facebook

Citayam Fashion Week di Sudirman Mengapa Diusik? Iri Bilang Bos

Iwan Supriyatna | Yaumal Asri Adi Hutasuhut
Citayam Fashion Week di Sudirman Mengapa Diusik? Iri Bilang Bos
Ilustrasi fenomena ABG Citayam di Sudirman (Foto: Tangkapan layar YouTube Sipasan Channel)

Bahkan saking populernya aksi mereka, menciptakan sebuah istilah yang dikenal dengan 'Citayam Fashion Week.'

Suara.com - Kumpulan remaja belasan tahun di kawasan Jalan Sudirman atau Dukuh Atas menjadi fenomena baru. Mereka berkumpul atau nongkrong dengan gaya pakaian yang nyentrik. Bahkan saking populernya aksi mereka, menciptakan sebuah istilah yang dikenal dengan 'Citayam Fashion Week.'

Meskipun diketahui mereka tak semuanya berasal dari Citayam. Mereka ada juga yang berasal dari daerah penyangga Ibu Kota, seperti kawasan Bekasi.

Namun, cara mereka mengekpresikan diri lewat gaya pakaiannya dengan nongkrong di kawasan Jalan Sudirman, nyatanya tak selalu dipandang positif.

Di media sosial mereka dibully, dengan banyak sebutan, bau matahari, minimal mandi, disebut wabah, dan fashion udik. Bahkan dianggap membuat kawasan Jalan Sudirman tidak indah lagi. Seperti yang diunggah salah satu pengguna akun Instagram yang menuliskan, 'Sudirman tidak menjadi estetik lagi, karena dipenuhi oleh anak-anak Citayem.'

Baca Juga: 10 Meme Pelesetan Lirik Lagu, Bikin Orang Tertawa

Banyak juga yang tidak mempersalahkan keberadaan mereka, dengan menganggap bagian dari proses masa remaja. Namun, remaja 'Citayam' diminta untuk disiplin menjaga kebersihan.

Di media sosial beberapa masyarakat yang biasa melintas di kawasan Jalan Sudirman, mengeluhkan sikap mereka yang membuang sampah sembarangan, sehingga dinilai mengotori.

Tak diketahui secara pasti kapan, 'Citayam Fashion Week' menjadi populer seperti sekarang ini, hingga menarik perhatian. Bahkan Polsek Metro Menteng turut menyoroti keberadaan mereka di wilayah kerjanya.

Saat dihubungi Suara.com, Kapolsek Metro Menteng, Kompol Netty Rosdiana Siagian berkata bakal membubarkan mereka, jika tetap berkumpul di atas jam 10 malam. Netty beralasan pembubaran itu sesuai dengan PPKM Level 1 yang berlaku di DKI Jakarta.

Alasan lainnya, kata Netty, karena kawasan Jalan Sudirman merupakan jalur protokol. Di samping itu para remaja 'Citayam' juga dikhawatirkan mengakibatkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Baca Juga: Aksinya Viral di Media Sosial, Terduga Pelaku Mesum Berpakaian Nyentrik di Transjakarta Akhirnya Ditangkap

"Kami antisipasi gangguan kamtibmas. Orang semakin larut malam, orang berpikirnya semakin negatif. Biar jelas itu," kata Netty kepada Suara.com, Jumat (8/7/2022).

Komentar