Kocak! Momen Ma'ruf Amin Tolak Ditawari Kain Kafan Oleh Pedagang: Nanti Saja, Kecuali Menag Mau Duluan

Farah Nabilla | Evi Nur Afiah
Kocak! Momen Ma'ruf Amin Tolak Ditawari Kain Kafan Oleh Pedagang: Nanti Saja, Kecuali Menag Mau Duluan
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin (BPMI Sekretariat Wakil Presiden)

Ma'ruf Amin beserta sang istri berkunjung ke stand UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan bertemu dengan pedagang kain tersebut.

Suara.com - Seorang pedagang kain mencoba mempromosikan lapaknya kepada Wakil presiden Ma'ruf Amin di acara Halal 20 (H20).

Acara tersebut diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, di Hotel Padma, Candisari, Semarang, Kamis (17/11/2022).

Ketika itu, Ma'ruf Amin beserta sang istri berkunjung ke stand UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan bertemu dengan pedagang kain tersebut.

Tak ingin kehilangan kesempatan, sang pedagang yang tak disebutkan namanya langsung cekatan menawarkan jualannya.

Baca Juga: Ini Beda Wisata Halal dan Wisata Religi

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin. (ANTARA/HO-BPMI Setwapres/aa.)
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin. (ANTARA/HO-BPMI Setwapres/aa.)

Dia mengklaim bahwa, produk yang ditawarkan seperti sarung, mukena, gamis dan lainnya terbuat dari biji kapas.

"Sangat halus dan lembut sekali dan sejuk dipakai. Karena dari serat biji kapas itu menyerupai sutra namun sangat halal karena dari kapas," kata dia dikutip Wartaekonomi.co.id--jaringan Suara.com pada Jumat, (18/11/2022).

Menariknya, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang mendampingi sang wapres, juga diakuinya sudah menggunakan produk berupa sarung buatannya.

Dia menambahkan, bahwa dirinya juga membuat kain kafan yang terbuat dari serat biji kapas.

"Jadi dari mukena kami sudah punya brandnya mukena halal, sarung juga halal gamis halal sampai kami membuat kain kafan halal bapak. Jadi semoga Indonesia bisa memikirkan bagaimana kain yang berserat halal," ucapnya.

Baca Juga: Tanggapi Isu Larangan Penggunaan Jilbab bagi Pramugari Muslim, Wapres: Aneh!

Menanggapi tawaran tersebut, Wapres Amin pun spontan memberikan penolakan.