Pembangunan Halte Bundaran HI Dinilai Tidak Pantas, Apalagi untuk Komersial

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 10 Oktober 2022 | 19:07 WIB
Pembangunan Halte Bundaran HI Dinilai Tidak Pantas, Apalagi untuk Komersial
BBC

Suara.com - Pembangunan halte TransJakarta di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuai pro dan kontra. Sejumlah warga antusias dengan pembukaan halte bertingkat itu karena ingin berfoto dengan latar Monumen Selamat Datang, sementara arsitek menilai “peradaban kota dipertaruhkan”.

Seperti diberitakan media, warga terlihat antre untuk berfoto di area anjungan (sky deck view) Halte Transjakarta Bundaran HI pada Minggu (09/10). Salah satu pengunjung mengatakan tempat itu bisa menjadi spot foto baru di ibu kota.

Halte yang belum beroperasi karena masih dalam tahap pembangunan itu memang berbeda dari halte-halte yang dibangun PT TransJakarta sebelumnya.

Halte Bundaran HI—dan Halte Tosari yang berdesain sama—memiliki dua lantai. Selain area untuk menunggu bus, halte itu dikatakan akan dilengkapi area komersial, toilet, musala, lift prioritas, hingga area anjungan.

Bambang Eryudhawan— seorang arsitek dengan minat pada bidang desain urban, pelestarian cagar budaya, dan sejarah— menilai pembangunan Halte TransJakarta Bundaran HI “mengganggu kenyamanan peradaban kota”.

“Coba contoh lihat di Tokyo, atau di mana, bikin halte ya bikin halte. Sudah. Enggak usah aneh-aneh. Apalagi yang dibela selfie-selfie-nya. Aduh, masya Allah. Kayak enggak tahu tempat saja,” kata Bambang kepada BBC News Indonesia.

Sebelumnya, Direktur PT TransJakarta Mochammad Yana Aditya mengatakan kepada media bahwa pembangunan halte itu tidak menyalahi aturan apapun, termasuk soal anggapan yang menilai kalau halte itu mengganggu Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Monumen Selamat Datang.

Dia mengatakan, “Semua yang dibangun TransJakarta sudah ada landasan hukumnya”.

Sejarawan JJ Rizal, melalui akun Twitternya juga meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menghentikan pembangunan halte kembar dan bertingkat di Bundaran HI dan Tosari itu.

Selain merusak pandangan, JJ Rizal menilai halte itu “mengkapitalisasi” kawasan bersejarah warisan Presiden Soekarno yang mencakup Monumen Selamat Datang beserta air mancurnya, Hotel Indonesia, sampai kawasan Sarinah.

“Mohon pak gubernur @aniesbaswedan stop pembangunan halte @PT_Transjakarta yg arogan di kawasan cagar budaya penanda sejarah perubahan kota kolonial jadi kota nasional warisan sukarno, jgn biarkan halte2 itu jd noda di buku sejarah masa pemerintahan bpk yg kaya prestasi,” cuit JJ Rizal pada akhir September lalu.

“Kalau pinjam jangan macam-macamlah”

Bambang mengatakan tidak ingin menggunakan pendekatan legal untuk mengkritisi pembangunan Halte TransJakarta Bundaran HI, meskipun menurut dia, dilihat dari standar operasional prosedur (SOP), pembangunan itu sudah “salah” karena tidak melibatkan tim ahli cagar budaya (TACB) dan sidang pemugaran, sesuai dengan aturan yang dibuat Pemprov DKI Jakarta sendiri.

Arsitek yang juga termasuk ke dalam anggota TACB itu mengatakan secara kelaziman saja, pembangunan itu “tidak sensitif”.

Sejak awal Halte TransJakarta Bundaran HI dan Tosari dibangun di median jalan dan jalur hijau, yang seharusnya menjadi tempat buat pohon-pohon. Namun, seolah tak cukup dengan halte, kini TransJakarta ingin melengkapinya area komersial. Itu, dinilai Bambang “tidak pantas” dan “tidak patut”.

“Bikin halte, ya sudah secukupnya kan. Itu kan bukan tanah punya dia kan? Kebetulan dikasih pinjam sama publik, boleh dipakai nih, biasanya buat pohon, tanaman, ada lampu jalan, sekarang dipakai buat halte. Ya silakan bikin halte. Haltenya secukupnya dong.

Kenapa harus ada kafe di median jalan? Kenapa? Kan enggak masuk akal. Kita enggak usah berdebat soal cagar budaya, ini soal kepatutan saja,” kata Bambang.

Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengatakan argumennya bukan berarti dia tidak mendukung pembangunan halte yang bagus untuk masyarakat, tapi Bambang menekankan pembangunannya harus dalam “skala, posisi, dan dimensi yang pantas sebagai halte”.

Apalagi sudah banyak protes dan kritik mengenai pembagunan tersebut.

“Jadi harus sensitif, peka terhadap publik. Sebagai (tanah) milik publik, di jalur hijau, dikasih kesempatan bikin halte, ya sopan dong,” tegas Bambang.

Dia menilai, sebenarnya niat awal PT TransJakarta untuk merevitalisasi halte-haltenya sudah bagus agar masyarakat bisa lebih nyaman menggunakan transportasi publik, tapi sayangnya dia menilai pembangunannya kini kebablasan.

