Sindir Pedas Wacana AHY Maju Capres, Adian Napitupulu: RT/RW Belum Pernah, Lalu Mau Memimpin Sebuah Republik?

Reza Gunadha, Elvariza Opita

Sabtu, 24 September 2022 | 20:25 WIB
Sindir Pedas Wacana AHY Maju Capres, Adian Napitupulu: RT/RW Belum Pernah, Lalu Mau Memimpin Sebuah Republik?
Adian Napitupulu di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2020). [Suara.com/Muhammad Yasir]

Suara.com - Saling serang antara PDI Perjuangan dan Partai Demokrat masih terus terjadi setelah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku siap turun gunung di Pemilu 2024.

Mulai dari isu pembangunan infrastruktur sampai wacana pencapresan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bahkan menjadi topik perdebatan panas.

Wacana yang sejatinya belum dikonfirmasi Demokrat ini rupanya mendapat respons pedas dari kader PDIP, Adian Napitupulu. Anggota Komisi VII DPR ini secara tidak langsung mempertanyakan kepercayaan diri AHY untuk mencalonkan diri sebagai RI 1.

Pasalnya menurut Adian, AHY belum mempunyai pengalaman sebagai pejabat publik yang memadai. Adian juga sempat mengungkit pengunduran diri AHY dari TNI sebelum fokus meneruskan karier politik keluarganya.

"Mencalonkan diri menjadi presiden, menurut saya, itu hak setiap warga negara, siapapun boleh. Tapi kan di titik tertentu rakyat akan berpikir, apa sih yang pernah dilakukan oleh AHY misalnya," kata Adian ketika hadir di acara Kontroversi besutan Metro TV, dikutip Suara.com, Sabtu (24/9/2022).

Salah satu bentuk nihilnya kontribusi AHY, menurut Adian, adalah karena putra sulung SBY itu belum pernah menjadi pejabat publik sama sekali. AHY diketahui hanya pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 melawan Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama.

"Bupati belum pernah, gubernur belum pernah, DPR RI belum pernah, masih usia muda sudah mundur dari tentara (dan) tidak menyelesaikan jabatannya, kira-kira seperti itu," ujar Adian.

"RT/RW belum pernah, Lurah belum pernah, lalu dia tidak pernah punya pengalaman sebagai pejabat publik, lalu mau memimpin sebuah republik? Nah itu kan, biarlah rakyat nanti akan memilih kepatutannya, kepantasannya," sambungnya.

Sindiran pedas ini Adian sampaikan setelah Partai Demokrat menilai PDIP terlalu overthinking dengan kesiapan SBY untuk turun gunung di Pemilu 2024.

baca juga

Bukan hanya turun gunung, SBY juga sempat menduga akan ada kecurangan di Pemilu 2024 yang bisa merugikan Partai Demokrat sebagai oposisi pemerintah.

Namun bukan sekadar overthinking, Adian menilai pernyataan SBY adalah wujud serangan terstruktur kepada pemerintah. Apalagi karena pernyataan SBY viral bersamaan dengan klaim AHY soal era Joko Widodo yang dinilai cuma gunting pita.

Adian Napitupulu Bersikeras SBY Turun Gunung demi Anak

Adian Napitupulu ikut uji klinis Vaksin Nusantara di RSPAD, Rabu (14/4/2021). (Suara.com/Tio)
Adian Napitupulu ikut uji klinis Vaksin Nusantara di RSPAD, Rabu (14/4/2021). (Suara.com/Tio)

Sejak menjadi kontroversi, Adian bersikeras meyakini pernyataan SBY adalah untuk melindungi anaknya di Pemilu 2024. Namun Adian menyayangkan cara yang ditempuh kurang etis karena menimbulkan tuduhan serius.

"Itu tuduhan serius, mengetahui mendengar, ada tanda-tanda jadi itu bukan dugaan, ada informasi yang masuk sama dia, dan itu bukan dugaan," terang Adian dalam acara Catatan Demokrasi di tvOne, Rabu (21/9/2022).

"Apa maksudnya? Ini untuk memperjuangkan siapa, memperjuangkan anaknya, apakah itu tujuan dia," sambungnya.

Adian pun menepis anggapan bahwa SBY menyatakan dugaannya untuk kepentingan bersama. Sebab kemungkinan besar Demokrat baru bisa bertarung sebagai calon ketiga di Pemilu 2024.

"Lalu untuk memastikan calonnnya tidak dua, sehingga anaknya punya peluang lebih besar untuk menjadi calon ketiga dari pasangan ketiga dan sebagainya. Dia harus bicara seperti itu, lalu pernyataannya sebenarnya untuk republik ini untuk rakyat atau untuk kepentingan keluarganya," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Nilai Komunikasi Politik AHY Tidak Dewasa, Ada Upaya Framing Seolah SBY Lebih Baik dari Jokowi

Pakar Nilai Komunikasi Politik AHY Tidak Dewasa, Ada Upaya Framing Seolah SBY Lebih Baik dari Jokowi

News | Sabtu, 24 September 2022 | 17:57 WIB

Adu 'Borok' Demokrat vs PDIP: Kader Saling Sindir Tentang Anggota Korupsi

Adu 'Borok' Demokrat vs PDIP: Kader Saling Sindir Tentang Anggota Korupsi

News | Sabtu, 24 September 2022 | 16:30 WIB

Dukung Puan Maharani Jadi Capres, Seknas Puan Maharani akan Deklarasi di 13 Provinsi

Dukung Puan Maharani Jadi Capres, Seknas Puan Maharani akan Deklarasi di 13 Provinsi

Lampung | Sabtu, 24 September 2022 | 10:18 WIB

Temui Rocky Gerung, Gibran Bahas Pemilu 2024?

Temui Rocky Gerung, Gibran Bahas Pemilu 2024?

Sumedang | Jum'at, 23 September 2022 | 20:18 WIB

Puan Maharani Diteriaki 'Presiden' oleh Emak-emak Meski Elektabilitas Anjlok, Cuma Jawab: Alhamdulillah

Puan Maharani Diteriaki 'Presiden' oleh Emak-emak Meski Elektabilitas Anjlok, Cuma Jawab: Alhamdulillah

News | Jum'at, 23 September 2022 | 19:22 WIB

Terkini

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:10 WIB

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:35 WIB

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:14 WIB

×