Amputasi Kaki Sudah Terjadi 31 Ribu Tahun Lalu, Buktinya Ada di Kalimantan

Siswanto, ABC

Jum'at, 09 September 2022 | 12:18 WIB
Amputasi Kaki Sudah Terjadi 31 Ribu Tahun Lalu, Buktinya Ada di Kalimantan
Ilustrasi (Pixabay)

"Jadi dari tahun 2014 sampai 2019 dipertanyakan di Indonesia lukisan gua ini kok umurnya tua sekali," kata Adhi yang sekarang melanjutkan pendidikan doktoral di Griffith University namun berbasis di Jakarta.

"Peneliti sebelumnya memperkirakan lukisan gua tersebut berasal dari zaman lain," katanya.

"Sekarang dengan penemuan kubur di Liang Tebo ini sudah ada bukti bahwa manusia yang hidup satu zaman dengan lukisan gua tersebut."

Selain itu menurut Adhi Agus, penemuan mengenai tindakan amputasi tersebut memperkokoh pendapat jika orang di Nusantara dulu bisa mengobati orang lain.

Namun siapa yang menguburkan fosil tersebut masih menjadi misteri.

Para arkeolog sebelumnya sudah banyak menemukan berbagai artefak seperti peralatan dari batu, namun fosil manusia jarang sekali ditemukan.

Ini disebabkan karena kawasan tersebut adalah daerah tropis di mana mayat bisa rusak dengan cepat atau dimakan serangga sebelum berhasil ditemukan.

Bahkan bila dikuburkan di bagian kawasan bebatuan yang lebih terlindungi dan lebih dingin, hal tersebut bukanlah hal yang ideal.

Ini disebabkan karena keasaman tanah, disebabkan karena kotoran dari kelelawar yang tinggal di dalam gua-gua tersebut.

baca juga

Penggalian di tahun 2020

Jadi di tahun 2020, ketika ditemukannya fosil dari manusia tersebut, kemungkinan berusia 20 tahun, Dr Maloney dan para peneliti lain dari Australia dan Indonesia menduga mereka menemukan seseorang yang berasal dari tahun yang sama dengan mereka yang melukis gua.

Pengecekan sedimen di sekitar penemuan, serta dari salah satu gigi manusia tersebut menunjukkan ia hidup sekitar 31 ribu tahun lalu.

Ini tidak saja konsisten dengan lukisan gua dan penemuan barang-barang seni di kawasan tersebut, namun juga pemakaman manusia modern tertua di Asia Tenggara.

Ketika para arkeolog melakukan penggalian dengan hati-hati mereka menemukan bahwa yang hilang adalah bagian bawah kaki kirinya.

Bagian yang masih ada tampak seperti telah dipotong dengan benda tajam namun keadaannya masih bagus.

Hal ini menunjukkan amputasi mungkin dilakukan antara enam sampai delapan tahun sebelum orang ini meninggal, yang artinya terjadi ketika masih kanak-anak atau remaja.

Menurut Dr Maloney, bentuk tulang fosil tersebut berbeda dibandingkan misalnya bagian kaki yang digigit binatang atau terhimpit batu.

"Biasanya ketika tulang retak karena kejatuhan batu atau misalnya digigit binatang, seperti buaya, bentuknya tidak sama dengan apa yang kami temukan dari fosil di Liang Tebo," katanya.

Namun mengenai apa yang digunakan untuk melakukan amputasi masih belum diketahui.  

Besar kemungkinan adalah potongan batu yang tajam, kata Renaud Joannes-Boyau pakar dari Southern Cross University yang melakukan penentuan usia fosil tersebut.

"Sudah pernah ditemukan peralatan batu dari zaman pra sejarah yang begitu tajamnya, yang bisa dengan gampang melukai badan kita."

"Dan kalau kita harus memotong bagian sendi atau antar tulang, maka besar kemungkinan diperlukan peralatan lainnya juga.

"Tetapi kami tidak mengetahui dengan pasti peralatan apa yang digunakan."

Lebih banyak lagi yang bisa terungkap

Di saat manusia yang tinggal di Liang Tebo tersebut hidup dan meninggal, dunia berada di zaman es dengan permukaan laut lebih rendah dibandingkan sekarang sehingga banyak pulau di Asia Tenggara saling bersatu.

Dalam waktu bersamaan di Eropa, ada juga bukti tindakan amputasi jari tangan namun dengan alasan berbeda.

Menurut arkeolog dari La Trobe University di Melbourne, Andy Herries, tapi tidak ikut dalam penelitian di Liang Tebo, di kawasan selatan Polandia bernama Oblazowa ditemukan beberapa jari tangan tanpa potongan tubuh lain.

"Ini sudah diduga oleh mereka yang menemukan sebagai bukti adanya jari tangan yang diamputasi," katanya.

Tetapi katanya, kalau memang itu kemungkinan terbesarnya, "mereka melakukannya untuk alasan yang sangat berbeda, mungkin melakukan untuk alasan simbolis".

"Apa yang  terjadi di Liang Tebo tampaknya tindakan untuk menyelamatkan hidup dan ini adalah bukti pertama yang kita dapatkan mengenai intervensi medis dalam tingkat secanggih ini."

Menurut Dr Joannes-Boyau, para peneliti masih akan terus mendalami penemuan fosil tersebut untuk menentukan pasti berapa usianya ketika orang tersebut diamputasi, dengan melakukan penelitian lebih mendalam terhadap giginya.

