7 'Nyanyian' Bharada E, Sebut Tak Ada Baku Tembak dan Pelecehan

Farah Nabilla

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:44 WIB
7 'Nyanyian' Bharada E, Sebut Tak Ada Baku Tembak dan Pelecehan
Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (tengah) saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2022). [Suara.com/Alfian Winsnto]

Suara.com - Tersangka kasus polisi tembak polisi, Bharada E akhirnya buka-bukaan soal tewasnya Brigadir J, Setelah sebulan bungkam, pemilik nama lengkap Richard Eliazer ini membuka satu per satu misteri kematian Brigadir J melalui sang pengacara.

Di awal munculnya kasus ini pada 8 Juli lalu, Bharada E disebut sebagai sosok penembak Brigadir J hingga tewas. Peristiwa itu terjadi di Rumah Dinas Ferdy Sambo yang saat itu menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.

Lantas, apa saja daftar 'nyanyian' Bharade E yang dari kasus tewasnya Brigadir J yang disampaikan melalui kuasa hukumnya, Deolipa Yumara tersebut? 

Kuasa Hukum Bharada E, Deolipa Yumara sesuai bertemu penyidik di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/8/2022) malam. [Suara.com/Muhammad Yasir]
Kuasa Hukum Bharada E, Deolipa Yumara sesuai bertemu penyidik di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/8/2022) malam. [Suara.com/Muhammad Yasir]

1. Tulis Surat untuk Brigadir J

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Bharada E menuliskan surat yang ia tandatanagi langsung dari balik jeruji tahanan untuk pihak keluarga Brigadir J. Ini diungkap pengacara Bharada E, Deolipa Yumara.

“Saya Bharada E mengucakan turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Buat bapak ibu dan Reza (keluarga Bang Yos), sekali lg saya turut ucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya.”

Bharada E dalam surat itu terlihat cukup akrab dengan Brigadir J dengan memanggilnya Bang Yos. Bharada E juga sepertinya mengenal adik kandung Brigadir J dengan menyebut namanya Reza.

2. Tidak Ada Baku Tembak

Bharada E mengubah kesaksian awal terkait tewasnya Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo. Terbaru, ia mengaku tidak ada peristiwa baku tembak. Hal itu disampaikannya kepada pengacaranya Muhammad Burhanuddin.

baca juga

"Tidak ada memang, kalau informasi tidak ada baku tembak. Pengakuan dia tidak ada baku tembak," kata Burhanuddin, Senin (8/8/2022) kepada awak media.

Burhanuddin menambahkan, berdasarkan pengakuan Bharada E, bekas proyektil yang berada di TKP  hanya alibi.

3. Tak Ada Pelecehan Seksual

Bharada E mengaku tidak mengetahui adanya peristiwa pelecehan seksual terhadap ‘majikan’nya itu. Dimana sebelumnya Brigadir J disebut melecehkan istri Ferdy Sambo.

“Pelecehan seksual dia tidak tahu, tapi untuk yang lain-lain dia tahu, soal keterlibatan, berapa orang, dia tahu dan sudah sampaikan ke kami,” katanya saat diwawancarai salah satu stasiun TV.

4. Sebut Ada Pelaku Lain

Deolipa Yumara menyebut kliennya bukan pelaku tunggal dalam perkara ini. Ini disimpulkannya usai melakukan komunikasi yang terbilang cukup lama dengan Bharada E. 

Hal tersebut juga sesuai pasal yang disangkakan ke Bharada E oleh penyidik Polri yang mengisyaratkan ada pelaku lain dalam perkara ini.

Bharada E pun sudah menyebut beberapa orang yang terlibat dalam kasus ini. Hanya saja, identitas orang yang disebut Bharada E tidak diungkap ke publik mengingat itu masuk ranah penyidikan.

“Kami gak bisa buka ke publik, untuk kepentingan penyidikan. Biarkan penyidik bekerja,” katanya.

5. Disuruh oleh Atasan

Deolipa Yumara selaku pengacara juga mengatakan bahwa Bharada E menerima perintah dari atasan untuk menghabisi nyawa Brigadir J.

“Dari klien kami (Bharada E), dia itu sudah mengaku kepada penyidik. Bahwa dia itu, juga ikut melakukannya (pembunuhan), Tetapi, yang dia lakukan itu (pembunuhan), karena dia diperintah,” kata Deolipa.

Namun Deolipa tidak spesifik dam menyebut siapa nama atasan Brigadir E. Hanya saja ia mengatakan atasan yang dimaksud adalah atasan yang selama ini kliennya jaga.