“Ini bukan terminal bandara, bisa ada kafe, toko buku, segala macam. It’s getting too much (ini makin keterlaluan),” ujar dia.

Jembatan penyeberangan yang mengganggu dan instalasi bambu yang rapuh

Jelang gelaran Asian Games 2018 lalu, dua jembatan penyeberangan orang (JPO) di Bundaran HI dan Tosari, yang terhubung dengan halte TransJakarta, dibongkar karena dinilai menghalangi Monumen Selamat Datang yang akan menyambut para tamu Asian Games.

"Jadi nanti kita akan bisa merasakan Jalan Thamrin lurus tanpa ada JPO dan sampai di sekitar Bundaran HI kita akan menyaksikan lagi patung selamat datang," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 22 Juli 2018, dikutip dari Kompas.com.

Sebagai gantinya dibuatkan pelican crossing, sehingga para pejalan bisa menyeberang di fasilitas itu.

Selang beberapa bulan, tepatnya pada 16 Agustus 2018, Gubernur Anies meresmikan sebuah instalasi bambu besar yang berhadapan dengan Monumen Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia.

Instalasi bambu yang disebut Getah-getih itu merupakan karya seniman Joko Avianto yang nilainya mencapai Rp550 juta.

Kala itu, Anies ingin membuat karya seni dari material khas Indonesia untuk menyambut momen Asian Games. Namun, sekitar pertengahan Juli 2019, instalasi itu dibongkar oleh Pemprov DKI karena dinilai rapuh.

Keberadaan JPO yang dinilai menghalangi pemandangan dan instalasi bambu yang dulu juga sempat diprotes banyak orang, menurut Bambang tidak seberapa mengganggunya dibandingkan keberadaan halte bertingkat di kawasan yang sama.

Dia menyebut JPO dan instalasi bambu “skalanya masih dalam batas toleransi”.

“Tapi yang sekarang ini menohok semua orang, bahwa ternyata bundaran HI dengan Tugu Selamat Datang, dan ada Hotel Indonesia, dan Wisma Nusantara itu, ternyata satu kesatuan yang begitu diganggu secara kasar dan tidak beradab, terasa sama kita sebagai manusia. Kok jadi jelek begini? Itu yang kita gugat sebenarnya,” kata Bambang.

Halte TransJakarta Bundaran HI diproyeksikan menjadi halte ikonik bersama dengan Halte Tosari, Halte Sarinah (Thamrin), Halte Dukuh Atas 1, dan Halte Integrasi Cikoko Stasiun Cawang.

Awalnya Halte TransJakarta Bundaran HI itu dijadwalkan diresmikan pada Jumat (07/10) petang pekan lalu.

Namun, agenda peresmian itu dibatalkan oleh Gubernur Anies Baswedan.

Namun, Anies tetap datang ke lokasi pada tengah malam, sekitar pukul 23.13 WIB dan mengatakan hanya melakukan “peninjauan saja”.

Anies juga tidak mengomentari protes dari berbagai pihak mengenai pembangunan halte TransJakarta itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Revitalisasi MRT Bundaran HI, Lalu Lintas Thamrin Direkayasa hingga Akhir Mei 2026

Revitalisasi MRT Bundaran HI, Lalu Lintas Thamrin Direkayasa hingga Akhir Mei 2026

Foto | Senin, 20 April 2026 | 18:47 WIB

Kronologi Mobil BYD Tabrak Pembatas dan Masuk Kolam Bundaran HI Menteng

Kronologi Mobil BYD Tabrak Pembatas dan Masuk Kolam Bundaran HI Menteng

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:01 WIB

Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan

Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39 WIB

Kemeriahan Gema Malam Takbir di Bundaran HI Jakarta

Kemeriahan Gema Malam Takbir di Bundaran HI Jakarta

Foto | Sabtu, 21 Maret 2026 | 06:15 WIB

Malam Takbir di Bundaran HI, Pramono: Pemprov Jakarta Ingin Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman

Malam Takbir di Bundaran HI, Pramono: Pemprov Jakarta Ingin Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:04 WIB

Malam Takbiran, Masyarakat Mulai Padati Bundaran HI Meski Cuaca Masih Diguyur Hujan

Malam Takbiran, Masyarakat Mulai Padati Bundaran HI Meski Cuaca Masih Diguyur Hujan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:56 WIB

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:00 WIB

Jakarta Ramadan Festival 2026, Bundaran HI Tampil Bercahaya Selama Bulan Suci

Jakarta Ramadan Festival 2026, Bundaran HI Tampil Bercahaya Selama Bulan Suci

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 13:47 WIB

Semarak Festival Imlek Jakarta 2026, Bundaran HI Bersinar Dihiasi Ratusan Lampion

Semarak Festival Imlek Jakarta 2026, Bundaran HI Bersinar Dihiasi Ratusan Lampion

Foto | Sabtu, 14 Februari 2026 | 07:00 WIB

Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk

Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 20:22 WIB

Terkini

DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu

DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:53 WIB

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang

Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:44 WIB

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:37 WIB

Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:33 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:30 WIB

Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari

Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:25 WIB

Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu

Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:23 WIB

Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439

Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:21 WIB

Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya

Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:14 WIB