Panjatkan Doa pada Tahun Baru Islam 1444 H, Presiden: Mudah-Mudahan PKS Raih Kemenangan pada Pemilu 2024

Sabtu, 30 Juli 2022 | 13:22 WIB
Panjatkan Doa pada Tahun Baru Islam 1444 H, Presiden: Mudah-Mudahan PKS Raih Kemenangan pada Pemilu 2024
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu saat menyampaikan pidato refleksi menyambut tahun baru 1444 hijriah, Sabtu (30/7/2022). (YouTube PKSTV)

Suara.com - Umat Islam tengah merayakan Tahun Baru 1444 Hijriah yang jatuh pada Sabtu (30/7/2022). Dalam kesempatan tersebut, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu memanjatkan doa supaya partai yang dipimpinnya bisa mendapatkan kemenangan pada Pemilu 2024.

Awalnya, Syaikhu memanjatkan doa bagi seluruh keluarga PKS beserta masyarakat agar selalu mendapatkan bimbingan selalu dari Allah SWT. Selain itu, ia juga mendoakan yang terbaik bagi partainya.

"Kepada seluruh keluarga PKS, dan seluruh bangsa Indonesia, semoga Allah membimbing kita bersama dengan taufik dan hidayahnya sehingga kita semakin dekat dengan Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa dari hari ke hari, dan mudah-mudahan dengan inilah Allah mentakdirkan PKS bisa meraih kemenangan pada Pemilu 2024. Amin ya robalalamin," kata Syaikhu saat menyampaikan Pidato Refleksi Menyambut Tahun Baru 1444 H dikutip melalui YouTube PKSTV, Sabtu.

Lebih lanjut, Syaikhu menilai kalau momen tahun baru 1444 Hijriah bisa dimanfaatkan oleh umat Islam untuk melihat apa saja yang sudah dilakukan pada tahun sebelumnya. Perbuatan-perbuatan baik yang belum sempat dilakukan, kata Syaikhu, bisa dilakukan pada tahun baru Islam ini.

"Nilai-nilai kebaikan dalam agama belum mampu dipraktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari, juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam kehidupan berkeluarga, lihatlah satu tahun terakhir ini, apakah ada perilaku yang belum sesuai tuntunan agama," jelasnya.

Selain itu, ia juga melihat kalau tahun baru 1444 Hijriah bisa menjadi momentum tepat bagi umat Islam untuk merenungkan perbuatan-perbuatan buruk yang pernah dilakukan sebelumnya.

"Demikian juga dengan sikap-sikap kita lainnya, yang mungkin ada perilaku koruptif, mengadu domba, menghina ulama, dan merasa tak mampu melakukan keadilan, khusunya ketika menegakkan hukum, boleh jadi semua itu lahir dari habluminallah kita yang belum baik," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI