Hasil Survei: Elektabilitas NasDem Meningkat Berkat Anies Baswedan

Dwi Bowo Raharjo, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 29 November 2022 | 17:00 WIB
Hasil Survei: Elektabilitas NasDem Meningkat Berkat Anies Baswedan
Elektabilitas Nasdem meningkat setelah deklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal capres 2024. [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU]

Suara.com - Lembaga survei Median mengungkap lima partai politik mengalami peningkatan elektabilitas dari survei sebelumnya yang dilakukan pada Maret 2022 lalu. Survei terbaru mereka dilakukan pada kurun waktu pada 9 - 17 November 2022.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, mengatakan survei dilaksanakan dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di seluruh Indonesia.

Adapun kelima partai politik yaitu PDIP sebesar 22,5 persen dari survei sebelumnya pada Maret sebesar 19,6 persen. Posisi kedua ditempati Gerindra 14,4 persen dari sebelumnya 13,5 persen.

Golkar 11,2 persen dari sebelumnya 8,8 persen, PKB 10,2 persen dari sebelumnya 8,6 persen. Sementara Nasdem menempati posisi kelima dengan perolehan elektabilitas 7,5 persen dari sebelumnya 4,5 persen.

Rico mengungkap alasan responden memilih PDIP sehingga menempatkan pada posisi pertama. Dia bilang bukan karena faktor calon presiden yang digadang-gadang didukung PDIP.

"Faktor capres bukanlah menjadi faktor utama pilihan orang terhadap PDIP," ungkap Rico saat menggelar konferensi pers di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2022).

Dia mengungkap terdapat tiga alasan besar yang membuat responden memilih PDIP. Memberi bantuan menjadi alasan utama, yaitu sebanyak 15,9 persen.

Alasan berikutnya karena Presiden Joko Widodo sebesar 13,9 persen. Kemudian sudah memilih PDIP dari dulu sebanyak 9,5 persen.

Sementara itu, sosok Prabowo Sugianto menjadi alasan utama responden memilih Gerindra, presentasenya sebanyak 35,0 persen. Alasan keduanya, karena kader Gerindra yang sering menemui masyarakat, presentasenya 6,9 persen. Ketiga, responden mengaku partai Gerindra bagus, presentasenya 3,8 persen.

baca juga

Khusus Golkar, Rico menyebut bergabungnya partai berlambang beringin tersebut dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diisi Partai PAN, dan PPP bukan menjadi alasan responden untuk memilihnya.

Ilustrasi kader kibarkan bendera PDI Perjuangan. (Beritajatim.com/Ist)
Ilustrasi kader kibarkan bendera PDI Perjuangan. (Beritajatim.com/Ist)

"Tiga alasan utama orang memilih Golkar ialah pilihan dari dulu, pemberian bantuan, dan kekuatan tokoh-tokoh lokal Golkar," ungkapnya.

Sebanyak 15,8 persen responden beralasan memilih Golkar karena sudah dari dulu memberikan dukungan. Kemudian Golkar yang gemar memberi bantuan jadi alasan 11,9 persen responden.

Ketiga, tokoh Golkar di daerah yang disebut berpengalaman jadi alasan 10,9 persen responden.

Untuk PKB, kebanyakan dari responden beralasan memilihnya karena kaitannya dengan Nahdlatul Ulama (NU) sebanyak 9,8 persen.
Sementara alasan kedua karena sosok Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebanyak 9,8 persen. Alasan ketiga, karena PKB yang disebut partai Islam dengan presentase 8,2 persen.

Sementara Nasdem, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jadi alasan utama responden memilih partai yang dipimpin Surya Paloh tersebut. Deklarasi NasDem mengusung Anies jadi bakal calon presidennya menjadi daya tarik utama responden dengan presentase 18,4 persen.

"Keputusan NasDem menjadikan Anies Baswedan menjadi capres merupakan faktor pendorong kenaikan suara NasDem saat ini," kata Rico.

Selain karena nama besar Anies, alasan kedua responden memilih NasDem karena kadernya yang turun menemui warga, presentasenya 16,9 persen. Kemudian sebanyak 5,1 persen responden memilih NasDem, dinilai kinerja partainya yang terbukti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Loyalis Anies Blunder Kaitkan Ulos dan LGBT, Ferdinand Hutahaean Ikut Naik Darah hingga Siap Lapor Polisi

Loyalis Anies Blunder Kaitkan Ulos dan LGBT, Ferdinand Hutahaean Ikut Naik Darah hingga Siap Lapor Polisi

Manado | Selasa, 29 November 2022 | 16:33 WIB

Kalau Pilpres Digelar Hari Ini, Ganjar si Rambut Putih Unggul Telak Dari Anies dan Prabowo

Kalau Pilpres Digelar Hari Ini, Ganjar si Rambut Putih Unggul Telak Dari Anies dan Prabowo

News | Selasa, 29 November 2022 | 16:04 WIB

Soal Relawan Jokowi Minta Izin Tempur, NasDem: Pilar Demokrasi itu Partai Politik, Relawan Hanya Pelengkap

Soal Relawan Jokowi Minta Izin Tempur, NasDem: Pilar Demokrasi itu Partai Politik, Relawan Hanya Pelengkap

News | Selasa, 29 November 2022 | 14:51 WIB

Ramai Narasi 'Siap Tempur', Nasdem Anggap Benny Ramdhani sedang Meracau

Ramai Narasi 'Siap Tempur', Nasdem Anggap Benny Ramdhani sedang Meracau

News | Selasa, 29 November 2022 | 14:19 WIB

Eks Anak Buah Prabowo Sebut Tak Sulit Menangkan Anies Baswedan di Pilpres 2024

Eks Anak Buah Prabowo Sebut Tak Sulit Menangkan Anies Baswedan di Pilpres 2024

News | Selasa, 29 November 2022 | 13:46 WIB

Acara Relawan Jokowi di GBK Disebut Bukti Istana Takut Anies Baswedan, Relawan: Sebaiknya Uangnya Diberikan ke Cianjur

Acara Relawan Jokowi di GBK Disebut Bukti Istana Takut Anies Baswedan, Relawan: Sebaiknya Uangnya Diberikan ke Cianjur

Jabar | Selasa, 29 November 2022 | 13:43 WIB

Terkini

Penataan Pasar Cisalak, Ratusan Lapak Ilegal Dirobohkan

Penataan Pasar Cisalak, Ratusan Lapak Ilegal Dirobohkan

Foto | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Sekolah Kemitraan dan Mobilitas Sosial: Pendekatan Collaborative Governance

Sekolah Kemitraan dan Mobilitas Sosial: Pendekatan Collaborative Governance

Jawa Tengah | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:43 WIB

10 Hari Bromo Membara, BNPB Ungkap 3 Biang Kerok Api Sulit Jinak: Medan Curam 80 Derajat

10 Hari Bromo Membara, BNPB Ungkap 3 Biang Kerok Api Sulit Jinak: Medan Curam 80 Derajat

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Namanya Bikin Salah Fokus, Ini 5 Fakta Menarik Mi Pentil Khas Bantul

Namanya Bikin Salah Fokus, Ini 5 Fakta Menarik Mi Pentil Khas Bantul

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Sunscreen Innisfree untuk Kulit Apa? Ini 4 Pilihan dengan SPF 50+ dan Tidak Perih di Mata

Sunscreen Innisfree untuk Kulit Apa? Ini 4 Pilihan dengan SPF 50+ dan Tidak Perih di Mata

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Soal Fatwa Haram Hadiah Lomba 17 Agustus, Ini Penjelasan MUI DKI

Soal Fatwa Haram Hadiah Lomba 17 Agustus, Ini Penjelasan MUI DKI

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:38 WIB

Harga Mobil Listrik Kini Lebih Murah dari Hybrid

Harga Mobil Listrik Kini Lebih Murah dari Hybrid

Otomotif | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Korban Gempa Venezuela Tembus 6.301 Jiwa, Ratusan Ribu Ton Puing Masih Dibersihkan

Korban Gempa Venezuela Tembus 6.301 Jiwa, Ratusan Ribu Ton Puing Masih Dibersihkan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Didakwa Terima USD 271.500 Kasus Haji, Yaqut Siapkan Perlawanan

Didakwa Terima USD 271.500 Kasus Haji, Yaqut Siapkan Perlawanan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Cuman 40 Ribuan, Internet  Tanpa Batas Kecepatan dan Kuota

Cuman 40 Ribuan, Internet Tanpa Batas Kecepatan dan Kuota

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:31 WIB

×