4 Fakta Haagen-Dazs, Es Krim Rasa Vanilla Milik Dita Soedarjo Ditarik dari Peredaran

Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 21 Juli 2022 | 20:09 WIB
4 Fakta Haagen-Dazs, Es Krim Rasa Vanilla Milik Dita Soedarjo Ditarik dari Peredaran
Fakta Haagen-Dazs (Instagram/ haagendazsla)

Suara.com - Penarikan es krim Haagen-Dazs rasa vanila dari pasar membuat heboh publik. Hal ini membuat beberapa orang penasaran tentang sejumlah fakta Haagen Dazs yang belum banyak diekspos.

Perlu diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah meminta importir untuk menarik kembali es krim Haagen-Dazs rasa vanila dari peredaran. Hal ini dikarenakan BPOM telah menemukan kandungan Etilen Oksida (EtO) yang melebihi jumlah batas. 

Penarikan produk es krim di Indonesia tersebut menyusul temuan otoritas Prancis terhadap Etilen Oksida pada 7 Juli 2022 yang lalu. Kemudian disusul dengan Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) dan Singapore Food Agency (SFA) yang juga menarik produk dari peredaran.

Untuk lebih lengkapnya, simak 4 fakta Haagen-Dazs terkait dengan ditariknya varian rasa vanilla dari peredaran.

1. Kenapa Es Krim Haagen-Dazs Ditarik dari Pasaran?

BPOM menemukan kandungan Etilen Oksida (EtO) pada produk es krim rasa vanilla Haagen-Dazs. Dilansir dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Etilen Oksida adalah sejenis gas tidak berwarna yang mudah terbakar dan berbau manis yang termasuk dalam golongan pestisida.

Kandungan Etilen Oksida ini biasanya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan tekstil, pelarut, deterjen dan masih banyak lainnya. Dilansir dari United States Environmental Protection Agency (EPA), menghirup EtO dapat menyebabkan kanker sel darah putih (limfoma non-Hodgkin, myeloma dan leukemia) dan kanker payudara.

Anak-anak juga rentan terhadap EtO yang bisa saja mengalami gejala neurologis, kehilangan memori dan gangguan koordinasi tangan dan mata.

2. Produk Es Krim yang Dilarang

Produk es krim Haagen-Dazs yang ditarik dari peredaran adalah rasa vanilla dengan kemasan 100 ml, 473 ml dan 9,45 liter (bulk can). BPOM juga menginstruksikan kepada importir untuk menghentikan sementara peredaran dan penjual produk sesuai dengan prosedur hingga kandungan varian vanilla dipastikan aman dan layak edar.

3. Sejarah Haagen-Dazs

Haagen-Dazs adalah perusahaan produsen es krim asal Prancis sejak tahun 1960. Haagen Dazs didirikan oleh Reuben dan Rose Mattus dan membuka toko pertamanya pada 15 November 1976 di Brooklyn, New York, Amerika Serikat.

Hingga kini Haagen-Dazs telah berdiri di 70 negara di dunia, termasuk Indonesia. Gerai Haagen-Dazs di Indonesia tersebar mulai dari Jakarta, Surabaya, Semarang, Bali, Bandung, Medan dan beberapa kota lainnya.

4. Produsen Haagen-Dazs di Indonesia

Waralaba Haagen-Dazs dikelola oleh Dita Soedarjo di bawah naungan perusahaan PT Mugi Rekap Abadi (MRA Group). MRA Group merupakan perusahaan yang memiliki banyak bisnis mulai dari perhotelan, retail, otomotif, kuliner dan media.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Bahaya Etilen Oksida? Jadi Penyebab Beberapa Varian Es Krim Haagen Dazs Ditarik BPOM

Apa Bahaya Etilen Oksida? Jadi Penyebab Beberapa Varian Es Krim Haagen Dazs Ditarik BPOM

Lifestyle | Kamis, 21 Juli 2022 | 15:14 WIB

Terpopuler: Luna Maya Kekurangan Uang di Rusia, Fakta Menarik Haagen-Dazs yang Ditarik Badan POM

Terpopuler: Luna Maya Kekurangan Uang di Rusia, Fakta Menarik Haagen-Dazs yang Ditarik Badan POM

Lifestyle | Kamis, 21 Juli 2022 | 09:32 WIB

BPOM Tarik Es Krim Vanilla Haagen-Dasz Gegara Diduga Mengandung Etilen Oksida, Apa Sih itu?

BPOM Tarik Es Krim Vanilla Haagen-Dasz Gegara Diduga Mengandung Etilen Oksida, Apa Sih itu?

Health | Rabu, 20 Juli 2022 | 18:28 WIB

Terkini

Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah

Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:11 WIB

Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan

Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:09 WIB

Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit

Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:07 WIB

Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda

Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:02 WIB

600 Ribu Lahan Sawah Beralihfungsi, Pemerintah Susun RPP untuk Atur Sanksi Denda

600 Ribu Lahan Sawah Beralihfungsi, Pemerintah Susun RPP untuk Atur Sanksi Denda

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:59 WIB

WFH untuk Hemat BBM di Tengah Krisis Energi, Solusi Efektif atau Hanya Sementara?

WFH untuk Hemat BBM di Tengah Krisis Energi, Solusi Efektif atau Hanya Sementara?

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:56 WIB

Tak Hanya Energi, Eropa Kini Dilanda Krisis Cokelat KitKat

Tak Hanya Energi, Eropa Kini Dilanda Krisis Cokelat KitKat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:52 WIB

Pelapor Ijazah Jokowi Minta Usut Pendana Isu, Desak Polisi Tindak Roy Suryo dan Dokter Tifa

Pelapor Ijazah Jokowi Minta Usut Pendana Isu, Desak Polisi Tindak Roy Suryo dan Dokter Tifa

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:50 WIB

Satu Prajurit Gugur di Lebanon, Mabes TNI Belum Bisa Pastikan Pelaku Serangan

Satu Prajurit Gugur di Lebanon, Mabes TNI Belum Bisa Pastikan Pelaku Serangan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:41 WIB

8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Aksi 'No Kings': Lawan Fasisme Diktator Donald Trump

8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Aksi 'No Kings': Lawan Fasisme Diktator Donald Trump

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:38 WIB