facebook

Buka Peluang Koalisi Baru Untuk Pilpres 2024, Demokrat Ingin Gandeng Golkar

Erick Tanjung | Bagaskara Isdiansyah
Buka Peluang Koalisi Baru Untuk Pilpres 2024, Demokrat Ingin Gandeng Golkar
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (tangkapan layar/istimewa)

"komunikasi politik antara Ketum AHY dan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto misalnya, masih terus terawat. Meskipun Golkar ada di KIB," kata Syahrial.

Suara.com - Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution mengatakan, bahwa Demokrat masih terbuka peluang bangun koalisi baru untuk Pilpres 2024. Termasuk menjalin koalisi dengan partai Golkar, meski partai berlambang pohon beringin itu sudah sudah masuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

"Selain menciptakan peluang untuk partai semakin besar pada Pemilu 2024, komunikasi politik antara Ketum AHY dan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto misalnya, masih terus terawat. Meskipun Golkar ada di KIB," kata Syahrial kepada wartawan, Selasa (5/7/2022).

Ia mengatakan, kerja sama Demokrat dengan Golkar sudah cukup bisa mengusung capres-cawapres di Pilpres 2024. Menurutnya, Demokrat dan Golkar bisa jadi solusi terutama untuk stabilitas politik.

"Kerja sama Demokrat-Golkar dapat menjadi solusi terciptanya stabilitas politik, perbaikan iklim demokrasi dan kembali menggenjot roda ekonomi yang saat ini sedang terpuruk," ujarnya.

Baca Juga: Klaim Dua Kali Menangkan Jokowi di Dua Periode Kepemimpinanya, Fachrul Razi Usung Satu Nama di Pilpres 2024

Lebih lanjut, ia mengklaim, sejarah mencatat bagaimana pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama dua periode yang ikut didukung Golkar dan beberapa partai politik lainnya berjalan gemilang.

Menurutnya, kala itu tidak ada polarisasi politik identitas yang mengakar. Penegakan hukum mengedepankan profesionalisme, kemudian demokrasi berjalan baik, namun kondisi ekonomi dan kesejahteraan rakyat tetap tumbuh dan terjaga.

"Langkah solutif untuk kebaikan bangsa inilah yang akan ditempuh Ketum AHY dengan platform Perubahan dan Perbaikan. Menjadi jangkar dan membuka ruang terhadap segala hal yang terbaik untuk bangsa. Komunikasi 360 derajat terhadap seluruh stakeholders politik menjadi landasan Demokrat untuk bersikap. Tidak pernah menutup ruang diskusi dan silaturahmi," tandasnya.

Komentar