'Apa Salah Kami?' Aremania di Kanjuruhan Sebut Tribun 13 bak Kuburan Massal

Dany Garjito, Elvariza Opita

Selasa, 04 Oktober 2022 | 17:49 WIB
'Apa Salah Kami?' Aremania di Kanjuruhan Sebut Tribun 13 bak Kuburan Massal
Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.

Suara.com - Tragedi Kanjuruhan masih menjadi duka mendalam bagi masyarakat Indonesia, terutama untuk para suporter Arema FC yang berurusan dengan hidup dan mati pasca pertandingan hari Sabtu (1/10/2022) kemarin.

Tak terkecuali untuk Dadang Indarto yang berhasil selamat dari insiden maut tersebut. Bahkan ia harus menyaksikan momen terakhir sejumlah rekannya sesama Aremania yang meregang nyawa di Stadion Kanjuruhan.

Seperti pengakuan Aremania lain, Dadang mengaku pihaknya tidak berniat untuk membahayakan pemain dan ofisial Persebaya Surabaya. Para Aremania turun untuk memberikan dukungan kepada Arema FC yang kalah di kandang sendiri.

Saat itu polisi sudah berusaha menghalau dengan cara biasa, sampai akhirnya melepaskan tembakan gas air mata.

"Mereka berlarian (menyelamatkan diri), ada yang dipukul, ada yang ditendang, saya tetap berada di Tribun," jelas Dadang sembari menahan air matanya kuat-kuat, seperti dikutip Suara.com dari program Kabar Siang di kanal YouTube tvOneNews, Selasa (4/10/2022).

Situasi semakin tidak terkendali ketika polisi melepaskan tembakan gas air mata ke tribun penonton. Dalam sekejap mata Stadion Kanjuruhan sudah dipenuhi dengan gas air mata yang menimbulkan kepanikan massal.

Namun nahas, pintu keluar Stadion Kanjuruhan malah ditutup ketika para penonton berusaha untuk keluar menyelamatkan diri.

"Yang dibuka hanya Pintu 13 dan itu pun satu pintu. Pintu yang lain ditutup. Informasi teman-teman yang di tribun utara itu juga seperti itu, semua ditutup, hanya Tribun 4 (yang dibuka)," ungkap Dadang.

"Dan penembakan gas air mata bukan hanya di dalam, Mas, di luar juga ada," sambungnya dengan suara yang terdengar parau.

baca juga
Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton di Kanjuruhan Malang [Foto: Twitter]
Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton di Kanjuruhan Malang [Foto: Twitter]

Bahkan saking mencekamnya situasi yang terjadi, Dadang menggambarkan suasana di Tribun 13 selayaknya kuburan massal.

"Di Tribun 13 itu kuburan massal, Mas. Banyak yang mati, temen-temen saya. Ada yang kena kepala belakang, mulai sakaratul maut sampai dia meninggal ada di bopongan tangan saya," tutur Dadang.

"Setelah saya menolong, saya taruh, saya mencari bantuan ke polisi, tapi nggak ada yang mau. Saya balik lagi, teman saya ada yang meninggal," lanjutnya.

Pengalaman itu begitu traumatis, membuat Dadang tak kuasa bila harus kembali mengingat detail kejadiannya. Apalagi karena teman-temannya banyak yang menjadi korban tewas.

Bahkan ia mengaku mengevakuasi empat jenazah, sebuah pengalaman yang menjadi memori buruk di benaknya.

Seorang suporter Arema FC (Aremania) membawa bunga di depan Stadion Kanjuruhan, Malang, jawa Timur, Minggu (2/10/2022). [ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc]
Seorang suporter Arema FC (Aremania) membawa bunga di depan Stadion Kanjuruhan, Malang, jawa Timur, Minggu (2/10/2022). [ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc]

Peristiwa kemarin, menurut Dadang, sangat berlebihan. Pasalnya Aremania sendiri bukan suporter klub sepak bola yang baru berdiri hingga perlu diamankan dengan kekerasan.

"Aremania bukan suporter kemarin sore, suporter yang nurut. Cukuplah dihalau, nggak perlu pakai kekerasan, nggak perlu pakai gas air mata," jelasnya.

"Apa salah kami kepada negara? Apa salah kami kepada kepolisian? Apa salah kami Aremania kepada Arema itu apa? Ini di rumah kami sendiri, kenapa kami diperlakukan seperti ini di rumah kami sendiri?" pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantah Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Lebih dari 125 Orang, Mabes Polri: Tak Ada Tambahan

Bantah Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Lebih dari 125 Orang, Mabes Polri: Tak Ada Tambahan

News | Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:59 WIB

Soal Pintu Stadion Kanjuruhan yang Tertutup, Komdis PSSI: Telat Komando

Soal Pintu Stadion Kanjuruhan yang Tertutup, Komdis PSSI: Telat Komando

Bola | Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:56 WIB

Usut Tragedi Kanjuruhan, Janji Menpora: TGIPF Berpihak Pada Korban, Kami Tidak Akan Sepihak

Usut Tragedi Kanjuruhan, Janji Menpora: TGIPF Berpihak Pada Korban, Kami Tidak Akan Sepihak

News | Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:39 WIB

Kisah Angga Meloloskan Diri dari Maut Tragedi Kanjuruhan, Saksi Mata Kericuhan di Tribun 10

Kisah Angga Meloloskan Diri dari Maut Tragedi Kanjuruhan, Saksi Mata Kericuhan di Tribun 10

Bola | Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:35 WIB

Tulis Keterangan Remok Atiku, Ini Ramainya Ucapan Duka Cita buat Pelajar Malang di Tragedi Kanjuruhan

Tulis Keterangan Remok Atiku, Ini Ramainya Ucapan Duka Cita buat Pelajar Malang di Tragedi Kanjuruhan

Video | Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:32 WIB

Terkini

Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor

Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor

Bogor | Minggu, 01 November 2026 | 15:16 WIB

Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta

Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 15:16 WIB

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield

Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045, SDI Soroti Korupsi dan Kesenjangan Kesejahteraan

Menuju Indonesia Emas 2045, SDI Soroti Korupsi dan Kesenjangan Kesejahteraan

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:14 WIB

Frans Magnis-Suseno: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Terwujud Jika Korupsi Tak Diatasi

Frans Magnis-Suseno: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Terwujud Jika Korupsi Tak Diatasi

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:14 WIB

Viral Kapolres Kapuas Hulu Pukul Warga, Tetap Diperiksa Propam Meski Damai Secara Adat

Viral Kapolres Kapuas Hulu Pukul Warga, Tetap Diperiksa Propam Meski Damai Secara Adat

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:13 WIB

NGORBIT: Wavi Zihan & Ihsan Tarore Ungkap Kisah Mistis di Balik Layar Film Rambut Sewu

NGORBIT: Wavi Zihan & Ihsan Tarore Ungkap Kisah Mistis di Balik Layar Film Rambut Sewu

Video | Minggu, 01 November 2026 | 15:08 WIB

Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ

Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 15:04 WIB

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:03 WIB

×