Metro, Suara.com-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) menggelar Gala Siswa Indonesia (GSI) Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2022 pada 18-30 Oktober 2022.
Gala Siswa Indonesia adalah sebuah kompetisi sepak bola antarpeserta didik jenjang SMP yang dilaksanakan secara berjenjang mulai tingkat kecamatan (sekolah) sampai dengan tingkat nasional. Di tahun 2022, panitia seleksi melaksanakan sistem penjaringan pemanduan bakat dalam bentuk keterampilan sepak bola yang direkam melalui video dari 9.267 peserta tingkat kecamatan, terseleksi menjadi 3.629 peserta tingkat kabupaten//kota, dan terseleksi 864 peserta tingkat provinsi yang diselenggarakan sejak bulan Mei hingga Agustus 2022.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, mengungkapkan bahwa Kemendikbudristek terus berupaya mengembangkan proses pembelajaran yang menyenangkan sesuai minat dan bakat peserta didik termasuk melalui olahraga sepak bola.
“Jangan takut untuk mencoba, kalah ataupun menang dalam kompetisi adalah hal biasa, yang penting adik-adik berani berkompetisi dengan sportif, terus mengembangkan diri, itulah ciri pelajar yang merdeka dalam belajar,” ungkap Nadiem secara daring, Kamis (20/10).
“Keberlanjutan GSI ini menjadi kunci untuk mencetak generasi muda yang cerdas, sehat, dan berkarakter. Selamat mengikuti pemusatan latihan di GSI 2022 untuk seluruh peserta” tegas Nadiem.
Sementara itu, Kepala BPTI Asep Sukmayadi, menyampaikan bahwa GSI tahun 2022 merupakan penyelenggaraan ke-5. GSI tahun 2022 yang diadakan secara luring diikuti oleh 102 peserta terpilih dari 79 SMP di 29 provinsi untuk mengikuti pemusatan latihan (training center) dengan standar pelatihan nasional (pelatnas) serta protokol kesehatan yang ketat.
“Kesuksesan penyelenggaraan GSI tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak seperti Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Satuan tugas (Satgas) Covid-19, Dinas Pendidikan, guru olahraga dan orang tua hebat yang mendampingi dan memotivasi para siswa,” tekan Asep.
Asep menambahkan, melalui tema “Menggali prestasi sepak bola usia muda yang berkarakter” ajang ini menjadi strategi untuk menciptakan inovasi pengembangan calon talenta muda persepakbolaan nasional di masa mendatang dan wadah pembentukan karakter di bidang sepak bola. “Kita gelorakan semangat pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat, dan berprestasi lebih hebat di bidang olahraga sepakbola,” ucap Asep.
Senada,Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi mengungkapkan kebanggaannya atas pelaksanaan GSI. “PSSI menyampaikan apresiasi kepada Kemendikbudristek yang terus berkomitmen secara berkelanjutan menyelenggarakan GSI. Kami mendorong kiranya GSI menjadi wadah edukasi yang bermanfaat serta mampu menciptakan bibit talenta muda yang akan menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia,” tegas Yunus.
Baca Juga: Kemendikbudristek dan Kementerian BUMN Luncurkan Program KeRis
Ketua Tim Talent Scouting GSI Yeyen Tumena mengatakan bahwa lewat pendekatan materi pelatihan yang memahami karakteristik tiap pemain di usia SMP serta menggunakan teknologi yang mendukung program kepelatihan diharapkan akan menciptakan pemain berkualitas dan berkarakter positif serta memberikan edukasi kepada pelatih yang akan membantu para peserta dapat berprestasi selama menjalani pemusatan latihan.
Yeyen Tumena yang juga merupakan pelatih lisensi Pro Asian Football Confederation (AFC) menambahkan bahwa selama 1 minggu pertama para peserta akan menjalani pemusatan latihan (training camp) yang terbagi dalam 6 tim yaitu tim Majapahit FC, Sriwijaya FC, Malaka FC, Bima FC, Kutai FC, dan Tidore FC serta dilatih oleh pelatih profesional dan mantan pemain timnas. Selanjutnya di minggu ke-2 akan ada pertandingan kecil, yang terbagi atas babak penyisihan dan babak perang bintang untuk kemudian akan mengerucut kepada 30 nama terpilih yang akan menjadi pemain terbaik.
“Saat para peserta GSI kembali ke daerah masing-masing, kiranya membagi praktik baik dan pengalamannya selama menjalan pemusatan latihan tentang perkembangan sepak bola di masyarakat,” tandasnya.