"Siapa yang bekerja dan mengangkat harkat martabat bangsa, di situ rakyat memberikan apresiasi. Itulah yang nanti bakal dinilai oleh Ibu Megawati," kata Hasto.
![Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra) Prabowo Subinato (kiri) bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan) berjabat tangan usai mendaftarkan partainya masing-masing sebagai Calon Peserta Pemilu tahun 2024 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/08/08/88133-prabowo-subianto-dan-muhaimin-iskandar.jpg)
Asal Tak Campuri Kewenangan Prabowo dan Cak Imin
Jazilul sebelumnya, mengaku pihaknya tidak masalah, apabila ke depan PDIP bergabung di koalisi Gerindra-PKB.
Tetapi Jazilul memberikan catatan bahwa bergabungnya PDIP atau partai lain jangan sampai mengubah kesepakatan antara Gerindra dan PKB.
"Asal jangan mengubah-ubah yang sudah ada. Kan merapat bagus, namanya silaturahmi," ujar Jazilul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat.
PKB sendiri penasaran, siapa figur yang akan diusung PDIP menjadi kandidat capres atau cawapres.
"Kami bahkan menunggu, ingin tahu siapa sih sebenarnya yang mendapatkan mandat dari PDIP untuk maju," kata Jazilul.
Kendati begitu, Jazilul menegaskan, bergabungnya PDIP atau partai lain di koalisi Gerindra-PKB, tidak boleh mengutak-ngatik konfigurasi capres dan cawapres yang kewenangannya berada di tangan Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
"Jangan mengubah kesepakatan bahwa presiden dan calon presiden ditentukan bersama Pak Prabowo dan Gus Muhaimin, gitu. Iya ikutin itu," kata Jazilul.
Ada Peluang PDIP Bergabung
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa ada kemungkinan bagi PDI Perjuangan untuk masuk ke koalisi Gerindra-PKB, seiring rencana pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Puan Maharani pada akhir pekan ini.
Kemungkinan bergabungnya PDIP ke koalisi itu, kata Dasco karena baik Gerindra maupun PKB tidak menutup pintu koalisi.
"Masalah kemungkinan untuk gabung koalisi Gerindra-PKB ya itu kemungkinan ada saja karena kan memang Gerindra-PKB tidak menutup pintu koalisi," kata Dasco dihubungi, Kamis (1/9/2022).

Sementara itu, perihal pertemuan pada Minggu ini, Dasco menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan rangkaian safari politik Puan ke para ketua umum partai politik.
Ia berharap pertemuan Prabowo dengan Ketua DPP PDIP tersebut berjalan lancar.
"Iya itu kan pertemuan, itu pertemuan safari politik Mba Puan ke semua partai termasuk Gerindra. Harapannya ya pertemuan berjalan dengan lancar," kata Dasco.
Hitung-hitungan jadi Rumit
Wakil Sekretaris Jenderal PKB Syaiful Huda sebelumnya mengakui hitung-hitungan menyoal urusan calon presiden dan calon wakil presiden dari koalisi Gerindra-PKB akan makin rumit, jika PDI Perjuangan turut gabung koalisi.
Baik Gerindra atau PDIP merupakan dua partai papan atas. Di mana Huda sebelumnya berharap papan partai atas dapat menginisiasi pembentukan koalisi baru.
"Kemungkinan konfigurasinya agak rumit ya. Mau gak, misalnya secara suara Gerindra kan di bawah PDIP, kira kira kan begitu. Itu agak rumit tuh konfigurasinya. Kedua belah pihak," kata Huda di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (1/9/2022).
Diketahui sejauh ini antara Gerindra dan PKB masing-masing memiliki hajat untuk mengusung ketua umum mereka masing-masing jadi capres di 2024, Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Dengan masuknya PDIP tentu hitung-hitungan terkait capres dan cawapres butuh pertimbangan lebih banyak dan mendalam. Mengingat PDIP saat ini disebut-sebut tengah menyiapkan Puan Maharani sebagai capres yang akan mereka usung.
"Masih butuh diskusi panjang menurut saya, saat yang sama kan Gerindra, Pak Prabowo ingin jadi capres," kata Huda.
Menurut Huda, jikapun ada penambahan partai baru yang bergabung di koalisi Gerindra-PKB, ia berharap partai tersebut berasal dari papan menengah, bukan papan atas laiknya PDIP.
"Kalau yang logis kan mengajak partai menengah. Iya, pasti rumit, fatsun politik nya agak susah (jika PDIP gabung)," kata Huda.