- Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan Jakarta Bedug Kolosal Malam Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026, pukul 20.00-22.00 WIB.
- Acara puncak meliputi Pawai Obor dan Mobil Hias dari Monas menuju Bundaran HI, memicu rekayasa lalu lintas.
- Dishub DKI telah menyiapkan rute alternatif dan 21 kantong parkir, menyarankan penggunaan transportasi publik bagi penonton.
Suara.com - Pemprov DKI Jakarta akan menyelenggarakan acara Jakarta Bedug Kolosal Malam Idul Fitri 1447 H pada Jumat (20/3/2026) ini.
Perhelatan bernuansa budaya dan keagamaan ini dijadwalkan mulai memeriahkan ibu kota pada pukul 20.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
Acara puncak malam takbiran ini akan dimeriahkan dengan Pawai Obor dan iring-iringan Mobil Hias yang menempuh rute dari Monas menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI).
"Mulai dari Pintu Barat Daya Silang Monas," ujar Plh. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Ujang Harmawan dalam keterangan tertulis.
Selama kegiatan, Dishub DKI bakal memberlakukan penutupan serta rekayasa arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol secara situasional.
"Beberapa ruas jalan yang terdampak antara lain Jalan Jenderal Sudirman, mulai dari simpang Karet Pasar Baru Timur III hingga Bundaran HI, serta sepanjang Jalan M.H. Thamrin," lanjut Ujang.
Masyarakat yang hendak melintas dari arah Utara (Harmoni) menuju Selatan (Semanggi) disarankan melalui rute alternatif via Jalan Ir. H. Juanda atau Jalan Abdul Muis.
Sebaliknya, arus dari Selatan menuju Utara akan dialihkan melalui rute Jalan Karet Pasar Baru Timur III menuju Jalan Galunggung atau Jalan Sultan Agung.
Bagi pengendara dari arah Timur atau Gondangdia menuju Barat atau Tanah Abang, arus dialihkan melintasi Jalan Taman Cut Mutia hingga Jalan Medan Merdeka Utara sebelum tembus ke Jalan Abdul Muis.
Pengguna jalan dari arah Barat atau Tanah Abang yang hendak menuju Timur atau Stasiun Gambir diarahkan menyisir Jalan Abdul Muis dan Jalan Medan Merdeka Barat menuju kawasan Lapangan Banteng.
Guna meminimalisir kepadatan kendaraan pribadi, warga yang ingin menyaksikan acara ini sangat dianjurkan untuk memanfaatkan moda transportasi umum seperti MRT, LRT, Transjakarta, atau Commuter Line.
Operasional bus Transjakarta yang bersinggungan dengan jalur kegiatan dipastikan tetap berjalan dengan penyesuaian rute secara situasional.
Bagi pengunjung yang tetap membawa kendaraan pribadi, panitia telah menyediakan 21 kantong parkir dengan kapasitas total mencapai belasan ribu kendaraan di sekitar lokasi acara.
"Seperti di Pelataran Parkir IRTI Monas, Gedung Indosat, Plaza Indonesia, sampai Grand Indonesia," papar Ujang.
Para pengguna jalan pun diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan dan mematuhi instruksi petugas serta rambu-rambu lalu lintas yang telah ditetapkan di lapangan.