Komnas HAM Dapat Info Ferdy Sambo Tak Berada di TKP Ketika Brigadir J Ditembak

Iwan Supriyatna, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Sabtu, 30 Juli 2022 | 13:05 WIB
Komnas HAM Dapat Info Ferdy Sambo Tak Berada di TKP Ketika Brigadir J Ditembak
Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. (Suara.com/Yasir)

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendapat informasi bahwa Kadiv Propam Polri nonaktif Ferdy Sambo tidak menjalani tes PCR bersama istrinya Putri, Bharada E dan Brigadir J seusai mereka pulang dari Mangelang.

Namun dikatakan Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, informasi itu harus dikonfirmasi kembali saat pemeriksaan yang akan dilakukan kepada Ferdy Sambo.

"Kami memang mendapatkan informasi bahwa Pak Sambo tidak berada dalam rombongan (Putri, Bharada E dan Brigadir J )tersebut. Tapi ini informasi yang sifatnya dari satu pihak," kata Anam dalam keterangan persnya lewat video yang diterima Suara.com pada Sabtu (30/7/2022).

Keberadaan Ferdy Sambo dalam peristiwa penembakan yang menewaskan Brigadir J yang diduga dilakukan Bharada E masih banyak dipertanyakan, karenanya sejumlah spekulasi beredar terkait kejadian berdarah pada Jumat (8/7/2022) sore lalu. Peristiwa itu terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo yang berada di Duren Tiga Jakarta Selatan.

Sementara dalam laporan polisi, Ferdy Sambo juga disebut tidak berada di rumah dinasnya saat Brigadir J diduga ditembak. Disebut Kadiv Propam Polri nonaktif itu sedang melakukan tes PCR, namun tidak dijelaskan waktu dan lokasinya detailnya.

Lebih lanjut, diungkap Komnas HAM, Putri, Bharada E dan Brigadir J ternyata menjalani tes PCR bersama di rumah pribadi Ferdy Sambo yang masih berada di Duren Tiga, Jakarta Timur. Tes PCR mereka lakukan beberapa waktu sebelum peristiwa penembakan itu terjadi.

"Terkait PCR, kapan dan di mana PCR itu dilakukan? Bahwa PCR bukan dilakukan bukan di rumah TKP, tapi di rumah Duren Tiga. Duren tiga maksudnya adalah itu rumah pribadi, tkp adalah rumah dinas," ujar Anam.

Temuan PCR bersama antara Brigadir J dengan Bharada E dan Putri menjadi penting dalam kasus ini, sekaligus juga mematahkan spekulasi yang menyebut Brigadir J dibunuh saat perjalanan dari Mangelang ke Jakarta.

Komnas HAM juga mengungkap bahwa sesaat sebelum peristiwa penembakan terjadi, Brigadir J dan Bharada E masih bercengkrama, tertawa bersama dalam sebuah momen para ajudan Ferdy Sambo sedang berkumpul bersantai. Namun Anam tidak menjelaskan secara detail kronologi waktu tertawa bersama yang terlebih dahulu atau tes PCR, sebelum peristiwa berdarah itu.

baca juga

Karenanya guna memastikan keberadaan Ferdy Sambo, Komnas HAM juga akan mengkonfirmasinya lewat pemeriksaan terhadap asisten rumah tangga dan tenaga kesehatan yang melakukan tes PCR ke Kadiv Propam Polri nonaktif itu.

Dugaan Pelecehan Versi Polisi

Brigadir J sebelumnya tewas ditembak oleh Bharada E di rumah dinas Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 17.00 WIB. Brigadir J merupakan sopir istri, Ferdy Sambo. Sedangkan, Bharada E merupakan ajudan daripada Ferdy Sambo.

Tiga hari setelah kejadian, Ramadhan menyebut Bharada E menembak Brigadir J karena diduga melecehkan istri Kadiv Propam.

"Berdasarkan keterangan dan barang bukti di lapangan bahwa Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri Kadiv Propam dengan todongan senjata,” kata Ramadhan dalam keterangannya, Senin (11/7/2022) malam.

Sebelum terjadi penembakan, kata Ramadhan, Bharada E mendengar istri Kadiv Propam berteriak. Dia menuju sumber teriakan tersebut yang berasal dari kamar istri Kadiv Propam.

Ketika itu, Bharada E mendapati Brigjen J yang panik melihat kedatangannya. Sampai pada akhirnya, Ramadhan menyebut Brigjen J melesatkan tembakan ke arah Bharada E.

"Brigadir J melepaskan tembakan sebanyak 7 kali, Bharada E membalas mengeluarkan tembakan sebanyak 5 kali,” tutur Ramadhan.

Saat peristiwa ini terjadi, Ferdy Sambo diklaim Ramadhan sedang tidak berada di rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Terekam di CCTV, Komnas HAM akan Dalami Informasi Tes PCR Irjen Ferdy Sambo

Tak Terekam di CCTV, Komnas HAM akan Dalami Informasi Tes PCR Irjen Ferdy Sambo

Lampung | Sabtu, 30 Juli 2022 | 12:30 WIB

Terungkap dari Rekaman CCTV, Komnas HAM Sebut Brigadir J hingga Putri Candrawathi PCR di Rumah Pribadi Ferdy Sambo

Terungkap dari Rekaman CCTV, Komnas HAM Sebut Brigadir J hingga Putri Candrawathi PCR di Rumah Pribadi Ferdy Sambo

News | Sabtu, 30 Juli 2022 | 11:55 WIB

Usman Hamid Sebut Ferdy Sambo Masih Jabat Kasatgassus Polri

Usman Hamid Sebut Ferdy Sambo Masih Jabat Kasatgassus Polri

News | Sabtu, 30 Juli 2022 | 11:49 WIB

Terkini

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

×