Dan para arkeolog yang dipimpin oleh Profesor Maxime Aubert dari Griffith Universitas masih terus melakukan penggalian di Liang Tebo dan berharap menemukan temuan bersejarah baru.

"Kami akan melakukan lebih banyak penggalian juga lebih dalam ke dasar gua, dan lebih luas juga, kami berharap akan menemukan banyak hal baru," kata Profsor Aubert.

Laporan tambahan oleh Sastra Wijaya

S imak artikelnya dalam bahasa Inggris di ABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Tubuh Balita Dipenuhi Cacing hingga Meninggal Dunia, Ini Bahaya Parasit Cacing Bagi Manusia!

Viral Tubuh Balita Dipenuhi Cacing hingga Meninggal Dunia, Ini Bahaya Parasit Cacing Bagi Manusia!

Lifestyle | Rabu, 20 Agustus 2025 | 15:47 WIB

Misteri di Balik Pembunuhan Mengerikan di Jombang, Kepala Korban Ditemukan Terpisah

Misteri di Balik Pembunuhan Mengerikan di Jombang, Kepala Korban Ditemukan Terpisah

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 06:10 WIB

Nekat Nyebur Meski Tak Bisa Berenang, Psikolog Forensik Jelaskan Penyebab 7 Remaja yang Tewas di Kali Bekasi

Nekat Nyebur Meski Tak Bisa Berenang, Psikolog Forensik Jelaskan Penyebab 7 Remaja yang Tewas di Kali Bekasi

News | Selasa, 24 September 2024 | 04:55 WIB

Hati-hati! Tubuh Manusia Punya Arus Listrik hingga 3.500 Volt, Ini Cara Mencegahnya

Hati-hati! Tubuh Manusia Punya Arus Listrik hingga 3.500 Volt, Ini Cara Mencegahnya

Video | Minggu, 19 Mei 2024 | 11:05 WIB

Dialami Dorman Borisman Sebelum Meninggal, Ini Sebab Diabetes Bikin Kaki Diamputasi

Dialami Dorman Borisman Sebelum Meninggal, Ini Sebab Diabetes Bikin Kaki Diamputasi

Health | Rabu, 08 Mei 2024 | 09:55 WIB

Ungkap 699 Kasus TPPO, Bareskrim Polri Tangkap 829 Tersangka

Ungkap 699 Kasus TPPO, Bareskrim Polri Tangkap 829 Tersangka

News | Kamis, 20 Juli 2023 | 17:39 WIB

Ulasan Bicara Tubuh: Buku yang Mengajak Kita untuk Berterima Kasih pada Tubuh

Ulasan Bicara Tubuh: Buku yang Mengajak Kita untuk Berterima Kasih pada Tubuh

Your Say | Rabu, 19 Juli 2023 | 13:04 WIB

Polisi Ungkap Identitas Jenazah Mutilasi di Solo dan Sukoharjo: Ada Tato Gambar Naga

Polisi Ungkap Identitas Jenazah Mutilasi di Solo dan Sukoharjo: Ada Tato Gambar Naga

Video | Rabu, 24 Mei 2023 | 17:30 WIB

7 Fakta Temuan Potongan Tubuh Manusia di Solo, Inilah Ciri-ciri Korban

7 Fakta Temuan Potongan Tubuh Manusia di Solo, Inilah Ciri-ciri Korban

News | Senin, 22 Mei 2023 | 18:57 WIB

Misteri DNA: Keajaiban Kompleksnya Tubuh Makhluk Hidup

Misteri DNA: Keajaiban Kompleksnya Tubuh Makhluk Hidup

Your Say | Selasa, 02 Mei 2023 | 15:58 WIB

Terkini

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:34 WIB

Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi

Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:27 WIB

Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap

Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:18 WIB

Dunia Pelototi Kasus Pembunuhan Jurnalis Rico Pasaribu: Investigasi Bongkar Kejanggalan Serius

Dunia Pelototi Kasus Pembunuhan Jurnalis Rico Pasaribu: Investigasi Bongkar Kejanggalan Serius

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:06 WIB

DPRD DKI Gelar Rapat Paripurna HUT ke-499 Kota Jakarta

DPRD DKI Gelar Rapat Paripurna HUT ke-499 Kota Jakarta

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:04 WIB

Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Memperkeruh Situasi Nasional, Komunikasi Presiden Ikut Tersorot

Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Memperkeruh Situasi Nasional, Komunikasi Presiden Ikut Tersorot

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:02 WIB

PKB Heran Jokowi Mendadak Lempar Wacana Prabowo-Gibran 2 Periode: Kemajon!

PKB Heran Jokowi Mendadak Lempar Wacana Prabowo-Gibran 2 Periode: Kemajon!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:00 WIB

Kado HUT Jakarta ke-499, Stasiun KRL JIS Resmi Beroperasi!

Kado HUT Jakarta ke-499, Stasiun KRL JIS Resmi Beroperasi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 16:42 WIB

Langkah Tak Biasa Kapolri Listyo, Ziarah ke Makam Gus Dur hingga Soeharto Jadi Sorotan

Langkah Tak Biasa Kapolri Listyo, Ziarah ke Makam Gus Dur hingga Soeharto Jadi Sorotan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 16:40 WIB

Mencekam! Detik-detik BMW Listrik Diamuk Warga di Jakbar, Nekat Tancap Gas Meski Dihadang Barrier

Mencekam! Detik-detik BMW Listrik Diamuk Warga di Jakbar, Nekat Tancap Gas Meski Dihadang Barrier

News | Senin, 22 Juni 2026 | 16:35 WIB