Moeldoko Sebut Indonesia Bisa Jawab Tantangan Global Kalau Masyarakatnya Solid

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 29 September 2022 | 11:56 WIB
Moeldoko Sebut Indonesia Bisa Jawab Tantangan Global Kalau Masyarakatnya Solid
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Dok.KSP)

Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menegaskan kalau pemerintah sudah bekerja keras supaya masyarakat tidak mengalami krisis pangan, energi dan resesi yang terjadi secara global. Akan tetapi, menurutnya, kerja keras pemerintah itu tidak akan ada artinya apabila masyarakat tidak bisa menjaga soliditas.

Soliditas itu, kata Moeldoko, sudah terlihat ketika Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19. Hal itu disebutnya harus juga bisa dilakukan ketika menghadapi masa krisis.

"Kondisi ini pun berlaku saat kita menghadapi tantangan global seperti sekarang. Jadi, jangan ada lagi istilah minoritas atau mayoritas. Kita adalah satu dan harus bahu-membahu untuk Indonesia maju pada dua ribu empat lima," kata Moeldoko saat memberikan sambutan pada HUT ke -24 Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), di Jakarta, Rabu (29/9/2022) malam.

Moeldoko lantas mengingatkan bahwa ancaman krisis pangan benar-benar nyata. Di mana saat ini ada 19 juta orang di dunia mengalami kurang gizi, dan 394 juta masyarakat global sedang kesulitan dalam sektor pangan.

Kondisi Indonesia, sambung dia, saat ini masih dalam keadaan baik, yakni ketersediaan pangan domestik masih terjaga dan kebutuhan konsumsi nasional tercukupi. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadikan pemerintah dan masyarakat lengah.

Terlebih, Moeldoko menyebut kalau situasi dunia terus berubah sangat cepat. Seperti perubahan iklim dan cuaca serta kondisi geopolitik global.

"Perubahan iklim dan cuaca bisa membuat kondisi gagal panen. Kondisi geopolitik global akhirnya membuat negara-negara produsen pangan menghentikan ekspornya untuk mencukupi kebutuhan domestiknya. Di tambah lagi, adanya kenaikan harga energi yang membuat terjadinya konversi dari pangan ke energi karena kebutuhan kapital," jelasnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Panglima TNI 2013-2015 tersebut mengungkapkan kalau pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan. Diantaranya, melakukan diversifikasi pangan hingga kebijakan politik anggaran untuk ekstensifikasi lahan-lahan pertanian.

"Lalu apa yang bisa dilakukan masyarakat, Jokowi sudah minta, kita tanam apa saja yang bisa ditanam. Manfaatkan lahan-lahan pekarangan rumah untuk menanam cabai, sayuran, atau lainnya. Supaya tidak teriak-teriak kalau harga cabai naik,seru Moeldoko yang kini sering disebut-disebut Panglima Tani.

baca juga

Sebelum menutup sambutannya, Moeldoko berharap, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bisa menjadi organisasi penjembatan yang bisa mendekatkan masyarakat di daerah dengan pemerintah. Terlebih, anggota PSMTI tersebar di seluruh Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PPP soal Rencana Kenaikan Cukai Rokok ke Pemerintah: Jangan Cuma karena Kejar Pendapatan, Nasib Petani Diabaikan

PPP soal Rencana Kenaikan Cukai Rokok ke Pemerintah: Jangan Cuma karena Kejar Pendapatan, Nasib Petani Diabaikan

Jakarta | Rabu, 28 September 2022 | 18:54 WIB

Segini Harta Kekayaan Moeldoko, Kini Debut Main Film 'Air Susu Kau Balas Air Teh'

Segini Harta Kekayaan Moeldoko, Kini Debut Main Film 'Air Susu Kau Balas Air Teh'

News | Rabu, 28 September 2022 | 10:47 WIB

Sultan HB X Ajak Pemerintah Daerah Tertib Mendata Semua Warisan Budaya

Sultan HB X Ajak Pemerintah Daerah Tertib Mendata Semua Warisan Budaya

News | Rabu, 28 September 2022 | 01:10 WIB

Sepak Terjang Moeldoko, KSP yang Debut Main Film 'Air Susu Kau Balas Air Teh'

Sepak Terjang Moeldoko, KSP yang Debut Main Film 'Air Susu Kau Balas Air Teh'

News | Selasa, 27 September 2022 | 14:25 WIB

Terkini

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Bola | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

News | Senin, 14 September 2026 | 17:08 WIB

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 16:59 WIB

×