Tak Bikin Terpojok, Pakar Sebut Penolakan Anies di Sejumlah Daerah Justru Buat Lawan Harus Hati-hati

Aulia Hafisa | Sekar Anindyah Lamase | Suara.com

Selasa, 27 Desember 2022 | 15:12 WIB
Tak Bikin Terpojok, Pakar Sebut Penolakan Anies di Sejumlah Daerah Justru Buat Lawan Harus Hati-hati
Anies Baswedan membahas safari politik, endorse calon presiden, sampai hubungannya dengan Presiden Joko Widodo di program Jujur-Jujuran (Rumah KD). (YouTube/Official NET News)

Suara.com - Bakal calon presiden dari Partai NasDem Anies Baswedan mendapakan penolakan kunjungan di sejumlah daerah.

Kendati demikian, penolakan terhadap Anies tersebut justru dinilai tak membuatnya terpojok dan malah menimbulkan simpati.

Menurut Ketua Relawan Perubahan, Kamaludin Enuh, aksi unjuk rasa penolakan kedatangan Anies merupakan hal biasa dalam demokrasi.

"Kita tidak bisa memaksakan orang untuk suka, apalagi memaksakan untuk mendukung Mas Anies di Pilpres 2024," tutur Kamaludin dikutip dari Wartaekonomi -- jaringan Suara.com, Selasa (27/12/2022).

Kamaludin secara tegas menyebut bahwa Relawan Perubahan mempersilakan masyarakat Indonesia untuk menilai aksi penolakan kepada Anies.

Relawan Perubahan meminta masyarakat untuk tetap menjaga suasana yang kondusif menjelang Pemilu 2024.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Trias Politik Strategis, Agung Baskoro menilai bahwa sikap Anies itu berdampak positif bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Sebab, Anies tampaknya pantang mundur meski sering ditolak.

Agung Baskoro juga menyebutkan bahwa justru yang perlu berhati-hati adalah lawan Anies.

"Kalau menguntungkan tidak, tapi minimal Anies jadi diperbincangkan. Lawan politik Anies harus hati-hati. Narasi Anies sebagai sosok yang dianggap 'penuh masalah' justru bisa berbuah insentif elektoral karena bisa diubah menjadi dizalimi," tegas Agung.

Selain itu, elektabilitas Anies mengalami tren peningkatan usai dideklarasikan NasDem dalam survei teranyar Saiful Mujani Research and Colsultant (SMRC)

Anies berhasil meraup suara sebesar 28,1 persen, alias meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 25,1 persen.

Senada dengan SMRC, lembaga survei Charta Politika juga mencatatkan hasil survei terbaru mereka menempatkan Anies posisi kedua.

Elektabilitas Anies mengalami tren peningkatan. Menggeser posisi Prabowo Subianto dari peringkat dua pada periode September hingga November 2022.

Pada periode ini, elektabilitas Anies meningkat dari 20,6 menjadi 23,1 persen. Sementara elektabilitas Prabowo mulai menurun dari 24,4 menjadi 22 persen. Anies terus menduduki peringkat kedua hingga Desember ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diberi Nama Yohanes Saat ke Papua, Guntur Romli 'Sentil' Anies Baswedan: Kok Takut Ucap Selamat Natal?

Diberi Nama Yohanes Saat ke Papua, Guntur Romli 'Sentil' Anies Baswedan: Kok Takut Ucap Selamat Natal?

News | Selasa, 27 Desember 2022 | 14:41 WIB

Punya Arti Mulia, Nama Yohanes Yang Diberikan Pada Anies Baswedan Dari Gereja

Punya Arti Mulia, Nama Yohanes Yang Diberikan Pada Anies Baswedan Dari Gereja

| Selasa, 27 Desember 2022 | 14:18 WIB

Pantas Diburu KPK, Ternyata Anies Baswedan Dianggap Bisa Tumbangkan Rezim dan Oligarki

Pantas Diburu KPK, Ternyata Anies Baswedan Dianggap Bisa Tumbangkan Rezim dan Oligarki

| Selasa, 27 Desember 2022 | 13:52 WIB

Terkini

Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar

Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:40 WIB

Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW

Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:12 WIB

Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan

Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:06 WIB

Buntut Sengketa SMAN 1 Bandung, Gugatan PLK di PTUN Dinilai Ancam Kepemilikan Aset Negara

Buntut Sengketa SMAN 1 Bandung, Gugatan PLK di PTUN Dinilai Ancam Kepemilikan Aset Negara

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:02 WIB

Wadanyon TPNPB-OPM Diciduk di Bandara Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Sita Amunisi

Wadanyon TPNPB-OPM Diciduk di Bandara Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Sita Amunisi

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:49 WIB

Penampakan Lukisan Emas dan Mercy Koruptor Jimmy Sutopo yang Dilelang Rp5,5 Miliar, Mewah Banget!

Penampakan Lukisan Emas dan Mercy Koruptor Jimmy Sutopo yang Dilelang Rp5,5 Miliar, Mewah Banget!

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:40 WIB

PDIP Balas Pujian Prabowo: Kami Memang Seharusnya di Luar Pemerintah

PDIP Balas Pujian Prabowo: Kami Memang Seharusnya di Luar Pemerintah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:29 WIB

Bareskrim Bongkar Sindikat Kosmetik Merkuri di Cirebon, Pemilik Akun Lou Glow Ditangkap

Bareskrim Bongkar Sindikat Kosmetik Merkuri di Cirebon, Pemilik Akun Lou Glow Ditangkap

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:18 WIB

Andrie Yunus Nyaris Buta, Bakal Dikirim ke Profesor India yang Tangani Novel Baswedan

Andrie Yunus Nyaris Buta, Bakal Dikirim ke Profesor India yang Tangani Novel Baswedan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:08 WIB

Influencer ZNM Diperiksa Bareskrim Polri Jumat Besok, Buntut Viral Gunakan Gas N2O Whip Pink

Influencer ZNM Diperiksa Bareskrim Polri Jumat Besok, Buntut Viral Gunakan Gas N2O Whip Pink

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:59 WIB