Pak RT Ungkap Aksi Irjen Napoleon Lumuri Kotoran Manusia ke Muka M Kece: Mulut Kamu Najis Nistakan Agama Saya

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Kamis, 07 Juli 2022 | 16:05 WIB
Pak RT Ungkap Aksi Irjen Napoleon Lumuri Kotoran Manusia ke Muka M Kece: Mulut Kamu Najis Nistakan Agama Saya
Irjen Napoleon Bonaparte dan Youtuber M Kece saling berpelukan di ruang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2022). [Suara.com/Arga]

Suara.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tiga saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan kekerasan terhadap M. Kece atas terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte. Ketiga saksi merupakan terdakwa dengan kasus yang sama, namun berbeda nomor perkara.

Mereka bertiga adalah Harmeniko alias Choky alias Pak RT, Djafar Hamzah, dan Himawan Prasetyo. Mula-mula, JPU bertanya kepada sosok Choky alias Pak RT.

Nama Pak RT adalah sebutan Choky di Rutan Bareskrim Polri. Dia dipilih oleh warga Rutan untuk memenuhi kebutuhan tahanan layaknya warga di sebuah pemukiman penduduk.

Pak RT mengaku tahu jika akan ada sosok Kece sebagai tahanan baru. Kala itu, dia menonton berita di televisi yang melaporkan bahwa Kece tersandung kasus penistaan agama.

"Ketika saudara Kace mau masuk tahu berita di TV, bahwasanya ada penista agama ditangkap Bareskrim," kata Pak RT di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/7/2022).

Kece masuk ke Rutan Bareskrim pada tanggal 25 Agustus 2021 sekitar pukul 22.00 WIB. Pak RT yang saat itu sedang beristirahat di kamar sel 22 diminta petugas menyiapkan kamar sel isolasi nomor 11 untuk tahanan baru.

Dalam keterangannya, Pak RT mengatakan jika sosok Napoleon sempat berkata agar Kece diperiksa terlebih dahulu. Hal itu sebagai antisipasi kalau-kalau Kece membawa barang membahayakan.

"Ditanyakan ke saya, iya saya yang mengarahkan, setelah itu saya antar ke kamar 11. Kemudian Pak Kece masuk, terus Pak Napoleon bilang periksa dulu barangnya, takut ada barang yang membahayakan seperti kain panjang," jelas Pak RT.

Tiga tahanan rutan Bareskrim dihadirkan menjadi saksi sidang kasus Irjen Napoleon Bonaparte. (Suara.com/Arga)
Tiga tahanan rutan Bareskrim dihadirkan menjadi saksi sidang kasus Irjen Napoleon Bonaparte. (Suara.com/Arga)

Napoleon kemudian meminta Bripda Asep Sigit selaku petugas jaga untuk berbicara empat mata dengan Kece. Kata Pak RT, eks Kadiv Hubinter Bareskrim Polri itu juga memerintahkan agar gembok sel tahanan Kece diganti.

baca juga

Adapun tujuan dari gembok yang diganti agar Napoleon bisa masuk ke kamar Kece. Memasuki pukul 00.00 WIB Pak RT membangunkan Napoleon.

"Pak Kece tidak tahu awalnya kalau Napoleon jenderal, saya yang memperkenalkan kami ngobrol sebentar soal rutan, perkara. Lalu, Napoleon nanya kenapa Pak Kace melakukan penistaan agama tujuannya apa?" kata Pak RT menirukan ucapan Napoleon.

Dalam perbincangan itu, Napoleon bertanya mengapa sosok Kece melakukan penistaan agama.

"(Jawaban M. Kece), Kosman dulu pernah nyantri terus asal usul, terus saya (M. Kece) mau menyadarkan orang islam bahwa Nabi Muhammad dikerumuni jin. Terdakwa (Napoleon tanya), bapak tahu dari mana?" Beber Pak RT.

Obrolan itu, lanjut Pak RT berlangsung kurang lebih satu jam. Singkatnya, Napoleon marah lantaran pernyataan Kece telah menghina Nabi Muhammad. Pasalnya, Kece sempat bertanya soal agama kepada Napoleon. Pak RT yang menirukan dialog saat itu mengatakan, Kece hendak menyadarkan Napoleon karena beragama islam.

