Ini Gejala Keracunan Parasetamol, Diduga Penyebab Puluhan Anak di Gambia Meninggal

Chyntia Sami Bhayangkara

Minggu, 18 September 2022 | 07:50 WIB
Ini Gejala Keracunan Parasetamol, Diduga Penyebab Puluhan Anak di Gambia Meninggal
Ilustrasi Anak Sakit - Gejala Keracunan Parasetamol (Pexels)

Suara.com - Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, lebih dari 28 anak di Gambia, Afrika Barat dilaporkan tewas akibat gagal ginjal. Adapun penyebabnya diduga setelah mengonsumsi  sirup parasetamol yang digunakan sebagai obat sakit deman. Untuk mengantisipasinya, orang tua wajib mengenali gejala keracunan Parasetamol pada anak sejak dini. 

Meski demikian, WHO sebelumnya menyebut bahwa kecil kemungkinan penyebab dari meninggalnya puluhan anak di Gambia tersebur terkait dengan paracetamol. Akan tetapi tetap harus memerlukan penyelidikan yang lebih lanjut. 

Atas terjadinya kematian masal itu, saat ini tengah dilakukan upaya penyelidikan. Otoritas kesehatan Gambia mengungkapkan bahwa penyakit yang menyebabkan kematian tersebut seringkali mempunyai lebih dari satu penyebab. Ada pula yang menyebut kemungkinan dikarenakan oleh bakteri E coli. 

Apa itu Parasetamol? 

Parasetamol atau sering dikenal dengan acetaminophen, merupakan sebuah obat yang biasanya digunakan untuk membantu mengobati rasa sakit serta menurunkan suhu tinggi. 

Umumnya, Parasetamol tersedia dalam bentuk tablet dan juga kapsul. Bagi sebagian orang yang sulit untuk menelan tablet atau kapsul, parasetamol juga sudah tersedia dalam bentuk sirup dan tablet larut sehingga dapat dilarutkan dalam air untuk kemudian dijadikan minuman. 

Obat ini biasanya dapat dengan mudah ditemukan karena dijual bebas di pasaran. Namun, ada pula penggunaan parasetamol yang harus memerlukan resep dokter. Menurut laporan, lebih dari 600 jenis obat mengandung parasetamol termasuk obat untuk bayi, anak-anak, dan juga orang dewasa. 

Saat mengonsumsi Parasetamol harus memperhatikan takarannya. Dosis biasa bagi orang dewasa yakni satu atau dua tablet 500mg sampai empat kali dalam sehari. Kelebihan dalam mengonsumsi parasetamol dapat menimbulkan efek samping yang serius seperti keracunan. 

Selain itu, beberapa orang juga mungkin memiliki tingkat sensitifitas yang cenderung tinggi terhadap zat tertentu di dalam kandungan obat. Sehingga, ketika komsumsi parasetamol dalam dosis normal pun juga dapat mengakibatkan keracunan. 

baca juga

Gejala Keracunan Parasetamol 

Saat mengalami keracunan akibat kelebihan mengonsumsi parasetamol, Anda mungkin akan mengalami berbagai gejala yang sering terjadi berikut: 

  • Hilangnya nafsu makan 
  • Mual 
  • Muntah 
  • Badan terasa tidak enak 
  • Sakit perut terutama pada sisi kanan atas 

Dalam kasusnya, sebagian besar orang yang mengalami keracunan parasetamol dapat ditangani. Jika Anda tengah mengalami gejala keracunan maka Anda harus menjalani perawatan di rumah sakit. Untuk dapat mengecek kadar parasetamol yang ada di dalam tubuh Anda dokter akan melakukan tes darah. Tes lainnya juga akan dilakukan untuk pemeriksaan hati. 

Penyebab Keracunan Parasetamol pada Anak-anak 

Anak-anak akan mengalami keracunan atau overdosia parasetamol karena mereka terlalu banyak mengonsumsinya dalam satu waktu sekaligus. Penyebab lain  juga timbul saat anak-anak mengonsumsi lebih dari satu jenis obat yang di dalamnya mengandung parasetamol. Faktor lainnya yang juga sering terjadi yakni salah menakar dosis parasetamol. 

Sehingga, dalam penggunaanbya parasetamol cair akan diberikan sepaket dengan sendok takar agar menghindari terjadinya salah dosis. Akan tetapi, seiring dengan waktu banyak orangtua yang tidak menggunakan sendok takar bawaan dalam obat dan lebih memilih memakai sendok yang tersedia di rumah. 

Demikian tadi ulasan mengenai gejala keracunan Parasetamol. Saat ini tengah dilakukan proses penyelidikan terkait dengan meninggalnya puluhan anak di Gambi diduga akibat sirup parasetamol. 

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Warga Keracunan Gas Pabrik di Karawang, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Puluhan Warga Keracunan Gas Pabrik di Karawang, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Jakarta | Minggu, 18 September 2022 | 03:00 WIB

DLH dan Polisi di Karawang Lakukan Investigasi Kebocoran Gas Pabrik, Wabup Aep Bilang Begini

DLH dan Polisi di Karawang Lakukan Investigasi Kebocoran Gas Pabrik, Wabup Aep Bilang Begini

Purwasuka | Sabtu, 17 September 2022 | 18:51 WIB

Belum Ada Obatnya, Cara Untuk Cek Kelainan Darah Thalassemia

Belum Ada Obatnya, Cara Untuk Cek Kelainan Darah Thalassemia

Tantrum | Sabtu, 17 September 2022 | 12:25 WIB

Tanda Kucing Susah Buang Air Kecil Penting Diwaspadai dan Penyebabnya

Tanda Kucing Susah Buang Air Kecil Penting Diwaspadai dan Penyebabnya

Your Say | Sabtu, 17 September 2022 | 12:09 WIB

Bikin Overdosis dan Picu Kematian, Penjualan Paracetamol di Australia Bakal Dibatasi!

Bikin Overdosis dan Picu Kematian, Penjualan Paracetamol di Australia Bakal Dibatasi!

Health | Jum'at, 16 September 2022 | 10:25 WIB

Suka Makan Tiram Mentah? Ini Alasan Mengapa Kamu Harus Segera Berhenti

Suka Makan Tiram Mentah? Ini Alasan Mengapa Kamu Harus Segera Berhenti

Lifestyle | Kamis, 15 September 2022 | 15:30 WIB

Terkini

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

×