Minta KADIN Ajak UMKM Gabung E-Katalog, Jokowi: Bodoh Banget Kalau Pemerintah Terus Belanja Barang Impor

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 23 Agustus 2022 | 10:47 WIB
Minta KADIN Ajak UMKM Gabung E-Katalog, Jokowi: Bodoh Banget Kalau Pemerintah Terus Belanja Barang Impor
Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada KADIN Provinsi se-Indonesia di Jakarta Timur, Selasa (23/8/2022). (YouTube Sekretariat Presiden)

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Pusat maupun Daerah untuk menggandeng pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk masuk ke ekosistem digital dan E-katalog. Ia tidak mau kalau dana APBN, APBD hingga BUMN digunakan untuk pembelian barang impor.

Jokowi menyebut sudah ada 19 juta UMKM yang masuk ke ekosistem digital dalam dua tahun terakhir. Namun jumlah itu sedikit ketimbang jumlah UMKM yang ada di Tanah Air.

"Sudah 19 juta yang sudah dua tahun ini kita ajak tapi masih totalnya masih 64 juta, kan, UMKM kita, ajak mereka semuanya," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada KADIN Provinsi se-Indonesia di Jakarta Timur, Selasa (23/8/2022).

Bukan hanya masuk ke ekosistem digital, Kepala Negara juga meminta KADIN untuk ajak UMKM masuk ke E-katalog. E-katalog merupakan aplikasi belanja online yang dikembangkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pemerintah (LKPP).

Fungsinya ialah untuk memudahkan pemerintah membeli berbagai macam produk yang dibutuhkan.

"Ini juga saya sampaikan ke ketua kadin, tugasnya kadin daerah juga sama, produk-produk unggulan yang ada di provinsi, kabupaten/kota ajak semuanya masuk ke e-katalog," ujarnya,

Jokowi mengklaim kalau e-katalog sudah lebih mudah untuk dikunjungi. Kemudahan untuk bergabung ke E-katalog tersebut diharapkan Jokowi bisa mendongkrak pembelian produk-produk dalam negeri oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Ia tidak mau kalau pemerintah pusat dan daerah menghabiskan dana APBN, APBD maupun BUMN untuk membeli barang impor.

"Sangat lucu sekali APBN yang kita collects dari pajak dari PNBP dari royalti masuk ke APBN kemudian ke luar sebagai belanja pemerintah yang dibeli barang impor. Aduh, bodoh banget kita ini kalau terus-terusan seperti itu, ndak," tegasnya.

baca juga

"Uang BUMN, uang APBN, belanja APBN, belanja APBD, dan belanja BUMN harus dan wajib beli produk dalam negeri."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dapat Bansos dari Jokowi, Buruh Cuci Setrika di Sidoarjo: Merinding Awakku

Dapat Bansos dari Jokowi, Buruh Cuci Setrika di Sidoarjo: Merinding Awakku

News | Senin, 22 Agustus 2022 | 19:41 WIB

Jokowi Serahkan 3.000 Sertifikat Tanah di Jawa Timur

Jokowi Serahkan 3.000 Sertifikat Tanah di Jawa Timur

Foto | Senin, 22 Agustus 2022 | 19:34 WIB

Jokowi Luncurkan Food Estate Berbasis Mangga dan Taksi Alsintan di Kabupaten Gresik

Jokowi Luncurkan Food Estate Berbasis Mangga dan Taksi Alsintan di Kabupaten Gresik

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2022 | 19:19 WIB

Jokowi Ultimatum Para Mafia Tanah: Kalau Masih Ada yang Main-main, Detik Ini juga Gebuk!

Jokowi Ultimatum Para Mafia Tanah: Kalau Masih Ada yang Main-main, Detik Ini juga Gebuk!

News | Senin, 22 Agustus 2022 | 16:36 WIB

Terkini

Arab Saudi Luncurkan 450 Serangan Udara ke Houthi, 7 Wilayah Yaman Hancur

Arab Saudi Luncurkan 450 Serangan Udara ke Houthi, 7 Wilayah Yaman Hancur

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:47 WIB

4 Moisturizer Fungal Acne Safe yang Tidak Memicu Bruntusan

4 Moisturizer Fungal Acne Safe yang Tidak Memicu Bruntusan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:45 WIB

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:43 WIB

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:37 WIB

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:36 WIB

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Batam | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:26 WIB

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

×