Mengapa Rusia Bakar Gas Alam Senilai Rp147 Miliar Setiap Hari?

Siswanto, BBC

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 16:53 WIB
Mengapa Rusia Bakar Gas Alam Senilai Rp147 Miliar Setiap Hari?
BBC

Suara.com - Matt McGrath

Koresponden lingkungan BBC News

Saat ongkos energi Eropa meroket, Rusia membakar gas alam dalam jumlah besar, menurut sebuah analisis yang dibagikan kepada BBC News.

Para pakar mengatakan gas alam yang dibakar itu awalnya akan diekspor ke Jerman.

Mereka mengatakan pabrik Rusia yang terletak di dekat perbatasan dengan Finlandia, membakar gas senilai sekitar US$10 juta (Rp147 miliar) setiap hari.

Para ilmuwan khawatir dengan volume besar karbon dioksida dan jelaga yang dihasilkan oleh pembakaran itu, yang dapat mempercepat pencairan es di Arktik.

Analisis oleh Rystad Energy menunjukkan bahwa sekitar 4,34 juta meter kubik gas dibakar setiap hari.

Gas itu berasal dari pabrik gas alam cair (LNG) baru di Portovaya, barat laut St Petersburg.

Tanda-tanda pertama bahwa ada sesuatu yang salah ditemukan warga Finlandia di perbatasan terdekat yang melihat nyala api besar di cakrawala awal musim panas ini.

baca juga

Portovaya terletak dekat dengan stasiun kompresor di awal pipa Nord Stream 1 yang membawa gas ke Jerman melalui bawah laut.

Pasokan melalui pipa telah dibatasi sejak pertengahan Juli, dengan dalih masalah teknis.

Namun Jerman mengatakan itu murni langkah politik setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Meskipun praktik membakar gas atau flaring adalah hal biasa di pabrik pengolahan - biasanya dilakukan untuk alasan teknis atau keamanan - skala pembakaran ini membingungkan para pakar.

"Saya belum pernah melihat pabrik LNG menyala begitu terang," kata Dr Jessica McCarty, seorang ahli data satelit dari Miami University di Ohio.

"Mulai sekitar bulan Juni, kami melihat puncak yang sangat besar ini, dan itu tidak hilang. Anomali itu masih sangat tinggi."

Mark Davis adalah CEO Capterio, sebuah perusahaan yang terlibat dalam menemukan solusi untuk pembakaran gas.

Dia mengatakan pembakaran gas biasanya bukan hal yang tidak disengaja dan kemungkinan besar merupakan keputusan yang dibuat untuk alasan operasional.

"Operator seringkali sangat ragu untuk benar-benar menutup fasilitas karena khawatir akan secara teknis sulit atau mahal untuk memulai lagi, dan barangkali itu yang terjadi di sini," katanya kepada BBC News.

Lainnya percaya bahwa bisa jadi ada tantangan teknis dalam menangani volume besar gas yang selama ini dipasok ke pipa Nord Stream 1.

Perusahaan energi Rusia Gazprom mungkin berniat menggunakan gas itu untuk membuat LNG di pabrik baru, tapi mungkin mengalami masalah dalam menanganinya dan pilihan teraman adalah membakarnya.

Bisa juga ini adalah akibat embargo perdagangan Eropa dengan Rusia sebagai respons atas invasi Ukraina.

"Pembakaran jangka panjang semacam ini mungkin berarti bahwa mereka kehilangan beberapa peralatan," kata Esa Vakkilainen, seorang profesor teknik energi dari Universitas LUT Finlandia.

"Jadi, karena embargo perdagangan dengan Rusia, mereka tidak bisa membuat katup berkualitas tinggi yang dibutuhkan dalam pemrosesan minyak dan gas. Jadi barangkali ada beberapa katup yang rusak dan mereka tidak bisa menggantinya."

Gazprom perusahaan raksasa energi yang dikendalikan pemerintah Rusia dan pemilik pabrik tersebut - belum menanggapi permintaan komentar tentang pembakaran itu.

Biaya keuangan dan lingkungan meningkat setiap hari suar terus menyala, kata para ilmuwan.

"Meskipun alasan pasti untuk pembakaran itu tidak diketahui, volume, emisi, dan lokasi pembakaran adalah pengingat yang nyata akan dominasi Rusia di pasar energi Eropa," kata Sindre Knutsson dari Rystad Energy.

