Publik Lebih Ingin Presiden 2024 dari Kalangan Kepala Daerah, Elektabilitas Prabowo Mampu Kalahkan Anies serta Ganjar?

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Jum'at, 15 Juli 2022 | 17:06 WIB
Publik Lebih Ingin Presiden 2024 dari Kalangan Kepala Daerah, Elektabilitas Prabowo Mampu Kalahkan Anies serta Ganjar?
Momen akrab Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan di Rakernas APPSI disorot. (Twitter/@ganjarpranowo)

Suara.com - Direktur Eksekutif Indopol Survey and Colsulting Ratno Sulistiyanto mengemukakan, publik lebih ingin memiliki presiden di 2024 yang berasal dari kalangan kepala daerah. Pernyataan itu mengutip data temuan hasil survei Indopol yang dilakukan pada 26 Juni 2022 hingga 1 Juli 2022.

Dari sejumlah tokoh yang memiliki latar belakang tertentu, publik justru lebih banyak menginginkan kepala daerah yang nantinya bakal memimpin Indonesia.

Ada sebanyak 23.58 persen publik yang menginginkan presiden dari latar belakang kepala daerah. Sementara di posisi kedua dan ketiga ingin dari latar belakang TNI sebesar 18.86 persen dan latar belakang tokoh agama/ulama 12.85 persen.

"Indopol juga memotret terkait dinamika kepemimpinan nasional menjelang Pemilu 2024 bahwa kepala daerah ini masih menjadi favorit pilihan publik ya latar belakang dari pemimpin nasional ini sekitar 23.58 persen," kata Ratno, Jumat (15/7/2022).

Selain itu ada figur dari latar belakang intelektual/cendikiawan 10.00 persen, lainnya 6.50 persen.

"Dan agak sedikit ironis ini ketua parpol ini masih sangat kecil sekali ya sekitar 3.82 persen," kata Ratno.

Sementara di bawah ketum parpol, ada dua latar belakang figur yang menempati urutan terbawah, yakni pengusaha 3.09 persen dan aktivis 2.03 persen.

Diketahui dalam hasil survei di beberapa lembaga, memang ada sejumlah nama kepala daerah yang memiliki elektabilitas tertinggi. Semisal Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa.

Dalam temuan survei Indopol terkait elektabilitas capres 2024, nama Ganjar Pranowo menjadi yang tertinggi. Ganjar dengan elektabilitas 24.55 persen tidak hanya tertinggi dari latar belakang kepala daerah, melainkan tertinggi di 16 besar nama capres.

baca juga

Menyusul Ganjar, ada nama Anies Baswedan (20.41 persen) di urutan kedua, Ridwan Kamil (10.98 persen) di urutan keempat dan Khofifah (1.38 persen di urutan kesembilan.

Sementara itu, Prabowo Subianto (11.63 persen) yang memiliki latar belakang sebagai ketua umum parpol berada di urutan ketiga. Sedangkan untuk elektabilitas ketum parpol lainnya, Agus Harimurti Yudhoyono (3.01 persen) di urutan kelima, Muhaimin Iskandar (0.81 persen) di urutan ke-11 dan Airlangga Hartarto (0.57 persen) di urutan ke-12.

Sebelumnya di bawah latar belakang kepala daerah, publik juga menginginkan figur capres dari kalangan TNI. Dalam survei elektabilitas 16 nama, terdapat Jenderal TNI Andika Perkasa di urutan keenam dengan elektabilitas 2.76 persen.

Elektabilitas Prabowo Merosot

Sebelumnya, elektabilitas Prabowo Subianto merosot tajam dalam semester pertama tahun 2022. Dari temuan survei nasional Indopol Survey and Consulting, elektabilitas Prabowo turun hampir 7 persen, tepatnya 6.91 persen.

Diketahui dalam pertanyaan terbuka di temuan survei tren tokoh nasional yang layak menjadi pemimpin nasional atau presiden 2024, elektabilitas Prabowo pada November 2021 sebesar 13.98 persen, sementara pada Januari 2022 sebesar 15.85 persen dan Juni 2022 sebesar 8.94 persen.

"Di sini Prabowo mengalami penurunan yang cukup signifikan dari bulan Januari bahkan November ini Prabowo menempati posisi puncak di 15,85 persen di bulan Januari, di bulan Juni ini turun drastis menjadi 8,94 persen," kata Direktur Eksekutif Indopol Ratno Sulistiyanto dalam rilis survei, Jumat (15/7/2022).

Kendati mengalami penurunan, elektabilitas pada Juni itu masih menempatkan Prabowo di urutan ketiga, di bawah Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Untuk elektabilitas Ganjar pada November 2021 sebesar 13.98 persen, Januari 2022 sebesar 16.18 persen dan Juni 2022 sebesar 17.89 persen.

Sedangkan untuk Anies pada November 2021 sebesar 10.41 persen, Januari 2022 sebesar 14.88 persen dan Juni 2022 sebesar 16.42 persen.

Ratno lantas menyampaikan alasan mengapa elektabilitas Prabowo alami penurunan. Salah satu sebabnya adalah berkaitan dengan jabatan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.

"Kenapa? Karena kita tahu para pendukung Prabowo jelas berseberangan dengan pendukung Jokowi. Ketika Prabowo ingin menggunakan strategi tetap namanya muncul di panggung nasional dengan masuknya di kabinet, ternyata ini tidak diimbangi dukungan politik para pendukungnya, mereka bergeser pilihan," ujar Ratno.

Menurut temuan, lanjut Ratno basis pendukung Prabowo itu bergeser menjadi pendukung kandidat capres lainnya, yakni Anies Baswedan dan Ridwan Kamil

"Kalau dari data yang saya sampaikan tadi adalah ke Anies Baswedan dan Ridwan Kamil. Di wilayah juga nampak sekali ada sebuah pergeseran dukungan Prabowo Subianto kepada figur Anies Baswedan dan Ridwan Kamil," kata Ratno.

Adapun untuk elektabilitas Ridwan Kamil dalam temuan yang sama, yakni pada November 2021 sebesar 2.44 persen, Januari 2022 sebesar 4.55 persen dan Juni 2022 sebesar 6.10 persen.

Diketahui survei Indopol dilakukan pada 24 Juni sampai 1 Juli 2024 dengan responden berjumlah 1230 orang yang dipilih secara random sistematis. Sedangkan untuk margin error ±2,8% dan tingkat kepercayaan 95%.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat Politik: Elektabilitas Prabowo, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Bersaing Ketat

Pengamat Politik: Elektabilitas Prabowo, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Bersaing Ketat

Jogja | Jum'at, 15 Juli 2022 | 16:30 WIB

Survei Terkini Indopol: Elektabilitas Prabowo Turun Drastis, Pemilih Geser Ke Anies Dan Ridwan Kamil

Survei Terkini Indopol: Elektabilitas Prabowo Turun Drastis, Pemilih Geser Ke Anies Dan Ridwan Kamil

News | Jum'at, 15 Juli 2022 | 15:13 WIB

Bukan Cuma Zulhas, Ada 4 Menteri Jokowi Rangkap Jabatan Sebagai Ketum Parpol

Bukan Cuma Zulhas, Ada 4 Menteri Jokowi Rangkap Jabatan Sebagai Ketum Parpol

News | Jum'at, 15 Juli 2022 | 14:04 WIB

Terkini

Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat

Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:27 WIB

Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat

Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:20 WIB

Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial

Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:10 WIB

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

×