Gelar Psikotes untuk 26 Ribu Caleg, PDIP Bongkar Standar Kader 'Idaman'

Ruth Meliana Dwi Indriani

Jum'at, 14 Oktober 2022 | 17:38 WIB
Gelar Psikotes untuk 26 Ribu Caleg, PDIP Bongkar Standar Kader 'Idaman'
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Suara.com - PDI Perjuangan mulai mempersiapkan personelnya untuk bertarung di Pemilu 2024. Ini dilakukan dengan menggelar psikotes terhadap 26 ribu bakal calon legislatif (caleg).

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pelaksanaan psikotes ini dibuka oleh Ketua DPP Bidang Ideologi, Pak Djarot Saiful Hidayat mulai 14 Oktober 2022 hingga 5 November 2022 secara online.

"Ketua DPP Bidang Ideologi, Pak Djarot Saiful Hidayat akan membuka pelaksanaan psikotes hari pertama pada Jumat ini. Sekitar 26 ribu caleg akan psikotes," ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (14/10/2022).

Dalam kesempatan ini, Hasto mengungkap PDIP bakal mempersiapkan sejumlah langkah untuk merekrut kader sesuai standar mereka. Salah satunya dengan meningkatkan semangat antikorupsi.

Demi mewujudkan hal tersebut, PDIP melakukan berbagai langkah. Di antaranya mengeluarkan berbagai aturan mengenai sanksi, hingga langkah-langkah perekrutan kader, termasuk metode sains dengan psikotes.

Hasto menjelaskan pertemuannya dengan para ahli dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) beberapa waktu lalu. Dari pertemuan itu, Hasto mengungkap ternyata psikotes belum mampu mengetahui dan membaca indikasi apakah seorang kader ditugaskan, baik di parlemen maupun eksekutif, punya kecenderungan korupsi.

Meski demikian, psikotes tetap bisa dipercaya untuk mengetahui sejauh mana komitmen kader terhadap nilai antikorupsi.

"Namun psikotes bisa mencapai hingga mengetahui sejauh mana komitmen seseorang terhadap nilai-nilai, termasuk nilai antikorupsi," terangnya.

Karena itu, PDIP tetap akan menggunakan metode psikotes, di mana ini telah menandai 10 tahun PDIP menggunakannya.

baca juga

"Kami tambahkan 3 kriteria kader. Apakah dia pejuang, apakah dia punya kapabilitas menjalankan fungsi eksekutif-legislatif, atau justru pragmatismenya yang menonjol," tambahnya.

Dengan kriteria baru ini, kata Hasto, akan bisa terbaca apakah seseorang kader itu pas untuk ditugaskan di struktur partai, atau diajukan di fungsi eksekutif dan legislatif, serta tugas strategis lainnya.

"Tentu kalau hasil psikotes itu menunjukkan seseorang itu cenderung pragmatis, maka partai akan harus berhati-hati. Kalau kecenderungan pragmatis kuat, dia berpotensi jadi pedagang politik," ungkaonya.

Hasto mengatakan bahwa PDIP berupaya keras dalam pemberantasan korupsi. PDIP tidak hanya membuat aturan sanksi pemecatan, namun bakal tidak mencalonkan seseorang yang terkait dugaan korupsi.

Masalahnya, seringkali pilihan jernih demikian tak diganjar rakyat dengan tingkat pemilihan saat pilkada. Dia mencontohkan, Pilkada di Tangerang Selatan dan Gorontalo, partainya memilih untuk tak mencalonkan sosok yang dianggap terkait korupsi ataupun punya persoalan hukum, tetapi justru kalah di pilkada.

"Meskipun tidak memberikan efek elektoral, PDIP tetap tidak bergeming dan tidak mencalonkan yang berstatus tersangka korupsi. Ini salah satu akar masalahnya adalah sistem pemilihan yang liberal," kata Hasto.

Mengenai pelaksanaan psikotes tersebut, Kepala Sekretariat DPP PDIP Yoseph Aryo Adhi Dharmo mengatakan psikotes setiap hari dibagi dua batch, pagi dan siang. Bakal caleg ketika mengikuti zoom wajib menggunakan nomor tes yang telah diberikan dan nama singkat.

"Selama berlangsung tes, bacaleg wajib mengaktifkan kamera video zoom karena akan diawasi langsung oleh HIMPSI dan Sekretariat DPP Partai," kata Yoseph.

Psikotes berlangsung selama 5 jam, sehingga peserta perlu menyiapkan makan-minum secukupnya dan stamina yang baik. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rapor Merah Anies Baswedan dari PDIP, Bikin 23 Janji Hanya Lima yang Ditepati

Rapor Merah Anies Baswedan dari PDIP, Bikin 23 Janji Hanya Lima yang Ditepati

News | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 14:43 WIB

Sebut Tuduhan Andi Arief ke Hasto PDIP Mirip Zaman Orba, Fahri Hamzah: Bangsa Ini Perlu Cara Bertengkar yang Beradab

Sebut Tuduhan Andi Arief ke Hasto PDIP Mirip Zaman Orba, Fahri Hamzah: Bangsa Ini Perlu Cara Bertengkar yang Beradab

Jakarta | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 10:54 WIB

Bela Sekjen PDIP Hasto yang Disebut Mirip DN Aidit, Ketum Repdem: Andi Arief Halu Berkepanjangan, Seperti Punya Gangguan

Bela Sekjen PDIP Hasto yang Disebut Mirip DN Aidit, Ketum Repdem: Andi Arief Halu Berkepanjangan, Seperti Punya Gangguan

News | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 10:44 WIB

Andi Arief Sebut Hasto PDIP Mirip Tokoh PKI DN Aidit, Fahri Hamzah: Labeling Tak Bagus, Harus Bertarung Gagasan!

Andi Arief Sebut Hasto PDIP Mirip Tokoh PKI DN Aidit, Fahri Hamzah: Labeling Tak Bagus, Harus Bertarung Gagasan!

News | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 10:35 WIB

Hasto PDIP Disorot Kerap Senggol Lawan, Pengamat: Hindari Nyinyir Jika PDIP Mau Menang

Hasto PDIP Disorot Kerap Senggol Lawan, Pengamat: Hindari Nyinyir Jika PDIP Mau Menang

News | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 09:55 WIB

Kejari Bandar Lampung Buka Posko Pengaduan Pemilu 2024

Kejari Bandar Lampung Buka Posko Pengaduan Pemilu 2024

Lampung | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 09:27 WIB

Terkini

Tayang September, Film Tazza: The Song of Beelzebub Jadi Penutup Seri Tazza

Tayang September, Film Tazza: The Song of Beelzebub Jadi Penutup Seri Tazza

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 13:35 WIB

Panggung BDD 2026 Tampilkan Joget Tidak Pantas, Bupati Bondowoso Minta Maaf

Panggung BDD 2026 Tampilkan Joget Tidak Pantas, Bupati Bondowoso Minta Maaf

Jatim | Senin, 27 Juli 2026 | 13:34 WIB

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Sita Uang Rp 4 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Bengkulu

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Sita Uang Rp 4 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Bengkulu

News | Senin, 27 Juli 2026 | 13:34 WIB

Belajar Jadi Anak Besar dengan Cara yang Lucu dalam Buku Loops

Belajar Jadi Anak Besar dengan Cara yang Lucu dalam Buku Loops

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 13:30 WIB

CEK FAKTA: Pemotor Pakai Sandal Jepit akan Ditilang dan Denda Rp250 Ribu, Benarkah?

CEK FAKTA: Pemotor Pakai Sandal Jepit akan Ditilang dan Denda Rp250 Ribu, Benarkah?

Riau | Senin, 27 Juli 2026 | 13:28 WIB

Bukan Sekadar Buku Anak, 'Dad' Menggambarkan Sisi Kompleks Seorang Ayah

Bukan Sekadar Buku Anak, 'Dad' Menggambarkan Sisi Kompleks Seorang Ayah

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 13:28 WIB

Pasca Perry Warjiyo Mundur, Investasi Asing Langsung Hengkang di Sesi I

Pasca Perry Warjiyo Mundur, Investasi Asing Langsung Hengkang di Sesi I

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 13:27 WIB

Dituduh Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Indomaret

Dituduh Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Indomaret

Sulsel | Senin, 27 Juli 2026 | 13:26 WIB

Memeluk Diri di Seri Chicken Soup for the Soul, Saat Hidup Terasa Berat

Memeluk Diri di Seri Chicken Soup for the Soul, Saat Hidup Terasa Berat

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 13:25 WIB

Kenapa Pakai Bedak Malah Bikin Wajah Kusam? Ini 6 Penyebab dan Tips Memilih Shade yang Tepat

Kenapa Pakai Bedak Malah Bikin Wajah Kusam? Ini 6 Penyebab dan Tips Memilih Shade yang Tepat

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 13:25 WIB

×