Alasan Daya Listrik Rumah Warga Miskin Bakal 'Meledak' dari 450 VA Jadi 900 VA

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Rabu, 14 September 2022 | 11:59 WIB
Alasan Daya Listrik Rumah Warga Miskin Bakal 'Meledak' dari 450 VA Jadi 900 VA
Fakta daya listrik rumah warga miskin dinaikkan dari 450 VA jadi 900 VA (Dok. PLN)

Suara.com - Pemerintah dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia memutuskan menghapus daya listrik 450 volt ampere untuk rumah tangga. Kebijakan daya listrik rumah warga miskin dinaikkan dari 450 VA jadi 900 VA ini pun langsung menuai kontroversi.

Ketua Badan Anggaran Said Abdullah mengatakan kenaikan ini justru sebagai bentuk membela orang miskin. Ini agar ketika mereka mencuci dengan mesin cuci, tidak perlu mematikan kulkas atau mesin lain di rumah karena kondisi listrik yang tidak cukup.

Sedangkan mengenai biaya, Said berharap PLN tidak mengenakan tarif tambahan ke masyarakat dengan adanya kenaikan daya tersebut. PLN diminta cukup mengoperasikan meteran untuk mengubah daya saja.

Said menjelaskan bahwa latar belakang adanya kenaikan daya listrik ini agar mampu mendorong konsumsi listrik rumah tangga. Kenaikan daya juga dianggapnya tidak akan jadi masalah karena warga miskin akan mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Maka dengan adanya kebijakan tersebut, permintaan akan naik dan over supply listrik berkurang.

Alasan lain di balik kebijakan menaikan daya listrik rumah warga miskin karena gagasan pemberian kompir listrik. Diketahui Menteri BUMN Erick Thohir bakal membagi-bagikan kompor listrik ke masyarakat kurang mampu demi mengurangi ketergantungan terhadap minyak.

Kebijakan ini juga diterapkan setelah belajar dari subsidi BBM yang salah sasaran. Pertalite dan Solar contohnya, banyak diminati masyarakat mampu bahkan oleh perusahaan. Selaras dengan gas elpiji 3 kilogram yang dinikmati masyarakat mampu.

Kenaikan Tarif Listrik Sebelum Kebijakan Ini Muncul

Sebelum adanya kebijakan penghapusan daya 450 VA, PLN telah menaikkan tarif beberapa golongan listrik. Terdapat 5 golongan pelanggan PLN yang terkena kenaikan listrik. Berikut datanya:

  1. Golongan R2 (rumah tangga) dengan daya 3.500 VA - 5.500 VA  tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh dengan kenaikan rekening rata-rata Rp111.000 per bulan.

  2. Golongan R3 (rumah tangga) dengan daya 6.600 VA ke atas, tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh dengan kenaikan rekening rata-rata Rp346.000 per bulan.

  3. Golongan P1 (pemerintah) dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA  tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh dengan kenaikan rekening rata-rata Rp978.000 per bulan.

  4. Golongan P3 (pemerintah) tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh dengan kenaikan rekening rata-rata Rp271.000 per bulan

  5. Golongan P2 dengan daya di atas 200 kVA maka penyesuaian tarifnya dari Rp1.114,74 per kWh menjadi Rp1.522,88 per kWh dengan kenaikan rekening rata-rata Rp38,5 juta per bulan.

Oleh karena itu, Pemerintah dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia memutuskan untuk menaikkan daya listrik masyarakat menjadi 900 VA. Masyarakat dapat menggunakan kompor listrik untuk kebutuhan sehari-hari.

Pemberian subsidi listrik ini berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 29 Tahun 2016 tentang Mekanisme Pemberian Subsidi Tarif Tenaga Listrik untuk Rumah Tangga.

Berdasarkan aturan tersebut, subsidi listrik hanya diberikan kepada pelanggan rumah tangga dengan daya listrik 450 VA dan 900 VA untuk masyarakat pra-sejahtera yang masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DKTS).

Kontributor : Annisa Fianni Sisma

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erick Thohir Minta Petinggi Hingga Karyawan BUMN Beralih Gunakan Kendaraan Listrik

Erick Thohir Minta Petinggi Hingga Karyawan BUMN Beralih Gunakan Kendaraan Listrik

Bisnis | Rabu, 14 September 2022 | 11:56 WIB

Kritik Habis Rencana Pemerintah Hapus Daya Listrik 450 VA, Mulyanto PKS: Jangan Subsidinya Ikut Dihapus!

Kritik Habis Rencana Pemerintah Hapus Daya Listrik 450 VA, Mulyanto PKS: Jangan Subsidinya Ikut Dihapus!

News | Rabu, 14 September 2022 | 11:39 WIB

Kebijakan Penghapusan Listrik 450 VA Bagi Warga Miskin Dinilai Bukan Solusi

Kebijakan Penghapusan Listrik 450 VA Bagi Warga Miskin Dinilai Bukan Solusi

Bekaci | Rabu, 14 September 2022 | 10:23 WIB

Honda Akan Hadirkan 10 Model Sepeda Motor Listrik

Honda Akan Hadirkan 10 Model Sepeda Motor Listrik

| Rabu, 14 September 2022 | 08:55 WIB

Dengar Listrik Kaum Miskin 450 VA Bakal Dihapus, Warga Bogor: Harus Minta Tolong ke Siapa

Dengar Listrik Kaum Miskin 450 VA Bakal Dihapus, Warga Bogor: Harus Minta Tolong ke Siapa

Bogor | Rabu, 14 September 2022 | 08:52 WIB

Terpopuler: Bungkus Rokok di Meja Anya Geraldine dan Enzy Storia, Listrik Kaum Miskin 450 VA Bakal Dihapus

Terpopuler: Bungkus Rokok di Meja Anya Geraldine dan Enzy Storia, Listrik Kaum Miskin 450 VA Bakal Dihapus

Bekaci | Rabu, 14 September 2022 | 08:38 WIB

Terkini

Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:25 WIB

Gedung Putih Tak Pasang Target Akhiri Perang Iran, Minta Dana Tambahan Rp3.394 Triliun

Gedung Putih Tak Pasang Target Akhiri Perang Iran, Minta Dana Tambahan Rp3.394 Triliun

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:25 WIB

Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Dibangun Dengan Kepedulian

Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Dibangun Dengan Kepedulian

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:23 WIB

Waketum MUI Cholil Nafis Imbau Umat Islam Hormati Nyepi, Takbir Tak Pakai Pengeras Berlebihan

Waketum MUI Cholil Nafis Imbau Umat Islam Hormati Nyepi, Takbir Tak Pakai Pengeras Berlebihan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:05 WIB

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 22:10 WIB

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:55 WIB

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:50 WIB

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:25 WIB

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:51 WIB