Apa Itu Bom Kotor dan Mengapa Rusia Menuduh Ukraina Bisa Menggunakannya?

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 25 Oktober 2022 | 09:38 WIB
Apa Itu Bom Kotor dan Mengapa Rusia Menuduh Ukraina Bisa Menggunakannya?
BBC

Suara.com - Menteri pertahanan Rusia Sergei Shoigu telah membuat klaim tidak berdasar bahwa Kyiv mungkin menggunakan apa yang disebut sebagai bom kotor, yakni bom berbahan peledak konvensional yang juga mengandung bahan radioaktif.

Tuduhan itu telah dibantah oleh pemerintah Ukraina, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat.

Apa yang dikatakan Rusia?

Shoigu mengatakan kepada Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace, bahwa dia "khawatir tentang kemungkinan provokasi oleh Kyiv yang melibatkan penggunaan bom kotor".

Dia juga telah berbicara dengan menteri pertahanan AS, Prancis serta Turki dan menyatakan hal yang sama.

Melalui pernyataan bersama, Prancis, Inggris, dan AS menyampaikan "semua menolak tuduhan palsu Rusia bahwa Ukraina sedang bersiap menggunakan bom kotor di wilayahnya sendiri".

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, membantah tuduhan itu dan menuduh Rusia sebagai "sumber dari segala sesuatu yang kotor yang dapat dibayangkan dalam perang ini".

Baca juga:

Apa itu bom kotor?

Bom kotor, yang juga disebut sebagai perangkat dispersi radiologi, adalah bom yang mengandung bahan radioaktif seperti uranium yang menyebar di udara ketika bahan peledak konvensionalnya meledak.

Bom kotor tidak perlu mengandung bahan radioaktif yang sangat halus seperti yang terkandung dalam bom nuklir.

Sebaliknya, bom jenis ini bisa menggunakan bahan radioaktif dari rumah sakit, pembangkit listrik tenaga nuklir atau laboratorium penelitian.

Ini membuat bom kotor jauh lebih murah dan lebih cepat dibuat dibanding senjata nuklir. Bom kotor juga bisa dibawa di belakang kendaraan, misalnya.

Bom sejenis ini bisa memicu kepanikan bagi populasi yang ditargetkan, karena radioaktif bisa menyebabkan penyakit serius seperti kanker.

Area luas di sekitar zona ledakan juga harus dikosongkan untuk dekontaminasi atau ditinggalkan sepenuhnya.

Federasi Ilmuwan Amerika telah menghitung apabila sebuah bom yang mengandung 9 gram kobalt-60 dan 5 kilogram TNT meledak di ujung Manhattan, New York, maka seluruh wilayah kota tidak bisa dihuni selama beberapa dekade.

Oleh sebab itu, "bom kotor" dikenal sebagai "senjata pemusnah massal".

Namun bom jenis ini tidak bisa diandalkan sebagai senjata.

Untuk menyebarkan bahan radioaktif pada bom kotor di zona sasaran, materialnya harus direduksi menjadi bentuk bubuk. Tetapi jika partikelnya terlalu halus atau terhembus oleh angin kencang, maka akan menyebar terlalu luas sehingga menimbulkan banyak kerusakan.

Mengapa Rusia membuat klaim 'bom kotor'?

Institute for the Study of War (ISW) yang berbasis di AS mengatakan menteri pertahanan Rusia "kemungkinan berusaha memperlambat atau menangguhkan bantuan militer Barat ke Ukraina dan mungkin melemahkan aliansi NATO melalui seruan yang menakut-nakuti".

Ada pula spekulasi bahwa Rusia berencana meledakkan sendiri bom kotor di Ukraina dan menyalahkan pasukan Ukraina dalam serangan "bendera palsu".

Namun, banyak analisis militer mengatakan Rusia tidak akan sebodoh itu, mengingat kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh bom kotor terhadap pasukannya sendiri serta wilayah yang berada di bawah kendalinya.

ISW mengatakan, "Kremlin tidak mungkin mempersiapkan serangan bom kotor bendera palsu".

Apakah bom kotor pernah digunakan sebelumnya?

Belum ada serangan bom kotor yang berhasil di mana pun di dunia.

Namun, ada upaya untuk itu.

Pada 1996, pemberontak dari Chechnya menanam sebuah bom di Taman Izmailovo Moskow berisi dinamit dan cesium-137.

Cesium itu diekstraksi dari peralatan pengobatan kanker.

Layanan keamanan menemukan lokasinya dan bom itu berhasil dijinakkan.

Pada 1998, badan intelijen Chechnya menemukan dan menjinakkan bom kotor yang ditempatkan di dekat jalur kereta api di Chechnya.

