisi. Kalau Demokrat ingin bisa ikut berlayar di Pilpres 2024, ya ikut saja dalam KIB," kata Awiek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Menurutnya, partai-partai dalam KIB sudah solid dan tak mungkin lagi bergerilya apalagi menjajaki komunikasi berkoalisi dengan partai politik lain.

Baca Juga: Sudah Ada Penjajakan, PPP Blak-blakan Ajak Demokrat Gabung Koalisi Indonesia Bersatu

"Dan KIB memang punya tugas masing-masing untuk mendekati partai lain salah satunya adalah Partai Demokrat. Kalau Demokrat mau bergabung ya ayo! Jangan terkesan seperti orang yang hopeless gitu," ungkapnya.

Lebih lanjut, Awiek menyampaikan, jika ada pihak-pihak kekinian mewacanakan koalisi dengan partai-partai politik dalam KIB, hal itu dianggap sebagai upaya memecah belah.

"Jadi setelah KIB sudah solid dan bisa berlayar mereka mulai membuat wacana baru bahwa Golkar dan Demokrat membuat koalisi baru. Itu kan rencana memecah belah. Dan KIB tidak terpengaruh itu," tandasnya.

Golkar-Demokrat

Sebelumnya, Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution, mengatakan, bahwa Partai Demokrat tidak akan terjebak pada pilihan lingkaran koalisi Pilpres 2024 yang tersedia.

Baca Juga: Sadis! Kader Partai Demokrat Bandung Dibunuh di Hadapan Tetangganya Sendiri

Menurutnya, soal koalisi Demokrat masih memiliki opsi. Terlebih, kata dia, Demokrat memiliki kedekatan dengan Partai Golkar.

"Di luar peta koalisi yang terpublikasi saat ini, Partai Demokrat masih memiliki opsi-opsi yg bisa dihadirkan sebagai solusi untuk bangsa. Selain menciptakan peluang untuk partai semakin besar pada Pemilu 2024. Komunikasi politik antara Ketum AHY dan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto misalnya, masih terus terawat. Meskipun Golkar ada di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)," kata Syahrial kepada wartawan, Selasa (5/7/2022).

Ia mengatakan, kerja sama Demokrat dan Golkar sudah cukup bisa mengusung capres-cawapres untuk Pilpres 2024. Menurutnya, Demokrat dan Golkar bisa jadi solusi terutama untuk stabilitas politik.

"Kerja sama Demokrat-Golkar dapat menjadi solusi terciptanya stabilitas politik, perbaikan iklim demokrasi dan kembali menggenjot roda ekonomi yang saat ini sedang terpuruk," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengklaim sejarah mencatat bagaimana pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama dua periode yang ikut didukung Golkar dan beberapa partai politik lainnya berjalan gemilang.

Menurutnya, kala itu tidak ada polarisasi politik identitas yang mengakar, penegakan hukum mengedepankan profesionalisme, kemudian demokrasi berjalan baik, namun kondisi ekonomi dan kesejahteraan rakyat tetap tumbuh dan terjaga.

Komentar