- Pemerintah Rusia mendesak diplomat dan warga asing segera meninggalkan Kiev pada Rabu (6/5/2026) demi alasan keamanan mendesak.
- Rusia mengancam akan menyerang pusat pengambilan keputusan di Ukraina jika terdapat gangguan selama perayaan Hari Kemenangan 9 Mei.
- Ketegangan ini muncul sebagai respons atas komentar Presiden Zelenskyy terkait peniadaan parade alutsista berat dalam perayaan di Rusia.
Suara.com - Ketegangan di Eropa Timur kembali mencapai titik kritis menjelang peringatan hari bersejarah di Rusia. Pemerintah Federasi Rusia secara resmi telah mendesak seluruh negara asing dan lembaga internasional untuk segera menarik staf diplomatik serta warga negaranya dari ibu kota Ukraina, Kiev, pada Rabu (6/5/2026).
Langkah luar biasa ini diambil Moskow sebagai antisipasi atas potensi "serangan balasan" yang masif jika Ukraina nekat meluncurkan aksi militer selama perayaan Hari Kemenangan (Victory Day) yang jatuh pada 9 Mei mendatang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melayangkan nota resmi kepada seluruh misi diplomatik dan kantor perwakilan organisasi internasional yang terakreditasi di Rusia. Nota tersebut merupakan tindak lanjut dari pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia yang dikeluarkan awal pekan ini.
Dalam dokumen tersebut, Moskow meminta pemerintah negara-negara terkait dan pimpinan organisasi internasional untuk menyikapi situasi ini dengan "tanggung jawab penuh". Pihak Rusia menekankan pentingnya proses evakuasi yang tepat waktu guna menghindari dampak dari eskalasi yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Rusia memperingatkan bahwa serangan balasan terhadap Kiev tidak akan terhindarkan apabila terdapat gangguan selama perayaan 9 Mei. Moskow secara spesifik menyebutkan bahwa target potensial dari serangan tersebut mencakup "pusat-pusat pengambilan keputusan" di wilayah Ukraina.
Peringatan ini muncul sebagai respons atas pernyataan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, yang sebelumnya memberikan komentar mengenai perubahan format perayaan Hari Kemenangan di Lapangan Merah, Moskow.
Dalam pidatonya di sela-sela KTT Komunitas Politik Eropa di Yerevan, Armenia, Presiden Zelenskyy sempat menyinggung soal ketidakhadiran alat utama sistem persenjataan (alutsista) berat dalam parade Rusia tahun ini.
"Ini akan menjadi momen pertama dalam bertahun-tahun. Mereka tidak mampu memamerkan peralatan militer karena situasinya, dan mereka khawatir ada drone yang melintas di atas Lapangan Merah," ujar Zelenskyy dengan nada satir, dilansir via Anadolu.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya memang telah mengonfirmasi bahwa konvoi alutsista tidak akan dilibatkan dalam parade tahun ini. Otoritas militer Rusia beralasan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan "situasi operasional" yang sedang berlangsung saat ini.
Seruan evakuasi ini menambah daftar panjang kekhawatiran global akan meluasnya intensitas konflik di Ukraina. Para pengamat internasional melihat peringatan ini sebagai sinyal bahwa peringatan Hari Kemenangan 9 Mei—yang secara tradisional merupakan simbol kekuatan militer Rusia—akan berlangsung di bawah bayang-bayang ketegangan keamanan yang sangat tinggi di kawasan tersebut.