Pada 2002, Jose Padilla, seorang warga negara AS yang memiliki kontak dengan al-Qaeda, ditangkap di Chicago karena dicurigai merencanakan serangan bom kotor. Dia dijatuhi hukuman 21 tahun.

Pada 2004, Dhiren Barot, seorang warga negara Inggris sekaligus anggota al-Qaeda, ditangkap di London karena merencanakan serangan teroris di AS dan Inggris yang di antaranya menggunakan bom kotor. Dia divonis penjara selama 30 tahun pada tahun 2006.

Namun, Padilla maupun Barot belum mulai merakit bom itu sebelum ditangkap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eropa Terancam Gelap: Pipa Migas Rusia Rusak, Perang Iran Tutup Selat Hormuz

Eropa Terancam Gelap: Pipa Migas Rusia Rusak, Perang Iran Tutup Selat Hormuz

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:14 WIB

Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera

Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 07:30 WIB

Dari Brimob Aceh ke Garis Depan Donbass: Mengapa Tentara Bayaran Rusia Menjadi Pilihan Fatal?

Dari Brimob Aceh ke Garis Depan Donbass: Mengapa Tentara Bayaran Rusia Menjadi Pilihan Fatal?

News | Selasa, 20 Januari 2026 | 15:38 WIB

6 Fakta Bripda Rio: Desersi Usai Selingkuh dan KDRT, Kabur Jadi Tentara Bayaran Rusia

6 Fakta Bripda Rio: Desersi Usai Selingkuh dan KDRT, Kabur Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Minggu, 18 Januari 2026 | 07:03 WIB

Satya Wacana Datangkan Pemain Timnas Ukraina untuk IBL 2026, Jebolan Liga Bulgaria

Satya Wacana Datangkan Pemain Timnas Ukraina untuk IBL 2026, Jebolan Liga Bulgaria

Sport | Selasa, 06 Januari 2026 | 11:43 WIB

Sedan Mewah BMW Disulap Jadi Senjata Mematikan di Perang Rusia vs Ukraina, Ini Penampakannya

Sedan Mewah BMW Disulap Jadi Senjata Mematikan di Perang Rusia vs Ukraina, Ini Penampakannya

Otomotif | Jum'at, 19 Desember 2025 | 14:17 WIB

Isu Damai Ukraina Redam Efek Blokade Tanker Venezuela, Begini Dampaknya ke Harga Minyak

Isu Damai Ukraina Redam Efek Blokade Tanker Venezuela, Begini Dampaknya ke Harga Minyak

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2025 | 10:44 WIB

Karier Anjlok! Mykhailo Mudryk Kena Skors Doping, Kini Kena Sanksi Gara-gara Kaca Mobil

Karier Anjlok! Mykhailo Mudryk Kena Skors Doping, Kini Kena Sanksi Gara-gara Kaca Mobil

Bola | Kamis, 11 Desember 2025 | 20:04 WIB

Harga Minyak Melemah: Dibayangi Ketidakpastian Damai Rusia-Ukraina dan Keputusan The Fed

Harga Minyak Melemah: Dibayangi Ketidakpastian Damai Rusia-Ukraina dan Keputusan The Fed

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 10:45 WIB

Serangan Ukraina Tunda Perdamaian, Harga Minyak Dunia Menguat

Serangan Ukraina Tunda Perdamaian, Harga Minyak Dunia Menguat

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 11:41 WIB

Terkini

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:48 WIB

Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja

Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:41 WIB

Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini

Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:38 WIB

Ikuti Jejak Yaqut, Noel Mau Ajukan Tahanan Rumah ke KPK

Ikuti Jejak Yaqut, Noel Mau Ajukan Tahanan Rumah ke KPK

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:35 WIB

Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz

Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:35 WIB

Kemenko Kumham Imipas Pastikan Pelayanan Masyarakat Berjalan Optimal Saat Idul Fitri

Kemenko Kumham Imipas Pastikan Pelayanan Masyarakat Berjalan Optimal Saat Idul Fitri

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:31 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi Terjadi 25 Maret

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi Terjadi 25 Maret

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:25 WIB

Boni Hargens: Mudik Gratis Presisi-Aman, Wujud Transformasi Polri dari Kekuasaan Menuju Pelayanan

Boni Hargens: Mudik Gratis Presisi-Aman, Wujud Transformasi Polri dari Kekuasaan Menuju Pelayanan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:17 WIB

Diplomasi Hangat 2,5 Jam di Teuku Umar: Megawati dan Ramos-Horta Perkuat Persaudaraan RI-Timor Leste

Diplomasi Hangat 2,5 Jam di Teuku Umar: Megawati dan Ramos-Horta Perkuat Persaudaraan RI-Timor Leste

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:13 WIB

Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK

Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:08 WIB