Dipakai Buat Periksa Ferdy Sambo cs, Pakar Ungkap Psikopat hingga Intelijen Bisa Lolos dari Lie Detector

Dany Garjito | Elvariza Opita | Suara.com

Kamis, 08 September 2022 | 17:59 WIB
Dipakai Buat Periksa Ferdy Sambo cs, Pakar Ungkap Psikopat hingga Intelijen Bisa Lolos dari Lie Detector
Tersangka Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). [Suara.com/Alfian Winnato]

Suara.com - Polisi turut menggunakan lie detector sebagai bagian dari pengusutan kasus penembakan Brigadir J. Adalah alat bernama polygraph yang digunakan dan belakangan sudah terungkap hasilnya untuk beberapa tersangka. Disebutkan bahwa tersangka Bharada E, Bripka RR, dan KM tidak terdeteksi berbohong.

Hasil ini menimbulkan beragam pendapat, termasuk soal akurasi alatnya. Praktisi lie detector, Handoko Gani, menyatakan bahwa alat seperti poligraf memiliki tingkat akurasi sampai hampir 100 persen.

"Kalau kita berbicara kisaran poligraf dan LPA, itu sekitar 93, 95, sampai 97," jelas Handoko di acara Apa Kabar Indonesia Pagi yang ditayangkan di kanal YouTube tvOneNews, dikutip Suara.com, Kamis (8/9/2022).

Namun meski tingkat akurasinya tinggi, ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi hasil deteksi dengan poligraf tersebut. Bahkan, ditegaskan Handoko, ada beberapa metode yang bisa diajarkan untuk mengelabui pengujian dengan lie detector.

"Ini tentang kredibilitas dari setiap alat, (tapi) ada pengajar yang mengajarkan bagaimana caranya meng-counter lie detector. Pengetahuan saya (biasanya) memang untuk intelijen, mereka juga diajarkan cara untuk lolos dari poligraf itu," tutur Handoko.

Meski begitu, kebanyakan orang awam tidak akan semudah itu lolos ketika diuji dengan lie detector, sekalipun mereka diklaim sudah terbiasa berbohong. Justru, menurut Handoko, orang-orang dengan sifat seperti psikopat lah yang akan sulit dideteksi dengan lie detector.

"Masyarakat berpikir bahwa orang yang sering berbohong itu pasti lolos lie detector, tidak, salah. Yang bisa lolos itu salah satunya adalah psikopat," kata Handoko.

"Yang dengan kata lain mereka tidak bisa membedakan antara realita dan rekayasa, realitas dengan kebohongan atau imajinasi, itu dia bisa lolos. Kita istilahkan ini konslet," lanjutnya.

Menurut Handoko, diperlukan kerjasama banyak organ di bawah komando otak ketika seseorang berbohong. Biasanya alat lie detector mampu mendeteksi dari apa yang disiratkan otak seseorang.

"Nah selama masih pathological liar itu masih bisa, artinya masih ada hati nurani. Jadi dia tahu dia berbohong tapi tidak bisa menahan, nah ini masih bisa terdeteksi karena otak ini tetep menyatakan kita sedang berbohong," pungkas Handoko.

Kata Kadiv Humas Polri soal Hasil Lie Detector terhadap Putri Candrawathi

Putri Candrawathi (Instagram/rumpi_gosip)
Putri Candrawathi (Instagram/rumpi_gosip)

Tersangka Putri Candrawathi juga ikut menjalani tes dengan lie detector seperti para tersangka lain. Selain Putri, asisten rumah tangga (ART)-nya yakni Susi juga diperiksa dengan alat yang sama di Puslabfor di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Lantas seperti apa hasil pemeriksaan dengan lie detector tersebut? Dedi Prasetyo selaku Kadiv Humas Polri menyatakan tak bisa mengungkap hasilnya dengan alasan pro justitia.

"Hasil lie detector atau poligraf yang sudah dilakukan terhadap saudari PC dan juga saudari S, sama. Setelah saya berkomunikasi dengan Puslabfor dan operator poligraf, hasil lie detector itu adalah pro justitia," tutur Dedi.

Dengan kata lain, hasil pemeriksaan dengan lie detector merupakan materi penyidikan dan langsung diserahkan kepada pihak berwenang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Besok, Polri Gelar Sidang Etik AKBP Jerry Raymond Siagian Terkait Kasus Ferdy Sambo

Besok, Polri Gelar Sidang Etik AKBP Jerry Raymond Siagian Terkait Kasus Ferdy Sambo

Jakarta | Kamis, 08 September 2022 | 17:46 WIB

Ini Dia Hasil Lie Detector Putri Candrawathi, Jujur atau Bohong?

Ini Dia Hasil Lie Detector Putri Candrawathi, Jujur atau Bohong?

| Kamis, 08 September 2022 | 16:55 WIB

Janji Manis Ferdy Sambo kepada Bharada E setelah Habisi Nyawa Brigadir J: akan Beri Perlindungan

Janji Manis Ferdy Sambo kepada Bharada E setelah Habisi Nyawa Brigadir J: akan Beri Perlindungan

| Kamis, 08 September 2022 | 16:27 WIB

6 Anggota Polri yang Dipecat Usai Terlibat Kasus Ferdy Sambo, Ada Lulusan Terbaik Akpol

6 Anggota Polri yang Dipecat Usai Terlibat Kasus Ferdy Sambo, Ada Lulusan Terbaik Akpol

News | Kamis, 08 September 2022 | 15:51 WIB

Akui Kena Prank, Kapolri Sebut Ferdy Sambo Bersumpah dan Ngotot Tembak-menembak Tewaskan Brigadir J

Akui Kena Prank, Kapolri Sebut Ferdy Sambo Bersumpah dan Ngotot Tembak-menembak Tewaskan Brigadir J

News | Kamis, 08 September 2022 | 16:01 WIB

Terkini

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:28 WIB

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:13 WIB

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:09 WIB

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:08 WIB

Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:03 WIB

Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:01 WIB

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:47 WIB

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:46 WIB

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:36 WIB

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:30 WIB