Mengapa Anak Kiai Jombang DPO Pencabulan Belum Ditangkap?

Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 07 Juli 2022 | 23:39 WIB
Mengapa Anak Kiai Jombang DPO Pencabulan Belum Ditangkap?
Mengapa Anak Kiai Jombang DPO Pencabulan Belum Ditangkap? - Personel kepolisian dari Polda Jatim berjaga di gerbang Pesantren Shidiqqiyah, Ploso, Jombang, Kamis (7/7/2022). [SuaraJatim.id/Zen Arivin]

Suara.com - Moch Subchi Al Tsani (MSAT), pria yang kerap disapa Mas Bechi ini merupakan putra pengasuh ponpes Shiddiqiyyah Jombang KH Muhammad Mukhtar Mukthi. Ia ditetapkan sebagai tersangka dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus pencabulan yang hingga kini belum ditahan. Lantas mengapa anak kiai Jombang DPO pencabulan belum ditangkap? 

Mas Bechi, resmi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Penerbitan DPO ini dikarenakan MSAT kerap mangkir dari panggilan polisi. 

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Totok Suharyanto mengatakan berkas perkara dugaan perbuatan pencabulan yang menjerat MSAT telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, pada 4 Januari 2022 lalu. 

Kasus pencabulan yang ia lakukan diketahui sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu tepatnya pada 2017. Korban mengaku modus dari Mas Bechi ini ialah mengadakan wawancara seleksi sejumlah tenaga kesehatan untuk kliniknya. 

Di tengah proses seleksi, tiga santriwati menadapatkan tindak pencabulan, pemerkosaan dan kekerasan seksual dari anak kiai Jombang itu. Hingga kini para korban pun masih menanti keadilan. Korban juga mengaku lelah atas lambannya penanganan kasus tersebut. 

Mengapa Anak Kiai Jombang DPO Pencabulan Belum Ditangkap? 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto menyatakan, masih melakukan upaya pencarian terhadap Mas Bechi di Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyah, Ploso, Jombang pada Kamis, 7 Juli 2022 mulai pukul 08.00 WIB pagi. Petugas melakukan pengepungan di area ponpes yang menacapai 5 hektak. Selain itu, mereka menyisir satu persatu ruangan yang ada. 

"Belum (tertangkap). Hingga kini kami masih hunting, mencari yang bersangkutan," kata Kombes Pol Dirmanto. 

Namun hingga menjelang sore, anak kiai Jombang DPO pencabulan tak kunjung ditemukan. Dari proses penyisirannya itu, polisi juga mangamankan orang-orang yang teridentifikasi bukan merupakan santri pondok. 

Sementara itu, pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah, KH Muhammad Mukhtar Mukthi yang merupakan ayah MSAT, menolak jika putranya dibawa polisi. Pria yang akrab disapa Kiai Mukhtar ini menolak lantaran Mas Bechi masih harus mengikuti pelantikan di ponpes. 

Kiai Mukhtar menyampaikannya langsung kepada Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat. Kejadian itu terekam dalam video yang beredar di media sosial dan sedang trending di Twitter. Lokasi pengambilan dari video it diketahui ada di kediaman Kiai Mukhtar di dalam Ponpes Shiddiqiyyah. 

Kiai Mukhtar mengaku jika ia akan mengantar sendiri putranya setelah acara pelantikan. Saat ini, Mas Bechi masih akan mengikuti acara pelantikan yang dilakukan di dalam pondok pesantren. 

Sebelumnya, petugas juga sempat melakukan upaya penangkapan terhadap MSAT (42) pada Minggu, (3/7/2022) malam. Ratusan petugas polisi mengepung sekitaran Pondok Pesantren Majmal Bahrain atau Ponpes Shiddiqiyyah.

Pondok pesantren di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang ini diduga menjadi tempat persembunyian tersangka. Sayangnya, aksi tersebut dihalang-halangi eh pendukung MSAT. Akhirnya upaya penangkapan itu pun gagal. 

Demikian tadi penjelasan mengapa anak kiai Jombang DPO pencabulan belum ditangkap? Upaya penangkapan hingga kini masih terus dilakukan oleh Polda Jatim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Kiai Muhammad Muchtar Mu'thi, Pendiri Ponpes Shiddiqiyyah Jombang

Profil Kiai Muhammad Muchtar Mu'thi, Pendiri Ponpes Shiddiqiyyah Jombang

Malang | Kamis, 07 Juli 2022 | 23:30 WIB

Buntut Kasus Pencabulan Santriwati di Jombang, PBNU Minta Pondok Pesantren Lakukan Muhasabah Internal

Buntut Kasus Pencabulan Santriwati di Jombang, PBNU Minta Pondok Pesantren Lakukan Muhasabah Internal

News | Kamis, 07 Juli 2022 | 22:57 WIB

Cabut Izin Operasional Ponpes Shiddiqiyyah Jombang, Kemenag: Ada Pelanggaran Hukum Berat

Cabut Izin Operasional Ponpes Shiddiqiyyah Jombang, Kemenag: Ada Pelanggaran Hukum Berat

Bogor | Kamis, 07 Juli 2022 | 21:30 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB