Mahfud MD Nilai Teror Saksi Mata Kanjuruhan Belum Tentu Aparat: Kenapa Harus Takut?

Agatha Vidya Nariswari, Sekar Anindyah Lamase

Jum'at, 07 Oktober 2022 | 20:19 WIB
Mahfud MD Nilai Teror Saksi Mata Kanjuruhan Belum Tentu Aparat: Kenapa Harus Takut?
Menkopolhukam, Mahfud MD. (Twitter/@Miduk17)

Suara.com - Menko Polhukam Mahfud MD ikut buka suara soal dugaan teror dan intimidasi terhadap para saksi mata tragedi Kanjuruhan yang hendak mengunggah video di media sosial.

Hal itu disampaikannya saat wawancara bersama Najwa Shihab ketika menghadiri acara Mata Najwa.

Mahfud Menyebut Saksi Mata untuk Tak Takut

Najwa mengaku mendapatkan pesan bahwa banyak intimidasi yang didapatkan oleh saksi mata.

Mahfud pun mengungkapkan mendapatkan pesan serupa dan mempertanyakan hal tersebut. Menurut Mahfud, aksi teror tersebut bisa saja dilakukan oleh sesama warga.

"Lalu kenapa? Kan bisa orang yang meneror mungkin bisa sesama warga masyarakat, tapi juga bisa aparat, bisa apa. Nanti kan kita kalau memang mau melapor," ungkap Mahfud MD dilihat Suara.com pada Jumat (07/10/2022) dilansir dari video kanal YouTube Najwa Shihab.

Meskipun demikian, Mahfud mengatakan seharusnya intimidasi dan teror terhadap saksi mata harus diselidiki.

Dalam kasus tersebut, korban maupun saksi mata diharapkan Mahfud untuk melapor supaya ditangani lebih lanjut.

"Seharusnya jangan takut. Kenapa harus takut? Tapi kan gampang saja sebenarnya, Anda diteror melalui HP nomor berapa kalau itu WA atau pesan gitu. Nanti kita cari," kata Mahfud.

Selidiki Video Kejadian Tragedi Kanjuruhan yang Beredar

"Tetapi kalau hanya begitu kan banyak tuh video-video kadang kala narasinya beda dengan yang terjadi di lapangan. Terjadi kerusuhan tapi yang bersuara lain dari tempat, itu kan banyak temua-temuan di polisi," lanjutnya menambahkan.

Mahfud menambahkan bahwa akan ada penyelidikan soal video-video yang beredar soal tragedi Kanjuruhan.

Dia juga mengatakan video soal polisi di lapangan hingga CCTV saat tragedi turut hendak diteliti.

"Kami sedang memvalidasi itu semua dan nanti akan diumumkan," ungkap Mahfud.

Menko Polhukam itu juga mengungkapkan dia telah mengantongi sejumlah rangkaian kejadian soal kesalahan yang terjadi baik di dalam maupun luar stadion Kanjuruhan.

Mahfud menyebut masyarakat untuk tidak khawatir karena kedepannya semua bukti hingga konstruksi kejadian akan diungkapkan sesuai apa yang terjadi di lapangan.

Jokowi Disebut juga Pertanyakan Gas Air Mata

Lebih lanjut, Mahfud MD juga menyampaikan bahwa Presiden Jokowi sempat mempertanyakan soal penggunaan gas air mata di dalam stadion.

Mahfud membantah soal Presiden Jokowi yang hanya berfokus pada pintu maupun tangga. Dia mengatakan bahwa Jokowi justru lebih perhatian terhadap gas air mata.

"Beliau (Jokowi) bilang: 1. gas air mata, 2. profesional politis, 3. regulasi, 4. peran suporter, lalu penyelenggara. Semua itu diteliti, sampaikan ke saya dalam waktu singkat karena permasalahan udah jelas," ujar Jokowi ke Mahfud.

Mahfud meminta waktu satu bulan untuk menyelesaikannya dari waktu mingguan yang telah ditentukan. Namun, Jokowi tetap meminta untuk dipercepat.

Setelah perintah Jokowi tersebut, Mahfud mengaku tim sudah bekerja selama 24 jam setiap harinya.