6. Ada Irjen Ferdy Sambo di TKP

Sebelumnya, Irjen Ferdy Sambo disebutkan tidak berada di rumah saat terjadi pembunuhan Brigadir J di rumahnya. Alasannya, yakni sedang melakukan tes PCR Covid-19.

Hal tersebut dibantah oleh keterangan Bharada E yang menyatakan bahwa atasannya itu ada di lokasi saat pembunuhan Brigadir J terjadi.

“(Ferdy Sambo) ada di lokasi (TKP),” kata Burhanuddin menjelaskan.

7. Mengajukan Diri sebagai Justice Collaborator

Deolipa menyampaikan, kliennya itu merupakan saksi kunci dalam kasus tewasnya Brigadir J. Ia mengatakan akan meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Kami bersepakat ya sudah kita ajukan diri yang bersangkutan sebagai justice collaborate (JC) dan kita meminta perlindungan hukum ke LPSK," kata Deolipa ditemui di Bareskrim Polri, Jakarta, Sabtu (6/8/2022) malam.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesan Jokowi ke Polri Ungkap Kasus Brigadir J

Pesan Jokowi ke Polri Ungkap Kasus Brigadir J

Sumut | Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:34 WIB

Lemkapi Minta Polri Jamin Keamanan Bharada E untuk Ungkap Kasus

Lemkapi Minta Polri Jamin Keamanan Bharada E untuk Ungkap Kasus

Riau | Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:30 WIB

Soal Kasus Brigadir J, Presiden: Usut Tuntas Jangan Ragu Ungkap Kebenaran Citra Polri Harus Dijaga

Soal Kasus Brigadir J, Presiden: Usut Tuntas Jangan Ragu Ungkap Kebenaran Citra Polri Harus Dijaga

Depok | Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:22 WIB

Permintaan Kuasa Hukum Brigadir J Soal Atasan Bharada E ke Timsus Polri

Permintaan Kuasa Hukum Brigadir J Soal Atasan Bharada E ke Timsus Polri

Cianjur | Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:16 WIB

Arsul Sani Sindir Pejabat yang Dahului Polisi Soal Tersangka Anyar Kasus Brigadir J, Singgung Mahfud MD?

Arsul Sani Sindir Pejabat yang Dahului Polisi Soal Tersangka Anyar Kasus Brigadir J, Singgung Mahfud MD?

News | Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:15 WIB

Kata Jokowi Soal Kasus Brigadir J: Usut Tuntas Jangan Ragu-Ragu

Kata Jokowi Soal Kasus Brigadir J: Usut Tuntas Jangan Ragu-Ragu

Poptren | Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:10 WIB

Tiba Di Bareskrim, Pimpinan LPSK Koordinasi Dengan Timsus Bahas Permohonan JC Bharada E

Tiba Di Bareskrim, Pimpinan LPSK Koordinasi Dengan Timsus Bahas Permohonan JC Bharada E

News | Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:05 WIB

Terkini

Pasien JKN Rasakan Manfaat Radioterapi Canggih, Pelayanan Cepat dan Akses Semakin Mudah

Pasien JKN Rasakan Manfaat Radioterapi Canggih, Pelayanan Cepat dan Akses Semakin Mudah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:42 WIB

KPK Dalami Peran PT Infinity di Kasus Suap Impor Bea Cukai, Diduga Serupa Blueray Cargo

KPK Dalami Peran PT Infinity di Kasus Suap Impor Bea Cukai, Diduga Serupa Blueray Cargo

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:40 WIB

Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara

Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:40 WIB

Bongkar Jejak Sadis Taufik Hidayat! Inafis Sita Bukti dari TKP Penyekapan 3 Tahun YTR di Kontrakan

Bongkar Jejak Sadis Taufik Hidayat! Inafis Sita Bukti dari TKP Penyekapan 3 Tahun YTR di Kontrakan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:35 WIB

Pengerahan Siswa untuk Dukung MBG Dinilai Keliru, Bisa Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Pengerahan Siswa untuk Dukung MBG Dinilai Keliru, Bisa Jadi Bumerang bagi Pemerintah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:32 WIB

Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem

Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16 WIB

Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana

Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01 WIB

Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran

Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:58 WIB

Dasco Soal Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo: Bukan Lemahkan KSPI, Justru Tambah Keras ke Pemerintah

Dasco Soal Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo: Bukan Lemahkan KSPI, Justru Tambah Keras ke Pemerintah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49 WIB

Buntut Konflik dengan Ruben Onsu, Sarwendah Datangi Komnas Perempuan dan Buka Suara

Buntut Konflik dengan Ruben Onsu, Sarwendah Datangi Komnas Perempuan dan Buka Suara

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:39 WIB