Indonesia Pandemi Kecelakaan Lalu Lintas, Tiga Nyawa Melayang Tiap Jam

Selasa, 19 Juli 2022 | 17:35 WIB
Indonesia Pandemi Kecelakaan Lalu Lintas, Tiga Nyawa Melayang Tiap Jam
Truk Pertamina yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Alternatif Transyogi Cibubur, Kota Bekasi, Senin (18/7/2022). (Suara.com/Danan Arya)

Suara.com - Kecelakaan maut yang melibatkan truk tangki Pertamina di Jalan Alternatif Cibubur Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (19/7) kemarin memakan korban jiwa 10 orang meninggal dunia. Indonesia disebut mengalami 'pandemi kecelakaan lalu lintas'.

Direktorat Keselamatan Transportasi Darat diusulkan kembali dibentuk di Kementerian Perhubungan guna mencegah meningkatnya korban jiwa.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, merujuk pada data Kepolisian jumlah korban kecelakaan lalu lintas periode tahun 2010 hingga 2O2O berkisar antara 147.798-197.560 jiwa.

"Sedangkan jumlah korban meninggal dunia berkisar antara 23.529-32.657 jiwa," kata Djoko kepada Suara.com, Selasa (19/7/2022).

Sementara, pada 2020 angka kematian mencapai 23.529 jiwa atau setara dengan tiga jiwa meninggal dunia per jam. Sehingga, untuk mencegah pandemi kecelakaan lalu lintas, Djoko meminta agar Direktorat Keselamatan Transportasi Darat yang sebelumnya ada di Kementerian Perhubungan kembali dibentuk.

"Melihat angka kecelakaan yang makin tinggi, perlu dibentuk lagi Direktorat ini. Meskipun saya tahu ada batasan jumlah direktorat dalam satu Ditjen, namun kondisi sekarang sudah pandemi kecelakaan lalu lintas," ujar Djoko.

Disebutnya angka kematian akibat kecelakaan lebih tinggi dibanding dengan pandemi Covid-19.

"Korban meninggal kecelakaan lalu lintas sudah melebihi korban Covid-19. Dalam satu hari tiga meninggal dunia korban pandemi Covid-19, sementara dalam satu jam, tiga meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas," paparnya.

Karenanya dia meminta Presiden Joko Widodo untuk mengambil kebijakan yang konkret demi menekan angka kematian akibat kecelakaan.

Baca Juga: Aturan Pemasangan Lampu Merah, Benarkah Kecelakaan Maut Cibubur Akibat Salah Pasang Traffic Light?

"Kepala Negara harus mengambil alih masalah keselamatan transportasi darat. Harus ada keputusan politik negara untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas," ujarnya.

Kronologi Kecelakaan Maut

Sebelumnya kecelakaan maut yang satu truk tangki Pertamina, dua minibus dan 11 sepeda motor terjadi Jalan Alternatif Cibubur Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (19/7) kemarin. Akibatnya 10 orang dilaporkan meninggal dunia.

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan mengatakan dari hasil investigasi awal dugaan penyebab kecelakaan truk tangki Pertamina akibat rem blong pada saat berada di pemberhentian lampu lalu lintas.

Berdasarkan hasil pengecekan sementara, polisi menyebutkan bahwa pihaknya tidak menemukan bekas rem di lokasi kecelakaan. Hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

Sementara itu menurut salah satu saksi mata di lokasi kejadian, Kunto (35) mengatakan bahwa saat peristiwa terjadi, posisi sedang macet. Dikatakannya, saat itu, traffic light dalam kondisi lampu merah.

"Tadinya posisi pas kondisi macet, pas lampu merah juga pas posisi merah" kata Kunto.

Kecelakaan beruntun itu berawal dari truk Pertamina yang alami rem blong. Truk lalu menabrak minibus Avanza. Setelah itu mobil Avanza tersebut menabrak pemotor. Selanjutnya, sejumlah motor mulai menyerempet ke sebuah bus Marinir. Bus Marinir kemudian menabrak sebuah angkot.

Dijelaskan Kunto, ia juga sempat menyelamatkan seorang bocah yang terpental karena kecelakaan maut tersebut. "Anak kecilnya sudah posisi di pinggir jalan, ia terpental," ucapnya.

Kondisi anak kecil itu menurut Kunto mengalami luka di bagian wajah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI