Cuitan-cuitan 'Offside' Polri Pasca Tragedi Kanjuruhan: Panen Hujatan

Ruth Meliana Dwi Indriani

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 14:06 WIB
Cuitan-cuitan 'Offside' Polri Pasca Tragedi Kanjuruhan: Panen Hujatan
Cuitan Twitter Polri yang membagikan komik sportivitas. (Twitter/@divhumas_polri)

Suara.com - Buntut tragedi Kanjuruhan, Polri melalui akun Twitter @DivHumas_Polri kerap membagikan cuitan yang dinilai blunder hingga panen hujatan. Di antaranya, mengadakan lomba artikel, pamer kesigapan, hingga membuat komik sportivitas.

Adapun cuitan-cuitan blunder Polri dapat diketahui selengkapnya melalui poin-poin di bawah ini berikut dengan respons dari beberapa warganet.

1. Bikin Lomba Artikel

Cuitan Twitter Polri yang membagikan infomasi lomba artikel.
Cuitan Twitter Polri yang membagikan infomasi lomba artikel.

Polri kembali disorot usai membagikan informasi pengadaan lomba artikel bertema "bebas tentang polri" untuk para jurnalis dan wartawan. Ini dibagikan melalui akun Twitter Divisi Humas Polri pada Jumat (7/10/2022).

"Halo Sobat Polri..

Pendaftaran Lomba Menulis Artikel Berita Polri 2022 kembali dibuka. Lomba diadakan untuk para Jurnalis/ Wartawan yg akan berlangsung mulai tanggal 5 -18 Oktober 2022 dengan tema : BEBAS “TENTANG POLRI”.

Ayo segera daftarkan karyamu.Jangan sampai kelewatan," demikian keterangan cuitan tersebut.

Informasi ini kemudian dikomentari ribuan warganet. Ada dari mereka yang khawatir ditangkap dengan tema bebas tersebut.

"Gak usah buat lomba pak , cek aja trending Twitter dan google banyak berita polri," tulis warganet.

"Bentar Lagi viral TEMA : BEBAS "Tentang Polri" Ntar kalo udah dibikin, eh malah ketangkep, jadi takut ikutan," tulis yang lainnya.

Perlu diketahui, beberapa hari sebelumnya Polri sempat mengunggah informasi lomba artikel ini namun dengan tema yang mengarah kepada kebaikan instansi tersebut. Kemudian direvisi menjadi bertema bebas asal tentang Polri.

"Lah sekarang temanya bebas... Wk wk," komentar seorang warganet.

2. Pamer Video Kesigapan

Cuitan Twitter Polri yang membagikan video 'pamer kesigapan'.
Cuitan Twitter Polri yang membagikan video 'pamer kesigapan'.

Divisi Humas Polri membagikan video dengan keterangan "KESIGAPAN POLRI EVAKUASI KORBAN KANJURUHAN" pada Senin (3/10/2022). Namun unggahan ini justru dihujat warganet.

Video berdurasi 72 detik itu sudah ditonton lebih dari 1,3 juta kali. Di dalamnya tertulis sejumlah keterangan, seperti para personel Polri yang bekerja sama membantu para korban di Stadion Kanjuruhan.

"Personel Polri saling bahu membahu untuk menyelamatkan para korban supporter pasca kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10)," begitulah keterangan tertulis dalam video.

"Para insan Bhayangkara ini membawa para korban yang terlihat lemas dan tak sadarkan diri ke tempat yang lebih aman, agar mereka bisa segera mendapatkan penanganan terbaik," keterangan itu lebih lanjut.

"Dengan penuh kemanusiaan, terlihat para personel Polri ini juga mengipasi para supporter yang diduga kehabisan oksigen. Pray for Kanjuruhan," lanjutnya lagi.

Video Polri pamer kesigapan itu malah menerima hujatan dari para warganet. Tak sedikit yang menyinggung mengapa aksi penembakkan gas air mata tidak disertakan dalam video.

"Yang bagian mukulin atau nembak gas air mata ga diposting?" komentar warganet.

"Ooo nembakin tear gas cuma buat bahan bikin konten self-proud?" sindir warganet.

Agak jahat sih pak kalo kata saya. 100+ nyawa lebih lho bayarannya," kecam warganet.

"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh. Tolong admin akun ini bertindak sesekali sebagai manusia, bukan robot. Sesekali, bantah perintah atasan yang tak sesuai hari nurani. Ingat atasan kalian ada yang seperti Bapak Sambo. Terima kasih, wassalamu'alaikum," tulis warganet.

3. Bikin Komik Sportivitas

Cuitan Twitter Polri yang membagikan komik sportivitas.
Cuitan Twitter Polri yang membagikan komik sportivitas.

Di hari yang sama, kemarin Jumat, akun Twitter Divisi Humas Polri juga membagikan komik sportivitas. Di dalamnya, tersirat pesan seolah tragedi Kanjuruhan merupakan akibat fanatisme yang berlebihan.

"DUKA SEPAK BOLA INDONESIA. Duka yang mendalam untuk semua korban dari tragedi ini. Cukuplah ini menjadi yang terakhir dan dari sini, kita semua bisa belajar dan memperbaiki diri. Demi sepak bola yang lebih baik," keterangan unggahan komik tersebut.

Adapun berikut selengkapnya mengenai rincian tulisan yang terdapat dalam komik itu. Jumlah gambar yang dibagikan sendiri sebanyak empat buah.

Gambar 1: Permainan sepak bola bagi banyak orang adalah wujud identitas dan juga kebanggaan kelompok.

Gambar 2: Tapi permainan tetaplah permainan. Menang-kalah adalah hal yang biasa dan fanatisme harusnya tetap terukur, terarah, dan dibarengi dengan logika.

Gambar 3: Dengan semangat sportifitas, sepakbola takkan jadi pemicu untuk perpecahan "lawan" hanya di lapangan. Di luar itu kita semua adalah kawan.

Gambar 4: Itu adalah harapan kita semua. Namun, kenyataannya tragedi Kanjuruhan terjadi dan banyak manusia terenggut begitu saja.

Sama seperti sebelumnya, cuitan ini juga memicu amarah warganet. Ada yang kesal karena polisi kerap menyalahkan suporter dan ada pula yang menyebut unggahan itu sebagai aksi 'cuci tangan'.

"Banyak nyawa manusia "terenggut", merupakan bahasa 'cuci tangan' karena menghilangkan subjek. Di sini sudah bisa dilihat institusi ini masih tidak mau mengakui apa yang telah diperbuatnya," hujat warganet.

"Gambar polisi senyum kayak gitu mending dihapus. Ga sesuai fakta," serang warganet.

"Offside lagi kayaknya mimin. Ilustrasi yang dibuat menggambarkan seolah-olah tragedi Kanjuruhan terjadi karena bentrok suporter. Padahal pada laga terakhir di Kanjuruhan hanya ada hanya Aremania, tidak ada Bonek," kritik warganet.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragedi Kanjuruhan, FIFA Tidak Jatuhkan Sanksi ke Indonesia

Tragedi Kanjuruhan, FIFA Tidak Jatuhkan Sanksi ke Indonesia

Lampung | Sabtu, 08 Oktober 2022 | 13:55 WIB

Pesan Ustadz Adi Hidayat Terkait Tragedi Kanjuruhan Malang, Usut Tuntas Secara Profesional

Pesan Ustadz Adi Hidayat Terkait Tragedi Kanjuruhan Malang, Usut Tuntas Secara Profesional

| Sabtu, 08 Oktober 2022 | 13:32 WIB

Satu Minggu Tragedi Kanjuruhan: 6 Tersangka Ditetapkan, Tim Transformasi Sepak Bola Dibentuk

Satu Minggu Tragedi Kanjuruhan: 6 Tersangka Ditetapkan, Tim Transformasi Sepak Bola Dibentuk

News | Sabtu, 08 Oktober 2022 | 13:21 WIB

Respons Ketum PSSI Usai FIFA Surati Presiden Jokowi

Respons Ketum PSSI Usai FIFA Surati Presiden Jokowi

Bola | Sabtu, 08 Oktober 2022 | 13:16 WIB

Ribuan Orang Tandatangani Petisi Desak Ketum PSSI dan Pengurusnya Mundur

Ribuan Orang Tandatangani Petisi Desak Ketum PSSI dan Pengurusnya Mundur

Malang | Sabtu, 08 Oktober 2022 | 14:00 WIB

Aksi Duka Cita dan Doa Buat Korban Tragedi Kanjuruhan Masih Terus Mengalir

Aksi Duka Cita dan Doa Buat Korban Tragedi Kanjuruhan Masih Terus Mengalir

Malang | Sabtu, 08 Oktober 2022 | 13:15 WIB

Terkini

Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan

Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:18 WIB

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:15 WIB

Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN

Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:02 WIB

Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK

Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:54 WIB

'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus

'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:48 WIB

Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok

Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:39 WIB

Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji

Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:35 WIB

KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?

KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:34 WIB

KPK Ungkap Fakta Raffi Ahmad Titip Barang di Blueray Cargo Terkait Kasus Bea Cukai

KPK Ungkap Fakta Raffi Ahmad Titip Barang di Blueray Cargo Terkait Kasus Bea Cukai

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:26 WIB

Bantah Terlibat, DWP Tegaskan Tak Pernah Promosikan Whip Pink

Bantah Terlibat, DWP Tegaskan Tak Pernah Promosikan Whip Pink

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:20 WIB