Miris! 6 Bulan Melaut Bertaruh Nyawa, Awak Kapal Perikanan Cuma Digaji Rp500 Ribu

Muhammad Yasir

Senin, 25 Mei 2026 | 16:44 WIB
Miris! 6 Bulan Melaut Bertaruh Nyawa, Awak Kapal Perikanan Cuma Digaji Rp500 Ribu
Ilustrasi- Awak kapal Indonesia terdampar di Taiwan [Foto: ANTARA]
baca 10 detik
  • DFW Indonesia menemukan banyak awak kapal menerima upah sangat rendah akibat praktik hubungan kemitraan yang tidak adil.
  • Pekerja menanggung berbagai biaya operasional dan utang bawaan yang menyebabkan pendapatan bersih jauh di bawah standar UMR.
  • Pemerintah mengakui adanya eksploitasi dalam tata kelola kerja informal dan berencana memperbaiki perlindungan hak pekerja sektor perikanan.

Suara.com - Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia mengungkap temuan mengejutkan terkait kondisi pengupahan awak kapal perikanan (AKP).

Dalam riset yang dilakukan sepanjang 2024-2025, mereka menemukan adanya awak kapal yang hanya menerima upah Rp500 ribu setelah enam bulan melaut.

Peneliti Labour Rights DFW Indonesia, Ayu Rizka, mengatakan rendahnya pendapatan tersebut berkaitan dengan praktik hubungan kerja berbasis kemitraan yang diterapkan sebagian pemilik kapal maupun penyalur tenaga kerja.

Menurutnya, skema itu membuat awak kapal haruc menanggung berbagai biaya operasional dan kebutuhan selama berlayar, sehingga upah yang diterima terus tergerus.

Salah satu temuan riset menunjukkan rata-rata pendapatan bersih awak kapal di Benoa, Bali, pada 2024 hanya sekitar Rp900 ribu per bulan. Nilai tersebut jauh di bawah upah minimum regional di berbagai daerah.

"Untuk sementara, temuan kami menunjukkan adanya praktik yang membuat pekerja menanggung berbagai biaya sebelum, selama, dan setelah melaut," ujar Ayu dalam diseminasi hasil riset pengupahan awak kapal perikanan, Senin (25/5/2026).

Peneliti DFW Indonesia, Ayu Rizka, menjelasakan hasil riset pengupahan AKP yang dilakukan rentang 2024-2025 pada Senin (25/5/2026). [Sumber: Tangkapan layar]
Peneliti DFW Indonesia, Ayu Rizka, menjelasakan hasil riset pengupahan AKP yang dilakukan rentang 2024-2025 pada Senin (25/5/2026). [Sumber: Tangkapan layar]

DFW juga mencatat terdapat tiga fase pemotongan pendapatan yang dialami awak kapal.

Sebelum berlayar, mereka harus membayar biaya calo, transportasi, perlengkapan kerja, hingga alat pelindung diri. Saat melaut, pekerja kerap mengambil kasbon untuk kebutuhan keluarga maupun konsumsi. Setelah kembali ke darat, upah yang diterima masih dipotong untuk melunasi utang tersebut.

Ayu menilai persoalan tersebut tidak lepas dari status "kemitraan" yang diterapkan dalam hubungan kerja perikanan.

baca juga

"Ada ketidakjelasan, apakah awak kapal perikanan itu diposisikan sebagai mitra atau buruh?" ungkapnya.

Menurut dia, awak kapal disebut sebagai mitra, namun dalam praktiknya dapat diberhentikan sewaktu-waktu oleh pemilik kapal.

Kondisi tersebut membuat pekerja tidak memperoleh perlindungan sebagaimana hubungan kerja formal.

Selain itu, DFW menemukan praktik monopsoni, yakni ketika pemilik kapal sekaligus menjadi pembeli tunggal hasil tangkapan. Situasi tersebut membuat harga jual ditentukan secara sepihak tanpa ruang negosiasi bagi awak kapal.

"Diekspektasikan semua awak kapal itu menyetujui (harga) sehingga memutus akses terhadap harga riil di pasar dari komoditas yang mereka tangkap," jelas Ayu.

DFW turut menyoroti sistem pengupahan di sektor perikanan yang dinilai memindahkan risiko usaha kepada pekerja. Pada sistem upah tetap, gaji pokok sering kali berada di bawah standar UMR dan tidak disertai pembayaran lembur meski jam kerja di laut dapat mencapai 16 jam per hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo: Nelayan Sulit Dapat Es Batu Apalagi Solar, Kami Buatkan SPBU Khusus Mereka

Prabowo: Nelayan Sulit Dapat Es Batu Apalagi Solar, Kami Buatkan SPBU Khusus Mereka

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:30 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Kado May Day 2026: Prabowo Ratifikasi Konvensi ILO 188 dan Targetkan 6 Juta Nelayan Sejahtera

Kado May Day 2026: Prabowo Ratifikasi Konvensi ILO 188 dan Targetkan 6 Juta Nelayan Sejahtera

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:35 WIB

Terkini

Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 2 Mahasiswa Kasus Perundungan, Salah Satunya Terancam DO

Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 2 Mahasiswa Kasus Perundungan, Salah Satunya Terancam DO

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:57 WIB

Investor Pasar Modal RI Melonjak 50%, OJK Soroti Literasi

Investor Pasar Modal RI Melonjak 50%, OJK Soroti Literasi

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:57 WIB

9 Sabun Cuci Muka Anak Usia 812 Tahun Berbahan Alami, Lembut untuk Kulit Sensitif

9 Sabun Cuci Muka Anak Usia 812 Tahun Berbahan Alami, Lembut untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:56 WIB

Dukung MotoGP Mandalika 2026, TelkomGroup Siagakan Infrastruktur Digital Berkapasitas Tinggi

Dukung MotoGP Mandalika 2026, TelkomGroup Siagakan Infrastruktur Digital Berkapasitas Tinggi

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:54 WIB

Pakaian Basic Tak Harus Membosankan, Coba Mainkan Tekstur dan Warna

Pakaian Basic Tak Harus Membosankan, Coba Mainkan Tekstur dan Warna

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Cara Pakai Retinol dan Moisturizer agar Kulit Tidak Iritasi, Ini 5 Tipsnya untuk Pemula

Cara Pakai Retinol dan Moisturizer agar Kulit Tidak Iritasi, Ini 5 Tipsnya untuk Pemula

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Sertifikasi Halal Picu Polemik, CELIOS dan CORE Indonesia Soroti Beban UMKM

Sertifikasi Halal Picu Polemik, CELIOS dan CORE Indonesia Soroti Beban UMKM

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Toyota Pamerkan Lini Ikonik AE86 Hingga Lini Gazoo Racing

Toyota Pamerkan Lini Ikonik AE86 Hingga Lini Gazoo Racing

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:42 WIB

Pernah Jadi Cawapres Pilpres 2024, Kenapa Mahfud MD Tak Ikut Gugat Ijazah Gibran?

Pernah Jadi Cawapres Pilpres 2024, Kenapa Mahfud MD Tak Ikut Gugat Ijazah Gibran?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS

Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:39 WIB

×