Yuddin dan Nursabbi, Dua Bocah SD Bone yang Gerakkan Hati Mak Ganjar

Iwan Supriyatna

Sabtu, 09 Juli 2022 | 11:25 WIB
Yuddin dan Nursabbi, Dua Bocah SD Bone yang Gerakkan Hati Mak Ganjar
Yuddin dan Nursabbi, dua bersaudara yang kisahnya banyak diperbincangkan di media sosial belakangan ini.

Suara.com - Kicauan burung dan semilirnya tiupan angin selalu menyapa Desa Tapong, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di pagi hari. Belantara hutan dengan rimbanya pepohonan membuat suasana selalu terasa alami. Belum lagi suara riuk aliran sungai yang tampias ke batu-batu di lereng Gunung Samara.

Namun di balik indahnya tanah Desa Tapong, terdapat satu kisah yang menyayat hati, tetapi memiliki nilai perjuangan di sisi lainnya. Adalah Yuddin dan Nursabbi, dua bersaudara yang kisahnya banyak diperbincangkan di media sosial belakangan ini.

Di usia yang masih belia, dua siswa SD Inpres 5/81 Tapong itu sudah harus merasakan peluhnya perjuangan layaknya orang dewasa. Betapa tidak, pada pagi pukul 03.00 WITA sebelum menuju sekolah, Yuddin dan Nursabbi harus menyiapkan parang untuk di bawa. Bukan tanpa alasan, keduanya hanya berjaga-jaga jika bertemu hewan buas di jalan yang mereka lewati.

Ya, jalan menuju ke SD Inpres 5/81 Tapong dari kediaman Yuddin dan Nursabbi memang sangat terjal dan tak ramah. Infrastruktur jalan ke dusun yang ditempati memang sering menjadi kendala karena rimbunnya hutan belantara. Sebab itu akses jalan menuju dusun tersebut belum bisa dilalui kendaraan.

Belum lagi jauhnya jarak yang Yuddin dan Nursabbi lalui untuk menuju sekolah. Mereka harus menempuh hutan belantara, perbukitan, dan enam anak sungai yang berjarak 7 kilometer. Yuddin yang baru kelas 5 dan Nursabbi yang satu tingkat di bawahnya seakan punya tenaga lebih setiap hari.

Sebelumnya mereka sering berangkat ke sekolah berempat, bersama dua orang kakaknya. Namun karena kedua kakaknya ini sudah tamat sekolahnya, keduanya kini berangkat dan pulang sekolah hanya berdua saja.

Perjuangan tersebut bukan tanpa alasan. Yuddin memang punya semangat belajar tinggi untuk meraih cita-citanya sebagai polisi suatu hari nanti. Sementara sang adik, Nursaddi, punya misi mulia menjadi seorang guru suatu hari nanti. Untuk mewujudkan mimpi besarnya tersebut, keduanya rela tertatih-tatih dan bahkan mempertaruhkan nyawa.

Perjuangan belajar Yuddin dan Nursabbi akhirnya menarik banyak simpati dari berbagai golongan masyarakat, salah satunya kalangan emak-emak. Ratusan emak-emak yang tergabung dalam Mak Ganjar Sulsel bergerak membantu dua pejuang kecil itu. Para emak-emak juga sekaligus menggelar bakti sosial (baksos) di Desa Tapong.

Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Mak Ganjar, Nining mengungkapkan pihaknya menggelar baksos ini untuk menebar manfaat, terlebih setelah mendengar kisah Yuddin dan Nursabbi. Lewat baksos ini, kata Nining, pihaknya ingin membantu dua anak SD itu dan masyarakat setempat.

baca juga

Nining menjelaskan, baksos Mak Ganjar di Desa Tapong juga terinsipirasi dari sikap kepedulian Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, khususnya kepada perempuan dan anak-anak. Sebab itu, Mak Ganjar Sulsel bergerak cepat membantu Yuddin dan Nursabbi.

"Kami terinsipirasi dengan pemimpin kita (Ganjar) yang punya kepedulian pada perempuan dan anak. Ya, anak-anak itu kan aset untuk masa depan," ungkap Nining di balai desa setempat.

Nining menjelaskan, Mak Ganjar Sulsel memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah untuk Yuddin dan Nursabbi. Selain itu, emak-emak juga memberikan bantuan serupa ke dua saudara Yuddin dan Nursabbi yang masih sekolah.

"Diberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah untuk Yuddin dan Nursabbi, dan dua saudaranya yang masih sekolah. Satu saudara Yuddin tidak datang, tapi tetap dikasih bantuan serupa mengingat mereka 4 bersaudara dan masih sekolah semua," kata Nining.

Mak Ganjar Sulsel juga menyiapkan rumah singgah untuk Yuddin dan Nursabbi maupun bocah lain yang mengalami nasib serupa. Kehadiran rumah singgah diharapkan membuat anak-anak usia sekolah yang berdomisili jauh dari sekolah memiliki tempat untuk tinggal di dekat sekolahnya.

"Kami datang ke sini untuk membuka rumah singgah bagi anak-anak kita yang tinggal jauh dari sekolah. Kami buka rumah singgah ini dengan bekerja sama dengan pemerintah setempat," kata Nining.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Elon Musk Batal Beli Twitter

Elon Musk Batal Beli Twitter

Selebtek | Sabtu, 09 Juli 2022 | 10:48 WIB

Citayam Fashion Week di Sudirman Mengapa Diusik? Iri Bilang Bos

Citayam Fashion Week di Sudirman Mengapa Diusik? Iri Bilang Bos

News | Sabtu, 09 Juli 2022 | 10:09 WIB

Pedas! Bikin Survei Kecil-kecilan Lewat Twitter, Ganjar Kritik Camat dan Kades: Mereka Ngapain Aja?

Pedas! Bikin Survei Kecil-kecilan Lewat Twitter, Ganjar Kritik Camat dan Kades: Mereka Ngapain Aja?

Jawa Tengah | Sabtu, 09 Juli 2022 | 08:28 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×