Tidak Curiga Seperti PDIP, PKB Justru Anggap Pertemuan Anies-Gibran Berikan Pencairan Politik

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah | Suara.com

Selasa, 15 November 2022 | 21:34 WIB
Tidak Curiga Seperti PDIP, PKB Justru Anggap Pertemuan Anies-Gibran Berikan Pencairan Politik
Bakal capres dari Partai Nasdem Anies Baswedan bertemu dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Hotel Novotel Solo, Selasa (15/11/2022). [ist/ IG: @aniesbaswedan]

Suara.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak melihat ada hal yang ganjil dari pertemuan Anies Baswedan dengan Gibran Rakabuming Raka. Menurut Wasekjen PKB Syaiful Huda pertemuan kedua tokoh tersebut merupakan hal yang wajar.

PKB juga tidak menaruh curiga apapun, tidak seperti PDIP yang menganggap ada maksud politik lain dari Anies.

"Nggak masalah menurut saya, karena politik Indonesia cair banget dan itu jadi bagian dari khas politik Indonesia, dinamika yang kita nikmati saja," kata Huda di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/11/2022).

Huda mengingatkan pemungutan suara Pilpres masih jauh, masih ada sekitar delapan bulan lagi menunggu pendaftaean capres dan cawapres. Karena itu, bagi PKB, apapun yang terjadi, semisal pertemuan Anies dan Wali Kota Solo hanya menjadi bagian dari dinamika.

"Dan menurut saya ini termasuk supaya ada pencairan politik di level masyarakat di bawah," kata Huda.

PDIP Curigai Anies

Sebelumnya diberitakan, PDI Perjuangan curiga Anies Baswedan sedang bermain politik pecah belah melalui pertemuannya dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Kecurigaan itu muncul berkaitak dengan Pilgb DKO pada 2024 mendatang.

Pun kemudian menjadi pertanyaan, apakah kedatangan Anies bertemu Gibran itu erat kaitannya dengan pilgub atau tidak. Mengingat, Gibran memang salah satu sosok yang digadang-gadang akan menjadi cagub di Jakarta.

"Maksudnya itu Anies mau jadi king maker di DKI? Iya tapi kalau Anies yang mau majukan Gibran, Anies gak punya partai, Gibran kader PDI Perjuangan. Itulah tricky politik Anies saja untuk mecah-belah PDIP Perjuangan," kata Ketua DPP PDIP Said Abdullah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/11/2022).

Said menegaskan apabila benar-benar hal itu dilakukan Anies maka kecurigaan ia benar adanya.

"Iya dong (memecah belah). Orang Gibran calon kita, tiba-tiba dia masuk ke situ," kata Said.

Said menilai pertemuan Anies dan Gibran juga menjadi upaya Anies untuk lebih dikenal. Selain itu, menurut Said ada niatan lain dari Anies.

"Langkahnya supaya lebih dikenal publik. Dan ingat kalau dia muji-muji Gibran pasti ada udang, ada batu di balik udang," kata Said.

PDI Perjuangan sebelumnya telah buka suara ihwal adanya kunjungan dan pertemuan antara Anies dengan Gibran. PDIP menuding pertemuan itu merupakan cara Anies mencari suara.

Tudingan itu tidak terlepas dari posisi Anies yang kini merupakan bakal calon presiden yang diusung Partai NasDem.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dipertanyakan PDIP, Pertemuan Gibran dengan Anies Baswedan Justru Dipuji Petinggi Partai Nasdem

Dipertanyakan PDIP, Pertemuan Gibran dengan Anies Baswedan Justru Dipuji Petinggi Partai Nasdem

Jawa Tengah | Selasa, 15 November 2022 | 21:06 WIB

Gibran Pemersatu Bangsa! Usai Makan Bareng Anies, Kini Pamer Momen Megawati-SBY Duduk Semeja di KTT G20

Gibran Pemersatu Bangsa! Usai Makan Bareng Anies, Kini Pamer Momen Megawati-SBY Duduk Semeja di KTT G20

News | Selasa, 15 November 2022 | 20:52 WIB

Pertemuan Anies - Gibran di Solo, Sekjen PDIP: Kalau Mereka Lanjutkan Bahas Agenda Politik Itu Harus Dipertanyakan

Pertemuan Anies - Gibran di Solo, Sekjen PDIP: Kalau Mereka Lanjutkan Bahas Agenda Politik Itu Harus Dipertanyakan

Jabar | Selasa, 15 November 2022 | 20:47 WIB

Terkini

Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!

Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:47 WIB

Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan

Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:38 WIB

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:27 WIB

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:57 WIB

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:53 WIB

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:29 WIB

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:18 WIB

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:09 WIB

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

News | Minggu, 26 April 2026 | 07:24 WIB

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

News | Minggu, 26 April 2026 | 06:00 WIB