"Tidak ada sinyal yang lebih jelas - Rusia dapat menurunkan harga energi besok. Ini adalah gas yang seharusnya diekspor melalui Nord Stream 1 atau jalur alternatif."

Harga energi di seluruh dunia naik tajam seiring karantina wilayah akibat Covid dicabut dan ekonomi kembali normal.

Banyak tempat kerja, industri, dan rekreasi tiba-tiba membutuhkan lebih banyak energi pada saat yang sama, memberikan tekanan yang begitu besar pada pemasok.

Harga naik lagi pada Februari tahun ini, menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

Pemerintah Eropa mencari cara untuk mengimpor lebih sedikit energi dari Rusia, yang sebelumnya memasok 40% gas yang digunakan di UE.

Harga untuk sumber gas alternatif naik sebagai hasilnya, dan beberapa negara Uni Eropa - seperti Jerman dan Spanyol - sekarang mulai menerapkan langkah-langkah penghematan energi.

Dampak lingkungan dari pembakaran itu membuat para ilmuwan khawatir.

Menurut para peneliti, pembakaran jauh lebih baik daripada sekadar melepaskan metana yang merupakan bahan utama dalam gas bumi, dan merupakan agen pemanasan iklim yang sangat kuat.

Rusia punya riwayat membakar gas - menurut Bank Dunia, Rusia adalah negara nomor satu dalam hal volume pembakaran.

Namun selain melepaskan sekitar 9.000 ton ekuivalen CO2 setiap hari, pembakaran tersebut menyebabkan masalah signifikan lainnya.

Karbon hitam adalah nama yang diberikan kepada partikel jelaga yang dihasilkan melalui proses pembakaran yang tidak lengkap terhadap bahan bakar seperti gas alam.

"Yang menjadi perhatian khusus dengan pembakaran di garis lintang Arktik adalah pengangkutan karbon hitam yang dipancarkan ke utara tempat bahan itu mengendap di salju dan es dan secara signifikan mempercepat pelelehan," kata Prof Matthew Johnson, dari Carleton University di Kanada.

"Beberapa perkiraan yang sudah banyak dikutip para ilmuwan menempatkan flaring sebagai sumber dominan pengendapan karbon hitam di Arktik dan setiap peningkatan pembakaran di wilayah ini khususnya sangat tidak dinantikan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fasilitas Gas Alam AS Diduga Diserang Drone Iran, Donald Trump: Saatnya Pembalasan!

Fasilitas Gas Alam AS Diduga Diserang Drone Iran, Donald Trump: Saatnya Pembalasan!

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:21 WIB

KPK Tuntut Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso 5 Tahun Penjara di Kasus Jual Beli Gas

KPK Tuntut Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso 5 Tahun Penjara di Kasus Jual Beli Gas

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:56 WIB

Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?

Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB

Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh

Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:11 WIB

Qatar Stop Produksi LNG Usai Diserang Drone Iran, Harga Gas Eropa Meroket 54 Persen

Qatar Stop Produksi LNG Usai Diserang Drone Iran, Harga Gas Eropa Meroket 54 Persen

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:36 WIB

Kontrak Buta LNG Rp 192 Triliun: KPK Jebloskan 2 Mantan Direktur Pertamina

Kontrak Buta LNG Rp 192 Triliun: KPK Jebloskan 2 Mantan Direktur Pertamina

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 20:22 WIB

Emiten CGAS Bidik Pendapatan Rp 150 Miliar per Tahun dari Fasilitas Baru di Gresik

Emiten CGAS Bidik Pendapatan Rp 150 Miliar per Tahun dari Fasilitas Baru di Gresik

Bisnis | Rabu, 30 Juli 2025 | 10:33 WIB

Potensi Gas Alam Gantikan Peran Batu Bara dan Minyak Bumi, Pakar Singgung Manfaat dan Risikonya

Potensi Gas Alam Gantikan Peran Batu Bara dan Minyak Bumi, Pakar Singgung Manfaat dan Risikonya

News | Jum'at, 30 Mei 2025 | 16:06 WIB

Permintaan LNG Global Meningkat, Jadi Potensi Bisnis Terminal Receiving LNG

Permintaan LNG Global Meningkat, Jadi Potensi Bisnis Terminal Receiving LNG

Bisnis | Jum'at, 21 Juni 2024 | 08:11 WIB

Jualan Gas PGN Melonjak di 2023, Tapi Laba Menurun 14,7 Persen

Jualan Gas PGN Melonjak di 2023, Tapi Laba Menurun 14,7 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Maret 2024 | 12:14 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×