"Jadi kami akan bersungguh-sungguh. Kita juga menyalahkan polisi untuk sementara itu. Oleh karena itu sudah diumumkan tersangkanya, sudah dicopot jabatannya," pungkas Mahfud.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komentar Soal Dadang, Bayu Skak Malu sebagai Arek Malang

Komentar Soal Dadang, Bayu Skak Malu sebagai Arek Malang

Malang | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 20:05 WIB

Jika Masih Ada Korban Tragedi Kanjuruhan yang Sakit Diharapkan Segera Berobat dan Biaya Digratiskan

Jika Masih Ada Korban Tragedi Kanjuruhan yang Sakit Diharapkan Segera Berobat dan Biaya Digratiskan

Surakarta | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 20:05 WIB

Anggota DPR Minta Polisi Konsisten Usut Tragedi Kanjuruhan: Jangan Alihkan Masalah Inti, Tersangka Belum Menyeluruh Secara Tepat

Anggota DPR Minta Polisi Konsisten Usut Tragedi Kanjuruhan: Jangan Alihkan Masalah Inti, Tersangka Belum Menyeluruh Secara Tepat

| Jum'at, 07 Oktober 2022 | 19:50 WIB

PSSI akan Diinvestigasi Pemerintah walaupun Dibawah Naungan FIFA

PSSI akan Diinvestigasi Pemerintah walaupun Dibawah Naungan FIFA

| Jum'at, 07 Oktober 2022 | 19:49 WIB

Baim Wong Sebut Konten Prank KDRT Untuk Edukasi, Apa Iya?

Baim Wong Sebut Konten Prank KDRT Untuk Edukasi, Apa Iya?

Foto | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 19:33 WIB

Tragis! Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Jenazah Faiqotul Hikmah Kena Pungli Rp 2,5 Juta

Tragis! Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Jenazah Faiqotul Hikmah Kena Pungli Rp 2,5 Juta

Sumbar | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 19:30 WIB

Terkini

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Dadan Dicopot, Mensesneg: Tunggu Saja Hasilnya

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Dadan Dicopot, Mensesneg: Tunggu Saja Hasilnya

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:12 WIB

Ekonomi Dicekik Sanksi AS, Rusia Tegaskan Dukungan Tanpa Henti untuk Kuba

Ekonomi Dicekik Sanksi AS, Rusia Tegaskan Dukungan Tanpa Henti untuk Kuba

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:09 WIB

Penggeledahan Belum Rampung, Tim Kejagung Masih Periksa Kantor BGN

Penggeledahan Belum Rampung, Tim Kejagung Masih Periksa Kantor BGN

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:07 WIB

Energi Terbarukan Kian Murah, Mengapa Masih Sulit Berkembang di Indonesia?

Energi Terbarukan Kian Murah, Mengapa Masih Sulit Berkembang di Indonesia?

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:00 WIB

Prabowo Sering ke Luar Negeri, Dasco Pasang Badan: Strategi Presiden Dinamis, Tak Bisa Dibatasi

Prabowo Sering ke Luar Negeri, Dasco Pasang Badan: Strategi Presiden Dinamis, Tak Bisa Dibatasi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:59 WIB

Danantara Disorot! Minim Transparansi Jadi Celah Korupsi dan Gerus Kepercayaan Investor

Danantara Disorot! Minim Transparansi Jadi Celah Korupsi dan Gerus Kepercayaan Investor

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:58 WIB

Dasco Tegaskan Revisi UU Pemilu Jadi Inisiatif DPR, Komisi II Segera Gelar Pembahasan

Dasco Tegaskan Revisi UU Pemilu Jadi Inisiatif DPR, Komisi II Segera Gelar Pembahasan

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:58 WIB

Pertahanan Udara Bahrain Rontokkan 3 Rudal Iran, Situasi Teluk Persia Memanas

Pertahanan Udara Bahrain Rontokkan 3 Rudal Iran, Situasi Teluk Persia Memanas

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:50 WIB

Jangan Cuma Elite, DPR Desak Rakyat Dilibatkan Jadi Mitra SPPG

Jangan Cuma Elite, DPR Desak Rakyat Dilibatkan Jadi Mitra SPPG

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:43 WIB

Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah Kantor BGN, Istana: Mari Kita Tunggu Hasil Kerja Jaksa

Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah Kantor BGN, Istana: Mari Kita Tunggu Hasil Kerja Jaksa

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:33 WIB