Tiga tahanan rutan Bareskrim dihadirkan menjadi saksi sidang kasus Irjen Napoleon Bonaparte. (Suara.com/Arga)
Tiga tahanan rutan Bareskrim dihadirkan menjadi saksi sidang kasus Irjen Napoleon Bonaparte. (Suara.com/Arga)

"Sampai pada puncaknya yang menjadi kemarahan terdakwa, bapak agamanya apa? Saudara Kosman nanya ke terdakwa sambil menaikan satu kaki. Oh bapak (Napoleon) Islam, bapak harus saya (M. Kece) sadarkan karena bapak sudah dibohongi oleh Muhammad bin Abdullah nah itu menjadi terdakwa marah," tegas Pak RT.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

M Kece Dianiaya hingga Dilumuri Tinja, Pak RT di Rutan Bareskrim jadi Saksi Sidang Irjen Napoleon

M Kece Dianiaya hingga Dilumuri Tinja, Pak RT di Rutan Bareskrim jadi Saksi Sidang Irjen Napoleon

News | Kamis, 07 Juli 2022 | 11:53 WIB

Cabut Keterangan di BAP, Saksi Ini Sebut Irjen Napoleon Tidak Pukul M Kece Setelah Lumuri Kotoran Manusia

Cabut Keterangan di BAP, Saksi Ini Sebut Irjen Napoleon Tidak Pukul M Kece Setelah Lumuri Kotoran Manusia

News | Kamis, 30 Juni 2022 | 18:47 WIB

Kuasa Hukum Napoleon Keberatan Soal Tak Ada Barbuk Kotoran yang Digunakan untuk Lumuri Wajah Kece

Kuasa Hukum Napoleon Keberatan Soal Tak Ada Barbuk Kotoran yang Digunakan untuk Lumuri Wajah Kece

News | Kamis, 30 Juni 2022 | 17:25 WIB

Sebut Nabi Muhammad Berambut Gondrong dan Bungkuk, M Kece Sempat Debat Hadis dengan Panglima Laskar FPI di Penjara

Sebut Nabi Muhammad Berambut Gondrong dan Bungkuk, M Kece Sempat Debat Hadis dengan Panglima Laskar FPI di Penjara

News | Kamis, 30 Juni 2022 | 16:01 WIB

Terkini

Duh! Pemain Keturunan Batak Terseret Kasus Pencucian Uang Jaringan Narkoba di Belgia

Duh! Pemain Keturunan Batak Terseret Kasus Pencucian Uang Jaringan Narkoba di Belgia

Bola | Senin, 02 November 2026 | 15:42 WIB

Kapolri Soal Larangan Polisi Nge-Vape: Kena Sanksi Disiplin, Ada Narkoba Dipidana

Kapolri Soal Larangan Polisi Nge-Vape: Kena Sanksi Disiplin, Ada Narkoba Dipidana

News | Senin, 02 November 2026 | 15:37 WIB

Suket SMA Gibran Dibatalkan MA, Demokrat Desak Mundur atau Dimakzulkan!

Suket SMA Gibran Dibatalkan MA, Demokrat Desak Mundur atau Dimakzulkan!

News | Senin, 02 November 2026 | 15:34 WIB

Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak

Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 15:33 WIB

Bijak Memilah Hal Penting dalam Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Bijak Memilah Hal Penting dalam Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 15:30 WIB

MBG Watch Kritik Sayembara Rp 1 T Sukseskan Makan Bergizi Gratis: Bukan Tupoksi Pemda

MBG Watch Kritik Sayembara Rp 1 T Sukseskan Makan Bergizi Gratis: Bukan Tupoksi Pemda

News | Senin, 02 November 2026 | 15:21 WIB

Urutan Shio Wanita Paling Mandiri dan Pintar Cari Cuan

Urutan Shio Wanita Paling Mandiri dan Pintar Cari Cuan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:15 WIB

Masyarakat Adat Ciptagelar Punya Tiga Aturan untuk Membagi dan Menjaga Hutan

Masyarakat Adat Ciptagelar Punya Tiga Aturan untuk Membagi dan Menjaga Hutan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:15 WIB

2 Shade Bedak Wardah Luminous Compact Powder untuk Kulit Sawo Matang

2 Shade Bedak Wardah Luminous Compact Powder untuk Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:14 WIB

Dilarang Vape! Kapolri Pastikan Sanksi Disiplin hingga Pidana Bagi Anggota yang Melanggar

Dilarang Vape! Kapolri Pastikan Sanksi Disiplin hingga Pidana Bagi Anggota yang Melanggar

News | Senin, 02 November 2026 | 15:11 WIB

×