facebook

Salat Idul Adha di Masjid Bakal Dibatasi 50 Persen, Ini Penjelasan Bupati Tangerang

Ruth Meliana Dwi Indriani
Salat Idul Adha di Masjid Bakal Dibatasi 50 Persen, Ini Penjelasan Bupati Tangerang
Ilustrasi salat Id berjamaah di Masjid [Foto: Antara]

"Jadi, kita tetap perbolehkan (shalat Idul Adha) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujar Bupati Tangerang.

Suara.com - Kabupaten Tangerang, Banten akan membatasi pelaksanaan Idul Adha 1443 Hijriah/2022 Masehi di dalam masjid. Nantinya, salat di hari raya yang jatuh pada tanggal 10 Juli 2022 ini akan dibatasi 50 persen dari kapasitas.

Walau begitu, pembatasan hanya dilakukan di dalam masjid yang merupakan ruang tertutup. Pembatasan tidak akan diterapkan jika masyarakat hendak salat di ruang terbuka.

"Kalau pelaksanaannya shalat Idul Adha di ruang terbuka kita persilakan, tetapi kalau di ruang tertutup masjid harus 50 persen," kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Tangerang, Kamis (7/7/2022).

Ahmed Zaki menjelaskan, pembatasan kapasitas di dalam ruang tertutup atau masjid dilakukan demi menghindari penumpukan jemaah. Pasalnya, penumpukan itu berpotensi memicu penularan Covid-19.

Baca Juga: Bolehkah Puasa Arafah Hanya di Hari Jumat Saja? Ini Penjelasan Syekh Muhammad Jaber

"Jadi, kita tetap perbolehkan (shalat Idul Adha) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujar Ahmed.

Lebih lanjut, Ahmed menyampaikan Pemerintah Kabupaten Tangerang saat ini telah menyiapkan beberapa persiapan untuk menyambut pelaksanaan ibadah Idul Adha 2022.

Salah satunya dengan memperketat dan menyiapkan fasilitas penerapan protokol kesehatan. Mulai dari tempat cuci tangan, masker dan alat pengukur suhu tubuh.

Selain itu, masjid juga akan disterilisasi dengan menggunakan cairan atau penyemprotan disinfektan sebelum dan sesudah pelaksanaan ibadah. Begitu pula terkait penyaluran hewan kurban.

"Dalam pelaksanaan pembagian hewan kurban juga diperketat pelaksanaan protokol kesehatannya," lanjutnya.

Baca Juga: Kenapa Idul Adha Berbeda dengan Arab? Ini Penjelasan UAS dan UAH

Ia menambahkan terkait dengan pelaksanaan takbir keliling, pihaknya bersama penegak hukum terkait tetap melarang masyarakat untuk menggelar takbir keliling.

"Larangan takbir keliling pasti ada, nanti saya bersama pak Kapolres akan memberikan imbauan dan patroli pada saat malam takbiran," pungkasnya. [ANTARA]

Komentar