Lepas Rindu, Susi Berpelukan dengan Putri Candrawathi Saat Sidang, Psikolog Forensik: Ada Ikatan Emosional

Selasa, 08 November 2022 | 17:48 WIB
Lepas Rindu, Susi Berpelukan dengan Putri Candrawathi Saat Sidang, Psikolog Forensik: Ada Ikatan Emosional
PRT Susi peluk erat majikannya, Putri Candrawathi di sidang. (Suara.com/Rakha)

Suara.com - Psikolog forensik Reza Indragiri menilai pelukan saksi Susi dengan Putri Candrawathi menunjukan adanya ikatan emosional antara keduanya.

Reza menerangkan pelukan antara saksi dan terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana terhadap kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J ini menunjukan ekspresi keriduan yang sangat mendalam.

Pernyataan ini dilontarkan oleh Reza saat menjadi narasumber dalam acara Kabar Khusus yang tayang di kanal YouTube tvOneNews pada Selasa (8/11/22).

"Pelukan yang tadi ditafsirkan sebagai ekspresi kerinduan yang amat sangat," ujar Reza.

Terdakwa Putri Candrawathi (tengah) mengusap pipi asisten rumah tangganya Susi (kiri) saat menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (8/11/2022). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww].
Terdakwa Putri Candrawathi (tengah) mengusap pipi asisten rumah tangganya Susi (kiri) saat menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (8/11/2022). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww].

"Kita bayangkan ada kedalaman ikatan emosional antara saksi Susi dengan terdakwa PC," imbuh Reza.

Dalam dialognya, Reza lantas menyinggung soal keterangan yang diberikan Susi dalam persidangan. Ia memperkirakan jika Susi memberikan kesaksian palsu lantaran memiliki ikatan emosional dengan majikannya yang tak lain adalah Putri Candrawathi.

"Perkiraan saya ini termasuk kategori yang pertama, bahwa saksi Susi menyampaikan keterangan palsu atau keterangan mengada-ngada karena ada ikatan emosional," terang Reza.

Lebih jelas, menurut Reza, adanya ikatan emosional bisa membuat Susi tanpa disuruh berinisiatif untuk memberikan keterangan palsu.

Keterangan palsu ini pun bertujuan untuk mendapatkan tujuan hukum yang ingin dicapai, salah satunya adalah untuk melindungi terdakwa dari saksi pidana.

Baca Juga: Video Ultah Pernikahan Sambo-Putri Diputar di Sidang, Brigadir Yosua Muncul Bawa Kue dan Nasi Tumpeng

"Adanya barang kali ikatan emosional yang sedemikian kuat, yang sedemikian mendalam, sehingga saksi tanpa harus disuruh, tanpa harus diiming-imingi, tanpa harus diintimidasi, bisa saja kemudian mengambil inisiatif untuk menyampaikan keterangan yang palsu, keterangan yang mengada-ngada demi tujuan hukum," kata Reza.

"Apa tujuan hukum yang ingin dicapai, misalnya melindungi seseorang dari ancaman sanksi pidana," lanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI