Fakta-fakta Terbaru Kasus Penembakan Brigadir J, Komnas HAM Periksa Bharada E 5 Jam

Ruth Meliana Dwi Indriani

Rabu, 27 Juli 2022 | 15:38 WIB
Fakta-fakta Terbaru Kasus Penembakan Brigadir J, Komnas HAM Periksa Bharada E 5 Jam
Komisioner Komnas HAM Khoirul Anam bersama tim khusus forensik Pusdokkes Polri memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus tewasnya Brigadir J di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Komnas HAM meminta keterangan ajudan Kadiv Propam Mabes Polri (non aktif) Irjen Ferdy Sambo pada Selasa (26/7/2022) terkait kasus polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir J.

Komnas HAM memanggil tujuh ajudan Irjen Ferdy Sambo, untuk menjalani pemeriksaan dan mendalami peristiwa penembakan terhadap Brigadir J yang terjadi pada Jumat (8/7/2022) yang lalu.

Dari tujuh orang yang dipanggil, hanya enam orang yang datang untuk memenuhi panggilan. Usai melakukan pemeriksaan, Bharada E meninggalkan kantor Komnas HAM dengan pengawalan polisi tanpa mengeluarkan pernyataan apapun.

Bagaiamana perkambangan terkini kasus penembakan Brigadir J? Berikut ulasannya.

1. Komnas HAM memeriksa para ajudan Irjen Ferdy Sambo

Sebanyak tujuh ajudan Irjen Ferdy Sambo dipanggil Komnas HAM. Dan dari tujuh orang tersebut, hanya enam orang yang memenuhi panggilan.

Di antara enam orang yang diperiksa, salah satunya adalah Bharada E yang didiuga melakukan penembakan terhadap Brigadir J.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengataka, pemeriksaan dilakukan untuk mendalami peristiwa tewasnya Brigadir J, diantaranya kronologi peristiwa penembakan tersebut.

"Yang kami dalami pastilah ini masih berupa keterangan terkait bagaimana peristiwa hari H. Itu pasti kami dalami bahkan kami minta suruh menggambar posisi-posisinya," kata Anam kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).

baca juga

2. Dalami kasus sebelum hari H

Lebih lanjut Anam mengatakan bahwa pihaknya akan mendalami spektrum sebelum kejadian penembakan Brigadir J terjadi.

Menurutnya, yang terpenting adalah mendalami kondisinya, seperti dalam pertemuan yang dilakukan di forum ada beberapa yang tertawa, bercanda bahkan tegang.

"Kondisinya kayak apa, ini salah satu yang penting. Misalnya begini, ini kondisinya kek bercanda-bercanda, tertawa atau tegang. Itu kami tanya di beberapa orang yang ikut dalam forum itu. Jadi kami lihat spektrum bagaimana kondisinya," sambung Anam

3. Bharada E diperiksa selam 5 jam

Komnas HAM memriksa Bharada E kurang lebih 5 jam. Menurut Choirul Anam, sepanjang pemeriksaan Bharada E menjelaskan banyak hal.

Sayangnya Choirul Anam belum bisa membeberkan penjelasan yang disampaikan Bharada E karena proses penyelidikan masih berlangsung.

"Sepanjang yang kami periksa, Bharada E menjelaskan banyak hal. Salah satunya adalah soal menembak," kata Anam kepada wartawan di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2022).

4. Komnas HAM akan telusuri telepon genggam milik Brgadir J dan semua pihak

Komnas HAM mengagendakan memeriksa Cyber Polri dan digital forensik pada Rabu (27/7/2022) dan yang penting untuk didalami adalah telepon genggam milik Brigadir J.

Bukan hanya telepon genggam milik Brigadir J, Komnas HAM juga akan menelusuri telepon genggam semua pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut, termasuk milik Kadiv Propam non-aktif Ferdy Sambo dan istrinya.

"Ini semua HP yang terkait peristiwa ini pasti kami akan tanya," ujar Anam.

5. Komnas HAM telusuri kerusakan CCTV di rumah Irjen Ferdy Sambo

Selain akan melakukan penelusuran terhadap telepon genggam, Komnas HAM juga akan menelusuri kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi termasuk di rumahnya Irjen Ferdy Sambo.

Termasuk menelusuri kabar yang menyebutkan bahwa CCTV dirumah Irjen Ferdy Sambo rusak saat peristiwa terjadi.

"Kalau di Irjen Sambo CCTV-nya rusak di rumahnya, kenapa kok rusak? Sejak kapan rusak ? Itu pasti kami tanya. Soal yang baru (diganti) di dapatkan dalam lingkungan sekitar itu juga kami akan tanya," ujar Anam.

Sebelumnya Komnas HAM juga memeriksa tim forensik Polri yang mengotoposi jenazah Brigadir J, setelah meminta keterangan dari ahli forensik independen.

Beberapa hari sebelumnya, Komnas HAM juga menggali keterangan dari keluarga Brigadir J dengan mendatangi rumah duka yang ada di Jambi.

Pihak keluarga Brigadir J menyebut, selain adanya luka tembakan, beberapa sayatan benda tajam terdapat di beberapa bagian anggota tubuh korban.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiba di Komnas Tim Siber dan Pusat Laboratorium Forensik Polri Sempat Berupaya Hindari Awak Media

Tiba di Komnas Tim Siber dan Pusat Laboratorium Forensik Polri Sempat Berupaya Hindari Awak Media

News | Rabu, 27 Juli 2022 | 15:29 WIB

Ahok Bakal Laporkan Pengacara Brigadir J ke Polisi

Ahok Bakal Laporkan Pengacara Brigadir J ke Polisi

Selebtek | Rabu, 27 Juli 2022 | 15:08 WIB

Didapatkan Momen Sedang Tertawa, Komnas HAM Patahkan Spekulasi Brigadir J Tewas di Magelang

Didapatkan Momen Sedang Tertawa, Komnas HAM Patahkan Spekulasi Brigadir J Tewas di Magelang

Depok | Rabu, 27 Juli 2022 | 14:38 WIB

Deretan Temuan Baru Komnas HAM di Kasus Brigadir J, Ajudan Sempat Guyon

Deretan Temuan Baru Komnas HAM di Kasus Brigadir J, Ajudan Sempat Guyon

News | Rabu, 27 Juli 2022 | 14:11 WIB

Kasus Dipantau Jokowi, Komisi III Minta Polri Jangan Main-main usai Makam Brigadir J Kembali Dibongkar

Kasus Dipantau Jokowi, Komisi III Minta Polri Jangan Main-main usai Makam Brigadir J Kembali Dibongkar

News | Rabu, 27 Juli 2022 | 14:07 WIB

Komnas HAM Beberkan Hasil Investigasi: Brigadir J Meninggal Dunia di Jakarta, Sempat Ngobrol Santai

Komnas HAM Beberkan Hasil Investigasi: Brigadir J Meninggal Dunia di Jakarta, Sempat Ngobrol Santai

Bekaci | Rabu, 27 Juli 2022 | 13:48 WIB

Terkini

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

×