'Bisa Lebih Kejam dari Perang Rusia - Ukraina' Fahri Hamzah Sentil Aturan Pemilu yang Masih Tak Jelas

Farah Nabilla | Suara.com

Sabtu, 17 Desember 2022 | 16:50 WIB
'Bisa Lebih Kejam dari Perang Rusia - Ukraina' Fahri Hamzah Sentil Aturan Pemilu yang Masih Tak Jelas
Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah [SuaraSulsel.id/Dokumentasi Gelora]

Suara.com - Fahri Hamzah angkat suara terkait Pemilu 2024 yang sebentar lagi akan dihadapi bangsa Indonesia. Menurut politisi Partai Gelora ini, Pemilu 2024 akan jadi panggung yang seram untuk masyarakat.

Prediksi ini dihitungnya berdasarkan masa jabatan Presiden Joko Widodo yang baru akan berakhir pada 20 Oktober 2024 nanti

Meski masih 2 tahun 1 bulan lagi, namun Fahri melihat sudah banyak survei soal parpol dan kandidat calon presiden.

"Orang sudah survei-survei, orang sudah mencalonkan diri, partai politik sudah bertengkar secara internal karena ada kadernya yang maju dan sebagainya," kata Fahri Hamzah dikutip dari kanal YouTube TV One, Sabtu (17/12/2022).

Sebenarnya hal itu sah-sah saja menurut Fahri, namun karena tidak ada regulasi yang jelas, maka perang para elite politik terus berjalan.

"Misalnya gangguan partai politik yang tadinya mendukung dia bahkan ada kadernya yang duduk di kabinet tapi kok sudah punya calon lain. Gangguan-gangguan seperti ini kan kasihan presiden," sambung Fahri.

Fahri melanjutkan, sistem presidential threshold juga turut menyumbang perpecahan di tengah masyarakat.

"Kira-kira kalau calon presidennya cuma dua, pada 14 Februari 2024 masih 8 bulan sebelum Pak Jokowi berakhir, sudah ada presiden terpilih," terangnya.

"Ujung-ujungnya merugikan rakyat. Rakyat sebenarnya nggak mau kita bertengkar begini. Rakyat maunya nyoblos sebentar setelah itu balik kerja lagi. Bersawah, mau berternak, kerja di pabrik," ungkapnya.

Fahri Hamzah bahkan mengibaratkan, Pemilu ini bisa jadi lebih kejam dari perang Rusia - Ukraina karena tak ada aturan jelasnya.

"Ini orang tawuran semua nggak ada sistem. Dan ini lebih kejam dari perang yang diregulit seperti perang Rusia Ukraina yang masih ada aturannya. Tapi perang Pemilu di Indonesia nggak ada aturannya" pungkas Fahri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Amien Rais Sering Nakal ke Istana' Refly Harun Anggap Aneh Partai Ummat Tak Lolos Pemilu 2024

'Amien Rais Sering Nakal ke Istana' Refly Harun Anggap Aneh Partai Ummat Tak Lolos Pemilu 2024

News | Sabtu, 17 Desember 2022 | 16:34 WIB

Ada 3 Partai Baru Lolos Pemilu 2024, Kenapa Partai Ummat Tersingkir?

Ada 3 Partai Baru Lolos Pemilu 2024, Kenapa Partai Ummat Tersingkir?

News | Sabtu, 17 Desember 2022 | 16:23 WIB

Gak Punya Uang, Amien Rais Minta Kader dan Simpatisan Galang Dana

Gak Punya Uang, Amien Rais Minta Kader dan Simpatisan Galang Dana

| Sabtu, 17 Desember 2022 | 16:15 WIB

5 Provinsi Miliki Kerawanan Pemilu Tertinggi, Harus Jadi Alarm Dini

5 Provinsi Miliki Kerawanan Pemilu Tertinggi, Harus Jadi Alarm Dini

| Sabtu, 17 Desember 2022 | 15:33 WIB

Mau Tahu Modal Kang Dedi Jadi Bupati? Modal Rp 500 Ribu Berhasil Jungkalkan Incumbent

Mau Tahu Modal Kang Dedi Jadi Bupati? Modal Rp 500 Ribu Berhasil Jungkalkan Incumbent

| Sabtu, 17 Desember 2022 | 11:26 WIB

Elit PDIP Gerah Lihat Anies Baswedan Curi Start Kampanye: Tolong Etikanya!

Elit PDIP Gerah Lihat Anies Baswedan Curi Start Kampanye: Tolong Etikanya!

News | Sabtu, 17 Desember 2022 | 10:45 WIB

Jleb! Elit PDIP Beri Pertanyaan Menohok untuk Amien Rais yang Ngaku Dizalimi Rezim Jokowi: kenapa Meninggalkan PAN?

Jleb! Elit PDIP Beri Pertanyaan Menohok untuk Amien Rais yang Ngaku Dizalimi Rezim Jokowi: kenapa Meninggalkan PAN?

News | Sabtu, 17 Desember 2022 | 10:42 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB