facebook

Tersangka Penembakan Massal Di Chicago Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup Tanpa Pembebasan Bersyarat

Bangun Santoso
Tersangka Penembakan Massal Di Chicago Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup Tanpa Pembebasan Bersyarat
Sepeda anak ditinggal ketika penembakan massal terjadi di rute parade Fourth of July di Highland Park, Chicago, Illinois, Amerika Serikat, pada Senin (4/7/2022). ANTARA/REUTERS/Max Herman/tm (REUTERS/MAX HERMAN)

Reinhart mengatakan dakwaan pembunuhan tingkat pertama tersebut akan diikuti dengan puluhan dakwaan tambahan sebelum penyelidikan selesai

Suara.com - Pria yang dituduh melancarkan tembakan dari atap gedung ke arah kerumunan orang yang sedang menonton parade 4 Juli dekat Chicago, Amerika Serikat, pada Selasa (5/7) dikenai tujuh dakwaan pembunuhan tingkat pertama.

Jika terbukti bersalah, Robert E. Crimo III --tersangka penembak berusia 21 tahun-- bisa dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan mendapat pembebasan bersyarat.

Dakwaan itu diumumkan oleh jaksa negara bagian Illinois, Eric Reinhart, saat konferensi pers.

Reinhart mengatakan dakwaan pembunuhan tingkat pertama tersebut akan diikuti dengan puluhan dakwaan tambahan sebelum penyelidikan selesai.

Baca Juga: Pria Tua Meksiko dan Guru di Antara yang Tewas dalam Penembakan di Chicago

Ia juga mengatakan akan memintakan Crimo tetap ditahan --tanpa pembebasan dengan jaminan-- saat persidangan pertama atas tersangka dilangsungkan pada Rabu.

Pihak berwenang mengatakan Crimo telah merencanakan serangan itu selama berminggu-minggu.

Pria tersebut juga sebelumnya menjadi perhatian otoritas, setidaknya dua kali, menyangkut laporan bahwa dia mengancam bunuh diri atau melukai orang lain, kata beberapa pejabat, Selasa.

Pihak berwenang mengatakan Crimo melancarkan tembakan lebih dari 70 kali dari atap sebuah gedung ke arah orang-orang yang sedang menonton parade di Highland Park, Illinois, Senin (4/7).

Pria itu kemudian kabur sambil menyamar untuk berbaur dengan kerumunan orang yang panik, kata otoritas, Selasa. (Sumber: Antara/Reuters)

Baca Juga: Kasus-kasus Terbaru Penembakan Massal di Amerika Serikat

Komentar