Warganet Kecam Kasus Bocah Meninggal Usai Depresi Dipaksa Setubuhi Kucing

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Kamis, 21 Juli 2022 | 20:41 WIB
Warganet Kecam Kasus Bocah Meninggal Usai Depresi Dipaksa Setubuhi Kucing
Ilustrasi perundungan (Pixabay.com)

Suara.com - Seorang bocah di Tasikmalaya, Jawa Barat, meninggal dunia setelah mengalami depresi akibat perundungan. Bocah SD berusia 11 tahun ini menjadi korban bullying dan dipaksa menyetubuhi kucing oleh teman-temannya.

Bocah berinisial F ini diketahui kerap kali mendapatkan perundungan dari anak-anak lain. Sadisnya, ia dipaksa menyetubuhi seekor kucing sambil direkam oleh teman-temannya yang menjadi pelaku bullying.

Tak sampai di situ, rekaman itu bahkan disebar oleh pelaku bullying ke media sosial hingga viral. Situasi itu membuat F semakin depresi hingga murung dan tidak ingin makan. F pun kemudian jatuh sakit dan meninggal dunia saat menjalani perawatan.

Aksi perundungan sadis yang memakan korban jiwa itu pun langsung mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Warganet mengecam pelaku perundungan yang juga masih di bawah umur, karena memaksa F menyetubuhi kucing. 

Berdasarkan pantauan Suara.com, kisah tragis bocah SD di Tasikmalaya itu pun menjadi trending topic dengan kata kunci "Anak SD" hingga Kamis (21/7/2022) malam.

Warganet pun menuliskan kecaman dan desakan agar pelaku bully, meski di bawah umur, tetap harus diproses hukum. Pasalnya, aksi perundungan itu juga sudah merusak mental seorang bocah hingga meninggal dunia.

Ini kenapa anak SD harus diawasi dengan baik. Honestly pembullyan di SD itu banyak yang parah banget. Tapi ketutup sama kalimat 'itu becandaan doang, anak-anak, jadi wajar'. Pala bapak kau wajar," komentar warganet.

"Gilak anak SD loh tapi kelakuannya kayak gini? Plis jangan sampe lepas ini para pelakunya. Bodo amat mau di bawah umur atau apa kalau salah ya tetap salah dan harus dihukum. Kalau dibiarin takut gedenya makin menjadi-jadi," kecam warganet.

"Harus dihukum, sama anak SD juga harus tegas hukum," desak yang lain.

"Ya Allah gue beneran sakit hati mau nangis baca berita yang anak SD depresi sampai meninggal. Anak-anak yang nge-bully kata gue pantes dihukum sih karena nge-bully sampai ngilangin nyawa orang," tulis warganet.

Gini nih kalau anak SD atau anak-anak kecil lain diberi teknologi tanpa pengawasan yang ketat. Anak SD atau anak-anak kecil sekarang itu terlalu cepat mengetahui hal-hal yang seharusnya belum mereka ketahui, seperti halnya tentang seksual ini. Mereka seharusnya belum ngerti gituan tapi kok udah pada tahu aja,” tulis warganet.

Yang disalahin nanti guru SD-nya, padahal orang tua juga harus ikut serta dalam mendidik anaknya. Terus kalau gurunya agak keras dalam menegur siswa juga orang tuanya gak terima, minta anaknya dapat didikan yang bener tapi gak pernah didik anaknya. Biasanya banyak yang begitu,” tambah yang lain.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tagar #PercumaLaporPolisi Trending, Gegara Viral Anak Kabur dengan Kaki Dirantai

Tagar #PercumaLaporPolisi Trending, Gegara Viral Anak Kabur dengan Kaki Dirantai

News | Kamis, 21 Juli 2022 | 19:53 WIB

Bukan Perundungan Biasa, KPAI Desak Polisi Tangani Serius Kasus Bocah Tewas Usai Dipaksa Setubuhi Kucing

Bukan Perundungan Biasa, KPAI Desak Polisi Tangani Serius Kasus Bocah Tewas Usai Dipaksa Setubuhi Kucing

News | Kamis, 21 Juli 2022 | 19:38 WIB

Deretan Fakta Siswa SD Meninggal Dunia Usai Dipaksa Bersetubuh dengan Kucing

Deretan Fakta Siswa SD Meninggal Dunia Usai Dipaksa Bersetubuh dengan Kucing

Video | Kamis, 21 Juli 2022 | 20:00 WIB

Viral, Rumah Makan Sayur Asem Gratiskan Makanan Selama Dua Hari Untuk Umum, Bentuk Rasa Syukur Habib Rizieq Bebas

Viral, Rumah Makan Sayur Asem Gratiskan Makanan Selama Dua Hari Untuk Umum, Bentuk Rasa Syukur Habib Rizieq Bebas

Bogor | Kamis, 21 Juli 2022 | 17:28 WIB

Setelah Dikeluarkan dari LE SSERAFIM, Kim Garam Malah Diklaim Tak Bersalah?

Setelah Dikeluarkan dari LE SSERAFIM, Kim Garam Malah Diklaim Tak Bersalah?

Your Say | Kamis, 21 Juli 2022 | 16:43 WIB

Cadel dan Memiliki Keterbatasan Fisik, Mahasiswa Ini Kena Bully Dosen Saat Berbicara: Nggak Jelas, Bahasa Apa Itu?

Cadel dan Memiliki Keterbatasan Fisik, Mahasiswa Ini Kena Bully Dosen Saat Berbicara: Nggak Jelas, Bahasa Apa Itu?

News | Kamis, 21 Juli 2022 | 16:52 WIB

Terkini

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:59 WIB