Ramai BEM UI Kritik Kabinet Jokowi 'Nasakom', Menteri hingga Kapolri Cuma Dapat IPK Satu Koma

Dany Garjito, Elvariza Opita

Kamis, 27 Oktober 2022 | 13:33 WIB
Ramai BEM UI Kritik Kabinet Jokowi 'Nasakom', Menteri hingga Kapolri Cuma Dapat IPK Satu Koma
Presiden Jokowi didampingi Wapres Ma'ruf Amin mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 di Istana Kepresidenan, Rabu (23/10/2019). (Antara)

Suara.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kembali menjadi perbincangan dengan kritikan pedasnya kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Bila sebelumnya BEM UI menganalogikan Jokowi-Ma'ruf Amin selayaknya pendusta dan foto pajangan di kelas SD, kini BEM UI mengkritik kinerja kabinet pemerintahan.

Bahkan mereka mengganti nama kabinet Jokowi dari Kabinet Indonesia Maju menjadi Kabinet Nasakom.

Hal ini seperti yang terlihat di unggahan akun Twitter @BEMUI_Official. Utas kritikan itu tampak diunggah pada Selasa (25/10/2022) malam, di mana mereka memberikan penilaian selayaknya dosen menetapkan indeks prestasi (IP) untuk mahasiswanya.

"Tiga tahun bersama kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf begitu menggambarkan betapa buruknya pemerintahan di berbagai sektor. Oleh karena itu, kami memberi penilaian berupa IPK (Indeks Prestasi Kurang Ada) dengan nilai maksimal 4 poin sebagai berikut," begitulah keterangan yang dituliskan BEM UI, dikutip Suara.com, Kamis (27/10/2022).

Sesuai namanya, Nasakom alias nasib satu koma, bisa ditebak bila IPK masing-masing menteri dan kepala lembaga mendapat nilai yang sangat rendah. Pasalnya menurut BEM UI, selama ini kinerja kabinet tak pernah dievaluasi dan malah diapresiasi kendati tidak maksimal.

"Dalam publikasi berikut, kami memberikan indeks prestasi tak lebih dari satu koma untuk nama beberapa pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Indonesia Maju karena buruknya kinerja, bobroknya instansi yang dibawahi, dan kontribusi mereka akan kemunduran Indonesia di segala lini," cuit BEM UI.

Dari beberapa nama yang dinilai, Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto mendapat IPK tertinggi, yakni 1,7.

"Sok peduli pendidikan sampai lupa soal kebebasan berpendapat di tempat pendidikan," kritik BEM UI untuk Nadiem.

baca juga

Lalu Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mendapat IPK 1,4 dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mendapat IPK 1,3. Menurut BEM UI, keduanya punya satu dosa besar yang sama yakni, "Penjahat Pengkhianat Demokrasi".

Kritikan BEM UI untuk Kabinet Jokowi 'Nasakom': Luhut Binsar dan Bahlil Lahadalia disebut Penjahat Pengkhiatan Demokrasi; Sri Mulyani, Arifin Tasrif, dan Suharso Monoarfa disebut Tukang Bakar Duit Rakyat. (Twitter/@BEMUI_Official)
Kritikan BEM UI untuk Kabinet Jokowi 'Nasakom': Luhut Binsar dan Bahlil Lahadalia disebut Penjahat Pengkhiatan Demokrasi; Sri Mulyani, Arifin Tasrif, dan Suharso Monoarfa disebut Tukang Bakar Duit Rakyat. (Twitter/@BEMUI_Official)

Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapat IPK lebih baik sedikit daripada Bahlil, yakni 1,5. Bersama Menteri ESDM Arifin Tasrif yang mendapat nilai 1,2 dan Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa dengan IPK 1,2, ketiganya dianggap sebagai, "Tukang Bakar Duit Rakyat".

