Serba-serbi Omicron BA.2.75 atau Centaurus: dari Gejala hingga Penularan

Selasa, 19 Juli 2022 | 15:38 WIB
Serba-serbi Omicron BA.2.75 atau Centaurus: dari Gejala hingga Penularan
Ilustrasi omicron (Freepik)

Suara.com - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) melaporkan bahwa subvarian baru Covid-19 di Indonesia yakni subvarian Omicron BA.2.75. Subvarian Omicron tersebut juga memiliki nama lain, yakni Centaurus dan disinyalir memiliki karakteristik layaknya varian Omicron.

Berikut penjelasan terkait serba-serbi informasi subvarian virus tersebut yang kini dilaporkan memasuki wilayah Indonesia.

Berasal dari India, tingkat penularan cepat

Subvarian Omicron BA.2.75 disebut berasal dari India dan kini telah menyebar ke beberapa negara lainnya. Adapun subvarian tersebut dinilai memiliki tingkat penularan yang relatif cepat berdasarkan pengamatan persebaran virus tersebut di beberapa negara.

Gejala mirip Omicron varian lainnya

Muhammad Syahril selaku juru bicara Kementerian Kesehatan mengungkap bahwa gejala subvarian Omicron Centaurus tak jauh berbeda dari yang ditemukan pada subvarian lainnya, yakni Omicron BA.4 dan BA.5.

Berikut daftar gejala yang diamati pada pasien positif Omicron varian lainnya.

  • Batuk disertai pilek
  • Demam
  • Rasa nyeri pada tenggorokan 
  • Sakit kepala dan pusing
  • Rasa mual hingga muntah
  • Pada tingkat infeksi paling parah, pasien mengalami sesak nafas

Tiga kasus ditemukan di Indonesia

Wamenkes melaporkan bahwa kini ada tiga kasus positif Omicron Centaurus di Indonesia. 

Baca Juga: Mulai Menular di Indonesia, Kemenkes Belum Bisa Temukan Seberapa Cepat BA.2.75 Menyebar di Indonesia

"Ada tiga kasus yang kita temukan BA. 2.75. Seminggu yang lalu (temuan) subvarian BA.2.75," ujar Dante Saksono Harbuwono selaku Wamenkes di Kemenko PMK, Jakarta, Senin (18/7/2022).

Ketiga kasus tersebut telah dilaporkan ke GISAID (Global Initiative on Sharing All Influenza Data), yakni sebuah lembaga penelitian virus termasuk corona SARS-CoV yang berbasis di Jerman.

"Ke GISAID sudah kami laporkan temuan itu tiga kasus," lanjut Dante.

Wamenkes: Tingkat keparahan tidak terlalu besar

Meski tingkat penularan diamati relatif cepat, tingkat keparahan subvarian Omicron Centaurus tidak begitu parah. Tingkat hospitality rate pada subvarian tersebut juga disinyalir rendah.

"Kegawatan tak terlalu besar, hospitality tak terlalu besar dan keparahannya tak terlalu besar," tutur Dante

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI