Badan Intelijen Inggris Klaim Rusia Salah Perhitungan dan Kini dalam Keadaan Terdesak

Diana Mariska | Suara.com

Rabu, 12 Oktober 2022 | 12:08 WIB
Badan Intelijen Inggris Klaim Rusia Salah Perhitungan dan Kini dalam Keadaan Terdesak
Kepala badan intelijen Inggris (GCHQ), Jeremy Fleming. (Roslan RAHMAN / AFP)

Suara.com - Badan intelijen Inggris menyebut pasukan Rusia kini dalam keadaan terdesak di tengah Perang Ukraina akibat salah perhitungan dan kehabisan amunisi.

Kepala badan intelijen Inggris (GCHQ), Jeremy Fleming, mengeklaim pada Selasa (11/10) bahwa pasukan Rusia di Ukraina mulai kehabisan senjata dan bahwa warga Rusia kini menyadari bahwa invasi terhadap Ukraina adalah sebuah langkah yang salah perhitungan

"Kami tahu, dan para komandan Rusia di lapangan tahu, bahwa pasokan dan amunisi mereka kini telah habis," kata Fleming dalam pidatonya di London.

"Pasukan Rusia kelelahan. Eksploitasi tahanan untuk dukungan, dan kini mobilisasi puluhan ribu personel wajib militer yang belum berpengalaman, menunjukkan sebuah situasi yang menggambarkan keputusasaan," katanya.

Fleming juga menuturkan bahwa warga biasa di Rusia "kabur dari wajib militer dan menyadari mereka tidak lagi dapat bepergian".

"Mereka sadar akses ke teknologi modern dan pengaruh eksternal akan dibatasi secara drastis. Mereka merasakan sejauh mana penderitaan kemanusiaan yang mengerikan yang disebabkan perang yang ia putuskan," kata Fleming merujuk pada Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Fleming juga berbicara tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir taktis oleh Rusia, yang menurutnya masih jauh dari kenyataan.

Sebelumnya, para pemimpin negara G7 mengeluarkan peringatan untuk Rusia terkait adanya konsekuensi dari penggunaan senjata nuklir.

Para pemimpin G7 berkumpul setelah peristiwa gelombang serangan Rusia ke Ukraina sebagai pembalasan atas ledakan akhir pekan lalu yang merusak jembatan Kerch yang menghubungkan Rusia dengan Krimea.

"Kami mengutuk serangan (Rusia) ini dengan sekuat tenaga," kata pemimpin Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat, ditambah Uni Eropa dalam pernyataan bersama.

Selain itu, ada kekhawatiran yang meningkat bahwa Rusia dapat menggunakan senjata nuklir taktis untuk serangan terbatas dalam perang melawan Ukraina.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan kepada wartawan, "Kita tidak boleh membuat Ukraina menjadi sasaran baru pengeboman dengan senjata nuklir."

"Ancaman dan penggunaan senjata nuklir oleh Rusia tidak boleh terjadi," ia menambahkan. [Antara/Anadolu]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyusul Toyota, Nissan dan Mazda Tinggalkan Industri Otomotif Rusia

Menyusul Toyota, Nissan dan Mazda Tinggalkan Industri Otomotif Rusia

Otomotif | Rabu, 12 Oktober 2022 | 11:52 WIB

Perang Rusia dan Ukraina Tak Kunjung Berakhir, Luhut Mewanti-wanti Soal Ancaman Nuklir

Perang Rusia dan Ukraina Tak Kunjung Berakhir, Luhut Mewanti-wanti Soal Ancaman Nuklir

Jawa Tengah | Rabu, 12 Oktober 2022 | 11:46 WIB

Terus Dukung Ukraina, Negara G7 Ingatkan Rusia Soal Konsekuensi Senjata Nuklir

Terus Dukung Ukraina, Negara G7 Ingatkan Rusia Soal Konsekuensi Senjata Nuklir

News | Rabu, 12 Oktober 2022 | 11:09 WIB

Negara G7 Peringatkan Rusia Akan Konsekuensi yang Parah Bila Tetap Gunakan Nuklir

Negara G7 Peringatkan Rusia Akan Konsekuensi yang Parah Bila Tetap Gunakan Nuklir

Bali | Rabu, 12 Oktober 2022 | 11:03 WIB

NATO Bersiap Hadapi Kekuatan Nuklir Rusia, Tegas Minta Negara Anggota Waspada Serangan

NATO Bersiap Hadapi Kekuatan Nuklir Rusia, Tegas Minta Negara Anggota Waspada Serangan

| Rabu, 12 Oktober 2022 | 08:16 WIB

Akibat Ledakan di Jembatan Krimea, Vladimir Putin Menggila

Akibat Ledakan di Jembatan Krimea, Vladimir Putin Menggila

| Selasa, 11 Oktober 2022 | 20:39 WIB

Terkini

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 23:40 WIB

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:18 WIB

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:05 WIB

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:36 WIB

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:02 WIB

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

News | Jum'at, 03 April 2026 | 20:04 WIB

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:47 WIB

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:08 WIB

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:44 WIB

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:19 WIB