Bukan Pertama Terjadi, Ini Sejarah Gempa Cianjur Sejak Ratusan Tahun Lalu

Farah Nabilla

Selasa, 22 November 2022 | 13:52 WIB
Bukan Pertama Terjadi, Ini Sejarah Gempa Cianjur Sejak Ratusan Tahun Lalu
Foto udara rumah yang roboh akibat gempa di Kampung Selakawung Tengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc]

Suara.com - Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengungkap sejarah gempa di Kabupaten Cianjur. Ia menyebut daerah tersebut memang sudah diguncang gempa sejak dulu karena dilalui sesar Cimandiri.

Sebelumnya diketahui, gempa bumi dengan magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022), tepatnya pukul 13.21 WIB. Gempa itu juga dirasakan warga Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.

Menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ada 162 korban (kebanyakan anak-anak) meninggal dunia akibat gempa tersebut. Selain itu, 2.345 rumah dilaporkan rusak parah.

Di beberapa kawasan tersebut, kata Daryono, masih terdapat sesar aktif yang berpotensi memicu terjadinya gempa. Adapun makna Cimandiri sendiri sebagai patahan geser dengan panjang sekitar 100 kilometer.

Sesar ini menjalar dari muara Sungai Cimandiri di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, lalu berjalan ke timur laut melewati Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, hingga sampai Kabupaten Subang.

Gempa bumi di Kabupaten Cianjur, lanjut Daryono yang berdampak kerusakan parah terjadi pada tahun 1844, 1879, 1910, dan 1912. Namun, sejak penggunaan seismograf, berikut catatan sejarah gempa di Kabupaten Cianjur.

  1. 2 November 1969, skala 5,4 (ada banyak korban dan kerusakan).
  2. 26 November 1973 (ada kerusakan)
  3. 10 Februari 1982, skala 5,5 (ada 7 korban luka dan banyak rumah rusak)
  4. 12 Juli 2000, skala 5,4 (1900 rumah rusak)
  5. 12 Juni 2011 (136 rumah rusak)
  6. 4 Juni 2012 (104 rumah rusak).
  7. 8 September 2012 (560 rumah rusak)
  8. 11 Maret 2020 (760 rumah rusak)
  9. 21 November 2022, skala 5,6 (ada ratusan korban dan ribuan rumah rusak)

Tak hanya itu, Daryono juga mengatakan jika skala yang mengguncang Cianjur pada Senin kemarin sebetulnya tidak terlalu besar. Namun, gempa 5,6 itu memicu kerusakan parah karena berjenis tektonik kerak dangkal.

Ia menambahkan jika struktur bangunan di kawasan tersebut tidak memenuhi standar tahan gempa. Terbukti dengan banyaknya pembangunan rumah para penduduknya yang memakai besi tulangan atau semen standar.

Lokasi permukiman warga yang berada di daerah tanah lunak juga menurutnya menjadi penyebab resonansi gelombang. Ini yang akhirnya memperburuk dampak guncangan gempa. Ditambah, rumah di lereng mengalami kerusakan parah karena topografi yang tidak stabil.

baca juga

Daryono menyarankan seharusnya ada upaya menanggulangi gempa agar sejarah tak kembali terukir. Sementara itu, BMKG mencatat hingga Selasa (22/11/2022) pukul 07.30 WIB, telah terjadi 122 gempa susulan berskala 1,5 sampai 4,2.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sumber Gempa yang Harus Diwaspadai di Jakarta dan Jawa Barat, Sesar Lembang hingga Baribis

Sumber Gempa yang Harus Diwaspadai di Jakarta dan Jawa Barat, Sesar Lembang hingga Baribis

News | Selasa, 22 November 2022 | 13:48 WIB

Naik Motor Saat Gempa Bumi, Rebahkan Kendaraan dan Jalan Kaki ke Tempat Aman

Naik Motor Saat Gempa Bumi, Rebahkan Kendaraan dan Jalan Kaki ke Tempat Aman

Otomotif | Selasa, 22 November 2022 | 13:45 WIB

Ridwan Kamil Datang ke Pemakaman Korban Gempa Cianjur, Isak Tangis Keluarga Korban Pecah

Ridwan Kamil Datang ke Pemakaman Korban Gempa Cianjur, Isak Tangis Keluarga Korban Pecah

Banten | Selasa, 22 November 2022 | 13:40 WIB

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Malah Cengengesan Lihat Kepala BMKG Sembunyi di Bawah Meja Saat Gempa Bumi Cianjur

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Malah Cengengesan Lihat Kepala BMKG Sembunyi di Bawah Meja Saat Gempa Bumi Cianjur

Your Say | Selasa, 22 November 2022 | 13:30 WIB

Data BNPB: Korban Meninggal Gempa Cianjur 103 Orang

Data BNPB: Korban Meninggal Gempa Cianjur 103 Orang

Sumut | Selasa, 22 November 2022 | 13:29 WIB

Trauma Tidak Mampu Berjalan Saat Terjadi Gempa Cianjur, Keluarga Besar Ibu Dedah Tinggal di Tengah Sawah

Trauma Tidak Mampu Berjalan Saat Terjadi Gempa Cianjur, Keluarga Besar Ibu Dedah Tinggal di Tengah Sawah

Bogor | Selasa, 22 November 2022 | 13:29 WIB

Adik Dinar Candy Jadi Korban Gempa Cianjur, Begini Kondisinya Usai Terhalang Reruntuhan Gedung

Adik Dinar Candy Jadi Korban Gempa Cianjur, Begini Kondisinya Usai Terhalang Reruntuhan Gedung

Your Say | Selasa, 22 November 2022 | 13:25 WIB

Terkini

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

×