Tidak Ingin Sendirian, PKS akan Lobi Fraksi Lain di DPR untuk Ikut Usulkan Pansus Hak Angket Kereta Cepat

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:32 WIB
Tidak Ingin Sendirian, PKS akan Lobi Fraksi Lain di DPR untuk Ikut Usulkan Pansus Hak Angket Kereta Cepat
Ketua Fraksi PKS di DPR Jazilul Juwani menyampaikan keinginan pembentukan hak angket pembengkakan anggaran proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung, Jumat (5/8/2022). [Suara.com/Novian Ardiansyah]

Suara.com - Ketua Fraksi PKS di DPR RI Jazuli Juwaini menyatakan pihaknya akan melakukan komunikasi dengan fraksi-fraksi di lembaga wakil rakyat tersebut.

Komunikasi itu bertujuan melobi atau mengajak fraksi lain untuk turut serta mengusulkan pembentukan pansus hak angket kereta cepat.

"Terkait dengan komunikasi dengan fraksi-fraksi lain. setelah ini fraksi membagi tugas untuk berkomunikasi dengan fraksi-fraksi yang ada di DPR ini," mata Jazuli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (4/8/2022).

Seperti diketahui, Fraksi PKS mengusulkan pembentukan pansus hak angket untuk mendalami polemik mengenai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang mengalami pembengkakan anggaran dan berpotensi menggunakan APBN untuk menutupi tanggungan biaya.

Menurut Jazuli, seluruh fraksi perlu ikut melakukan pengawasan atas polemik kereta cepat. Ia berharap fungsi pengawasan itu dapat mencegah penggunaan anggaran untuk menutupi pembengkakan biaya proyek.

"Jadi yang paling penting kita mengajak fraksi lain untuk sama-sama bertanggung jawab bersama dalam persoalan ini, yaitu kita menyelamatkan uang negara," kata Jazuli.

Diketahui, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) berpotensi didanai APBN sebagai imbas proyek yang mengalami pembengkakan anggaran. Menanggapi itu, Fraksi PKS di DPR mengusulkan pembentukan pansus hak angket.

Jazuli mengatakan, usulan pembentukan pansus hak angket itu dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan dan budgeting atas pelaksanaan anggaran oleh pemerintah. Ia menyatakan PKS berharap pemerintah tetap mengedepankan akuntabilitas dan pengelolaan dan penggunaan anggaran.

"Karena proyek kereta cepat ini menuai banyak kritik dan indikasi persoalan dan masalah maka kami Fraksi PKS mengusulkan dibentuknya pansus hak angket, untuk mendalami tentang proyek kereta cepat ini," kata Jazuli.

baca juga

Pertanyakan Pemerintah

Fraksi PKS di DPR mengkritik pembengkakan biaya dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung garapan China. Menurut Jazuli, proyek tersebut memang sudah salah sejak awal.

"Ini menurut kami dari awal sudah menuai kritik dan protes. Karena kami mencatat ada masalah dalam kebijakan tidak dilakukan kajian terlebih dahulu secara mendalam," ujar Jazuli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Apalagi diketahui, pemerintah pada awalnya menjanjikan proyek tersebut murni business to business atau B2B. Tetapi kekinian, akibat pembengkakan biaya, pihak China justru meminta Indonesia ikut menanggung beban biaya lewat APBN.

"Kita lihat di awal proyek kereta cepat ini dikatakan oleh menteri terkait ini adalah B2B kemudian bergeser menjadi tanggungan pemerintah, kok bisa?" kata Jazuli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soroti Janji Proyek Kereta Cepat Tak Pakai APBN tapi Sekarang Malah Sebaliknya, PKS ke Pemerintah: Kok Bisa?

Soroti Janji Proyek Kereta Cepat Tak Pakai APBN tapi Sekarang Malah Sebaliknya, PKS ke Pemerintah: Kok Bisa?

News | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 16:46 WIB

Mau Dalami Polemik Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Fraksi PKS Usul DPR Bentuk Pansus Hak Angket

Mau Dalami Polemik Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Fraksi PKS Usul DPR Bentuk Pansus Hak Angket

News | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 15:29 WIB

Biaya Pembangunan Kereta Cepat Bengkak, DPR Ogah Talangi Pakai APBN

Biaya Pembangunan Kereta Cepat Bengkak, DPR Ogah Talangi Pakai APBN

News | Kamis, 04 Agustus 2022 | 09:26 WIB

Terkini

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 20:52 WIB

Peran Fahd A Rafiq: Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Tampung Uang Gratifikasi Miliaran Rupiah!

Peran Fahd A Rafiq: Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Tampung Uang Gratifikasi Miliaran Rupiah!

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:47 WIB

Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh

Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 20:46 WIB

Hasil Pemeriksaan Masih Berjalan, Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi Jurnalis Hilang

Hasil Pemeriksaan Masih Berjalan, Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi Jurnalis Hilang

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:44 WIB

Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal

Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 20:42 WIB

Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?

Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:40 WIB

Cara Gampang Dapat Saldo Gratis Rp50.000 dari BRI, Langsung Bulan Ini

Cara Gampang Dapat Saldo Gratis Rp50.000 dari BRI, Langsung Bulan Ini

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 20:39 WIB

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 18 hari, Cuti Bersama 8 Hari

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 18 hari, Cuti Bersama 8 Hari

Video | Selasa, 15 September 2026 | 20:35 WIB

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:22 WIB

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

×