Yang mendapat nilai terendah datang dari sektor hukum. Seperti Menkumham Yasonna Laoly yang mendapat IPK 1,2 dan Jaksa Agung ST Burhanuddin dengan IPK 1,1. Keduanya dinilai tidak peduli dengan masalah HAM, serta Yasonna secara spesifik dianggap sebagai penghambat reformasi hukum.

Sedangkan IPK terendah diberikan kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Ketua KPK Firli Bahuri yang masing-masing mendapat IPK 1,0.

Kritikan BEM UI untuk Kabinet Jokowi 'Nasakom': Kapolri Listyo Sigit Prabowo disebut Malaikat Pelindung Institusi Bobrok dan Ketua KPK Firli Bahuri disebut Si Pelanggar Kode Etik. (Twitter/@BEMUI_Official)
Kritikan BEM UI untuk Kabinet Jokowi 'Nasakom': Kapolri Listyo Sigit Prabowo disebut Malaikat Pelindung Institusi Bobrok dan Ketua KPK Firli Bahuri disebut Si Pelanggar Kode Etik. (Twitter/@BEMUI_Official)

"Kapolri: Malaikat Pelindung Institusi Bobrok," begitulah kritikan pedas BEM UI untuk Sigit, merujuk pada berbagai kasus yang tengah menggoyang korps bhayangkara saat ini.

"Ketua KPK: Si Pelanggar Kode Etik," lanjut BEM UI untuk Firli, ditambah dengan penilaian soal tumpulnya taring KPK saat ini dalam menindak kasus-kasus rasuah di Indonesia.

Tentu penilaian ini membuat BEM UI kembali menjadi pembicaraan publik. Banyak pro dan kontra yang mengiringi, tetapi BEM UI mengaku hanya berharap penilaian mereka dapat dijadikan introspeksi pemerintah.

"Semoga buruknya nilai yang ada menghadirkan introspeksi yang tidak berkesudahan, dan menghadirkan perubahan yang signifikan. Harap berbenah diri karena tidak ada remedial," pungkas BEM UI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perempuan Bercadar yang Todongkan Senjata ke Paspampres Ingin Bertemu Presiden Jokowi

Perempuan Bercadar yang Todongkan Senjata ke Paspampres Ingin Bertemu Presiden Jokowi

Sumsel | Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:45 WIB

Kebut Pembangunan IKN, Jokowi Optimis 2024 Dapat Digunakan Upacara Kemerdekaan

Kebut Pembangunan IKN, Jokowi Optimis 2024 Dapat Digunakan Upacara Kemerdekaan

Purwokerto | Rabu, 26 Oktober 2022 | 19:50 WIB

Jawab Kabar soal Reshuffle, Surya Paloh Klaim Jokowi Tak Pernah Anggap NasDem Langgar Etika

Jawab Kabar soal Reshuffle, Surya Paloh Klaim Jokowi Tak Pernah Anggap NasDem Langgar Etika

News | Rabu, 26 Oktober 2022 | 19:50 WIB

Jokowi-Ma'ruf Dikritik Pedas BEM UI, KSP: Publik Percaya Apa yang Dilakukan Pemerintah

Jokowi-Ma'ruf Dikritik Pedas BEM UI, KSP: Publik Percaya Apa yang Dilakukan Pemerintah

News | Rabu, 26 Oktober 2022 | 17:57 WIB

Pedas! BEM UI Kritik Jokowi Pendusta, Ma'ruf Amin Malah Dibilang Cuma Foto Pajangan di Kelas SD

Pedas! BEM UI Kritik Jokowi Pendusta, Ma'ruf Amin Malah Dibilang Cuma Foto Pajangan di Kelas SD

News | Rabu, 26 Oktober 2022 | 10:54 WIB

Terkini

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Bali | Selasa, 03 November 2026 | 07:22 WIB

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 07:20 WIB

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:19 WIB

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 07:15 WIB

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:05 WIB

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:50 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:41 WIB

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:20 WIB

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:08 WIB

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

×