facebook

Kabar Gembira, BP2MI Umumkan Taiwan Setujui Kenaikan Gaji TKI Sektor Domestik

Pebriansyah Ariefana
Kabar Gembira, BP2MI Umumkan Taiwan Setujui Kenaikan Gaji TKI Sektor Domestik
Kepala BP2MI Benny Rhamdani di Kantor UPT BP2MI Yogyakarta, Jumat (13/11/2020) - (SuaraJogja.id/Putu)

Keputusan sebelumnya dilewati dari proses negosiasi dan pertemuan Taiwan. Selain itu Taiwan menghapus biaya agensi yang sebelumnya dibebankan kepada pekerja.

Suara.com - Pemerintah Taiwan setuju naikkan gaji TKI sektor domestik. Hal itu dikatakan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani.

Keputusan sebelumnya dilewati dari proses negosiasi dan pertemuan Taiwan. Selain itu Taiwan menghapus biaya agensi yang sebelumnya dibebankan kepada pekerja.

Hal itu diumumkan dalam konferensi pers di Kantor BP2MI di Jakarta, Kamis.

Benny menjelaskan bahwa kenaikan gaji TKI atau PMI di Taiwan yang bekerja di sektor domestik terakhir dilakukan pada 2017 dan beban agensi telah berlangsung sejak 2003.

Baca Juga: Ketua DPP PKB Soroti Gaji Fantastis Petinggi ACT: Terlalu Berlebihan

"Perjuangan yang cukup lama ini pada tanggal 21 Juni 2022 pihak Taiwan setuju untuk melakukan kenaikan gaji bagi pekerja migran Indonesia dari sebesar 17.000 NT (sekitar Rp8,5 juta) menjadi 20.000 NT (sekitar Rp10 juta) per bulan," kata Benny.

Wilayah itu juga setuju untuk menghapus komponen biaya agensi sebesar 60.000 NT atau sekitar Rp32 juta.

Dengan demikian biaya agensi tidak akan lagi tercantum dalam formulir perjanjian biaya penempatan.

"Beban ini menjadi beban PMI sudah berlangsung sejak 2003. Keputusan Taiwan ini tentu menjadi sejarah bagi negara kita," tuturnya.

Menurut Benny, kesepakatan tersebut merupakan keberhasilan dari diplomasi yang dilakukan Indonesia.

Baca Juga: Berapa Gaji Teller di Bank BUMN? Ini Rinciannya

Hasil itu didapat setelah melakukan beberapa kali perundingan antara pihak Taiwan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI dan BP2MI.

Komentar